Ragam Kegiatan Mewarnai Kampoeng Ketandan

0
378

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) kembali digelar. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, PBTY 2017 kali ini berlangsung selama satu pekan dan lebih lama dua hari dari tahun sebelumnya. Acara yang digelar kali ke-12 ini telah berlangsung dari tanggal 5-11 Februari 2017. Sederet kegiatan berlangsung untuk merayakan tahun ayam kali ini.

Sebelum memasuki gang, kita akan disambut gerbang besar dengan khas Cina: Foto: Indra
Sebelum memasuki gang, kita akan disambut gerbang besar dengan khas Cina: Foto: Indra

Kampoeng Ketandan merupakan salah satu gang yang terletak tepat di sisi timur Jalan Malioboro, gang ini terkenal dengan sebutan kampung Pecinan. Kali ini sepanjang gang tersebut disulap menjadi sebuah tempat yang sangat ramai dengan berbagai aktivitas. Dari kuliner, pernak-pernik imlek hingga pementasan.

Kemeriahan di salah satu panggung, menampilkan kemeriahan dengan berbagai nuansa. Foto: Indra
Kemeriahan di salah satu panggung, menampilkan kemeriahan dengan berbagai nuansa. Foto: Indra

Sebanyak 130 stand digelar. Ragam kuliner tersaji siap memanjakan selera para pengunjung mulai kuliner yang biasa, kekinian hingga kuliner khas imlek. Pernak-pernik imlek dengan dominasi warna merah turut memberi aksen pada setiap sudut gang tersebut. Jika pengunjung tertarik dan ingin membeli pernak-pernik tersebut, tak perlu khawatir karena tersedia pula kios yang menjualnya.

Panggung wayang Potehi tetap terlihat istimewa walaupun tak ada yang berlaga. Foto: Indra
Panggung wayang Potehi tetap terlihat istimewa walaupun tak ada yang berlaga. Foto: Indra

Beberapa panggung tak ketinggalan dalam rangka berpartisipasi di PBTY dengan sederet penampilnya. Pertama yang kita temui sesaat setelah memasuki gerbang Kampoeng Ketandan yaitu panggung berukuran sedang dengan agenda kompetisi bernyanyi Mandarin anak. Panggung berikutnya dengan nuansa megah, dengan berbagai macam pengisi yang bersifat umum. Satu sudut yang menarik perhatian yaitu panggung wayang Potehi khas Tiongkok, dan saat ini telah menjadi salah satu jenis kesenian di Indonesia.

Stand kuliner menjadi salah satu tujuan para pengunjung. Foto: Indra
Stand kuliner menjadi salah satu tujuan para pengunjung. Foto: Indra

Dengan mengangkat tema “Pelangi Budaya Nusantara” diharapkan imlek tahun ini akan selalu memberi semangat baru dan PBTY dapat menjadi sebuah perhelatan yang dapat mempersatukan semua kalangan masyarakat Yogyakarta khususnya. “Budaya Tionghoa telah mengalami akulturasi sejak lama di Indonesia, dengan acara ini semoga dapat lebih menekankan bahwa Indonesia sangat beragam baik itu agama, suku dan budaya, dan salah satunya budaya Tionghoa,” terang Galih dari divisi publikasi PBTY 2017.

Konten Terkait:  Jelajah Budaya Pelajar di Kawasan Candi Ijo Prambanan

Tak hanya budaya Tionghoa, berbagai macam kebudayaan dari 34 provinsi di Indonesia turut memeriahkan pada karnaval pembukaan PBTY.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here