Foto Rumah Bupati Bandung pada Tahun 1870-an

0
762

Foto berikut ini dibuat sekitar tahun 1870-an. Foto ini menunjukkan suasana penyambutan/perayaan tahun baru di kediaman Bupati Bandung, Raden Adipati Wiranatakusuma (IV) yang menjabat tahun 1846-1874. Ia adalah putra keempat dari Adipati Wiranatakusuma III yang sebelumnya juga menjabat sebagai bupati yang kemudian mengundurkan diri karena kesehatannya terganggu. Raden Adipati Wiranatakusuma IV terlahir dengan nama Raden Suria Kartadiningrat. Ia juga memiliki nama gelar lain Dalem Bintang.

Tempo dulu rumah Bupati Bandung.
Tempo dulu rumah Bupati Bandung.

Sebelum menjadi Bupati Bandung Raden Suria Kartadiningrat menjabat sebagai Kumetir Cianjur. Setelah menjadi bupati ia bergelar Raden Adipati Wiranatakusuma IV. Hal tersebut sesuai dengan apa yang disebutkan dalam Besluit Gouvernement No. 3 Ping 25 Agustus 1857.

Disebutkan dalam caption foto ini yang diambil dari Wachilin, Steven, 1994, Woodbury & Page Photographers Java, Leiden: KITLV Press, Bupati Raden Adipati Wiranatakusuma adalah salah satu orang pribumi terkaya di Pulau Jawa. Keterangan lain menyebutkan bahwa di dalam acara itu ia memeriahkannya bersama-sama rekan-rekan (sejawat)-nya dari Cianjur. Bupati Wiranatakusuma IV dikenal sebagai bupati yang ramah, penuh sopan santun baik pada pribumi maupun bangsa Eropa (Belanda). Ia juga dikenal sebagai bupati yang bisa menyelenggarakan turnamen terorganisir dan pesta yang megah. Dalam acara tersebut ia mengenakan pakaian resmi ala Eropa (Belanda). Berdiri di samping kanannya adalah C.van der Moore (Residen Preanger/Priangan).

Peristiwa yang menarik pada masa pemerintahannya adalah pengembangan ibukota Kabupaten Bandung yang semakin ramai. Ia juga dikenal sebagai bupati yang progresif. Selama dalam pemerintahannya ibukota Kabupaten Bandung berkembang dengan pesat. Ia dikenal juga sebagai peletak dasar master plan 1850 Kabupaten Bandung yang disebut Negorij Bandung. Demikian seperti yang disebutkan dalam Wikipedia.org.

Pada tahun 1850 ia mendirikan Pendapa Kabupaten Bandung dan Masjid Agung. Tahun 1866 ia memprakarsai pembangunan Sekolah Guru (Kweekschool) atau Sekolah Raja. Ia juga mendirikan sekolah untuk para menak (Opleiding School voor Indische Ambtenaaren). Oleh karena jasa-jasanya ia kemudian mendapat penghargaan berupa bintang jasa sehingga ia kemudian dikenal dengan nama gelar lain, Dalem Bintang. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here