Kantor Dagang Bumi Putera Didirikan, Cikal Bakal Kadin

0
471

Sejak pendudukan Belanda dulu, kegiatan impor sudah dilakukan tidak hanya orang Belanda, orang Cina, dan India yang tinggal di Nusantara, tetapi juga dilakukan oleh para pedagang (pengusaha) bumi putera. Kegiatan impor terutama produk-produk barang rumah tangga, seperti sabun Lux, Palmolive, obat batuk Wood, obat sakit kepala Gardan, lampu Petromax, Blue Band, ban sepeda Good Year, dan sebagainya. Bahkan persaingan barang impor juga sudah terjadi lumayan ketat.

Untuk menyatukan visi dan misi dagang impor barang, maka para pedagang bumi putera akhirnya membentuk sebuah perkumpulan dagang dan membuka kantor dagang bersama. Inilah cikal-bakal kantor dagang yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di zaman pendudukan Belanda.

Suasana peresmian kantor dagang bumi putera di wilayah Kali Besar Batavia tahun 1938. Foto: Suwandi
Suasana peresmian kantor dagang bumi putera di wilayah Kali Besar Batavia tahun 1938. Foto: Suwandi
Majalah Kajawen no 38 tanggal 11 Mei 1938 yang memuat berita peresmian kantor dagang bumi putera di Kali Besar Batavia. Foto: Suwandi
Majalah Kajawen no 38 tanggal 11 Mei 1938 yang memuat berita peresmian kantor dagang bumi putera di Kali Besar Batavia. Foto: Suwandi

Pembukaan kantor dagang pedagang impor bumi putera pertama kali dilakukan di Batavia (sekarang, Jakarta), pada 1 Mei 1938. Kantor dagang tersebut berada di wilayah Kali Besar Barat No 27 (tertulis: Kali Besar West No 27, Batavia-Stad), sebuah wilayah yang sudah terkenal sebagai pusat kantor perdagangan di zaman Hindia Belanda. Di wilayah itu, kantor-kantor dagang, umumnya milik orang Belanda, Cina, dan India. Dengan demikian, wilayah itu pada tahun 1938 semakin lengkap, karena berdirinya kantor dagang pedagang bumi putera (tertulis: kantor dagang ageng gadhahanipun tiyang siti).

Informasi mengenai pembukaan kantor dagang pedagang bumi putera tersebut bisa diketahui dari majalah berbahasa dan beraksara Jawa bernama Kajawen nomor 38 tanggal 11 Mei 1938. Pada halaman 576—577, dijelaskan bahwa kantor dagang bumi putera tersebut didirikan oleh beberapa pengusaha importir bumi putera kala itu, seperti Rais Ajoeb, Djohan Johor, Djohor Dasaad, Moh Tahir, Dt Siti, Dasaad A Musin, RN Loebis, Roepelin, dan lainnya. Dengan harapan, adanya kantor dagang bersama para pengusaha importis bumi putera ini, perdagangan mereka dapat lebih maju dan berkembang. (*)

Salah satu produk impor ke nusantara tahun 1938. Foto: Suwandi
Salah satu produk impor ke nusantara tahun 1938. Foto: Suwandi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here