Olahan Komplit Serba Iwak Kali di Warung Makan Bu Jasman

0
831

Serba ikan sungai atau serba iwak kali, itulah menu dari Warung Makan Bu Jasman yang terletak di Jl. IKIP PGRI No. 403, Kalibayem, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Lokasi warung makan ini dapat dijangkau dari perempatan Wirobrajan ke barat, setelah ketemu pertigaan PUKJ ambil arah ke kiri (selatan). Warung ini berada sekitar 30 meter dari pertigaan PUKJ tersebut.

Sejak 1960 warung makan ini memang konsisten mengolah berbagai hidangan berbahan baku iwak kali (ikan sungai), yakni lele lokal, udang, wader, kutuk (gabus), uceng, malem, dan cethul. Selain itu, warung ini juga selalu menyediakan menu sayur ala pedesaan Jawa seperti bobor kates (sayur bobor pepaya muda), aneka macam oseng-oseng, lodheh mbayung, jangan ddesa (lodeh pedas tahu-tempe), jangan tempe lombok ijo, brongkos, pepes wader, dan aneka baceman.

Juwanti, generasi ke-3 WM Bu Jasman. Foto: A. Sartono
Juwanti, generasi ke-3 WM Bu Jasman. Foto: A. Sartono

Olahan iwak kali di WM Bu Jasman terbilang sangat lengkap. Ada wader goreng garing (krispi), cethul goreng, uceng goreng, lele goreng, mangut kutuk, mangut lele, salem bumbu bali, dan wader goreng magel (tekstur daging masih terasa sedikit kenyal), dan lain-lain. Intinya, penggemar ikan sungai akan sangat dipuaskan dengan aneka jenis ikan sungai dan aneka jenis olahannya di warung ini.

“Kini kami sudah memasuki generasi ketiga Mas. Dulu pertama kali ibu kami buka warung makan di daerah Wirobrajan, lalu pindah-pindah, dan akhirnya pada tahun 1982 kemudian menempati warung ini,” tutur Mujilah (56) yang merupakan generasi kedua atau putri dari almarhum Bu Jasman yang kini tengah meneruskan usaha warung makan iwak kali bermerek WM Bu Jasman ini kepada putrinya yang bernama Ninik Parmina dan Juwanti.

Nasi Wader Goreng, Oseng Daun Kates, Jangan Tempe Lombok Ijo dan Botok Wader di WM Bu Jasman. Foto: A. Sartono
Nasi Wader Goreng, Oseng Daun Kates, Jangan Tempe Lombok Ijo dan Botok Wader di WM Bu Jasman. Foto: A. Sartono

WM Bu Jasman buka setiap hari pukul 06.00-20.00 WIB. Tidak ada hari libur bagi warung ini kecuali memang ada keperluan khusus. Warung ini akan membuka area untuk lesehan yang berukuran lebih luas dari area yang sekarang. Area tersebut sedang dibangun di bagian belakang warung.

Tentu bukan hal yang mudah mempertahankan dan bahkan mengembangkan warung yang khusus menjual menu berbahan dasar ikan sungai sejak tahun 1960-an. Kepiawaian mengolah aneka ikan sungai tidak bisa didapatkan dalam waktu singkat mengingat ikan merupakan bahan yang cepat mengalami pembusukan selain aromanya amis.

WM Bu Jasman (tampak depan). Foto: A. Sartono
WM Bu Jasman (tampak depan). Foto: A. Sartono

Namun di tangan keluarga Bu Jasman hal itu tidak lagi menjadi persoalan. Tidak heran jika pelanggannya pun banyak yang setia pada hasil olahan mereka. Bahkan beberapa wader dan cethul gorengnya pernah dibawa ke Belanda sebagai oleh-oleh karena orang Belanda tersebut ternyata sangat menyukai olahannya.

Harga olahan ikan sungai di WM Bu Jasman juga terbilang murah. Tembi menyantap sepiring nasi dengan lauk wader goreng, jangan tempe lombok ijo, oseng daun kates, dan sebungkus botok wader serta segelas jeruk panas plus sepotong pisang hanya diminta membayar 17 ribu rupiah saja. Sedangkan jika kita ingin membeli oleh-oleh berupa wader/cethul/kutuk/lele goreng harga per kilo Rp 120.000. Sedangkan jika kita menginginkan jenis ikan yang digoreng “magel” maka harganya lebih murah, yakni Rp 100.000. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR