Kreativitas Lukis Kenobi Yang Menginspirasi

0
531

Lukisan anak-anak tengah menyemarakkan ruang Tirana House, Kotabaru, Yogyakarta pada 27 Desember 2016- 31 Januari 2017. Ada sekitar 20 lukisan kanvas karya Kenobi Haidar Akmal yang berusia 10 tahun dan duduk di kelas 4 SD. Kenobi adalah anak berkebutuhan khusus, yakni ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Sebagian orang menyebutnya penyandang autis.

Sunan Kalijaga. Foto: Barata
Sunan Kalijaga. Foto: Barata

Sebagian besar lukisan Kenobi terkesan simpel, berpusat pada satu tokoh dengan ruang kosong di sekelilingnya. Tapi sebagian lagi cukup kompleks dengan banyak tokoh dan warna yang memenuhi kanvas. Kebanyakan lukisannya menampilkan sosok manusia, orang-orang terkenal. Mulai dari pahlawan seperti Pangeran Diponegoro, Otto Iskandar Dinata, Napoleon Bonaparte sampai tokoh agama Sunan Kalijaga dan tokoh fabel kartun seperti Tom and Jerry, Oggie and the Cockroach. Ada pula tiga lukisannya tentang wayang potehi. Di sebuah papan tulis, Kenobi menuliskan cita-citanya sebagai dalang wayang potehi dan pelukis.

Oggy and the Cockroach. Foto: Barata
Oggy and the Cockroach. Foto: Barata

Pemilik Tirana, Nunuk Ambarwati mengisahkan bahwa Kenobi kenal media lukis sejak usia 8 tahun. Ditemani eyangnya, Kenobi mengeksplorasi media ini dengan cat akrilik pada kanvas. Dengan melihat lukisan-lukisan Kenobi yang dipamerkan, Nunuk menangkap tahap perkembangannya.

Pada awal Kenobi melukis, gaya lukisannya sangat ekspresif. Kita bisa melihat bagaimana euforia Kenobi meluapkan emosi dan gagasannya pada satu bidang kanvas. Saat ini Kenobi berusia 10 tahun, gaya lukisannya sudah semakin fokus dan sadar komposisi. Karakter garisnya tegas dan kuat. Kenobi sudah bermain bidang-bidang kosong yang diblok dengan warna. Bahkan sudah tergambar lebih jelas sosok-sosok figur yang ingin ia tampilkan.

Tom and Jerry & Wayang Potehi. Foto: Barata
Tom and Jerry & Wayang Potehi. Foto: Barata

Nunuk mencontohkan, Pangeran Diponegoro digambarkan Kenobi dengan blangkon dan keris sebagai lambang perjuangan dan kegagahan sosok pahlawan. Uniknya, keris tersebut ia taruh di dada figur tersebut. Sedangkan Sunan Kalijaga digambarkan dengan gunungan wayang di kanan dan kirinya. Kenobi ingin menceritakan Sunan Kalijaga yang sedang membuat wayang untuk menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Lukisan ini, tutur Nunuk, dibuat Kenobi saat ia senang dengan ketokohan Sunan Kalijaga dan juga lagu Ilir-ilir.

Dengan imajinasi anak-anaknya, Kenobi juga mencampurkan tokoh-tokoh yang berbeda dunia dan zaman. Dengan entengnya, contoh Nunuk, tokoh Little Pony hidup di dunia Sponge Bob (The Bikini Bottom). Atau pada pentas wayang yang dimainkannya pada acara pembukaan pameran, trio Warkop (Dono, Kasino dan Indro) bertemu dengan Dimas Kanjeng.

Fantastic Beast di Bikini Bottom & Tentara Teras Kota. Foto: Barata
Fantastic Beast di Bikini Bottom & Tentara Teras Kota. Foto: Barata

Nunuk juga melihat keunikan Kenobi saat melukis. Pertama, seperti diungkapkan orangtuanya, Kenobi bisa mengawali lukisan dari mana pun. Misal, ia akan menggambar orang setengah badan, ia bisa menggambar dari dasinya dulu baru baju dan kepala. Kedua, di awal perkenalan Kenobi dengan cat dan kanvas, orangtuanya harus menghentikan aktivitas melukis Kenobi. Bila tidak diminta untuk berhenti, bisa terjadi, kanvas akan penuh dengan warna hitam saja karena kumpulan cat.

Wayang Potehi 2. Foto: Barata
Wayang Potehi 2. Foto: Barata
Napoleon Bonaparte & Pangeran Diponegoro. Foto: Barata
Napoleon Bonaparte & Pangeran Diponegoro. Foto: Barata

Seiring perkembangan, Kenobi bisa menentukan sendiri kapan lukisan tersebut ia anggap selesai. Kenobi kadang tak memakai kuas untuk menorehkan cat, ia lebih mantap memakai jari jemari untuk mengoleskan cat. Keunikan lain, Kenobi sering terlihat lelah usai melukis, karena ia telah mentransfer emosinya ke dalam karya-karya lukisannya. Kenobi bisa melukis dalam waktu setengah jam atau juga ia selesaikan dalam 2 hari.

Pameran di Tirana House ini merupakan pameran tunggal pertama Kenobi yang berdomisili di Jakarta. Sebelumnya Kenobi telah menggelar karyanya pada pameran di sekolahnya. Usai presentasi karyanya, menurut pengakuan orangtuanya, Kenobi makin bangga dan percaya diri.

Nunuk termasuk sedikit seniman yang beberapa kali menyelenggarakan pameran lukisan anak-anak. Menurut Nunuk, setiap anak adalah istimewa, setiap anak berhak mendapatkan hak dasar mereka. Pameran ini juga merupakan salah satu pemenuhan hak anak, yakni mendapatkan penghargaan, berkarya dan berekspresi. Media seni, menurut Nunuk, menjadi terapi yang menyenangkan bagi siapa pun dan juga bagi anak berkebutuhan khusus seperti Kenobi. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here