Desy Gitary Mengungkap Diri Setiap Pukul Tujuh Pagi

0
658

Setiap pagi pukul 07.00, Desy Gitary melakukan aktivitas yang sama, membuat drawing tentang dirinya. Semuanya digoreskan dengan arang di atas kertas (charcoal on paper). Sebagian dilengkapi dengan polesan pastel. Ini dilakukannya selama 31 hari, sejak 9 Oktober sampai 10 November 2016. Hasil karyanya lantas dipamerkan di Ruangdalam Art House, Yogyakarta, dengan tajuk ‘07:00’ pada 17 Desember 2016-15 Januari 2017. Setiap caption karya menginformasikan urutan harinya, selain informasi apa yang sedang terjadi.

Alasan pemilihan waktu pukul tujuh pagi, menurut kurator Bayu Wardhana, tak lepas dari kesibukan Desy sebagai script writer dan host/presenter beberapa program televisi. Setelah beberapa kali berdiskusi, akhirnya 07:00 dijadikan tema pameran tunggalnya, dengan konsepsi aktivitas kreatif selama 31 hari (9/10/16-10/11/16).

'Day15 Kesepian'. Sumber: Katalog pameran
‘Day15 Kesepian’. Sumber: Katalog pameran

Desy, yang belajar secara otodidak, menjadikan dirinya sebagai subjek drawing dalam berbagai aktivitas dan momen. Dalam karya-karyanya kita bisa melihat peristiwa keseharian yang mungkin terkesan sepele. Waxing, berpakaian, melamun, dengar musik India, mau ke kondangan, sampai kaki yang tekena gigitan nyamuk. Ada pula pelukisan psikologis yang sedang menimpanya, seperti kesepian, rasa diabaikan, kangen, bosan. Jika menyimak penjelasan Bayu, apa yang dilakukan Desy sesungguhnya cukup kompleks.

'Day3 Mau ke kondangan'. Sumber: Katalog pameran
‘Day3 Mau ke kondangan’. Sumber: Katalog pameran

Menurut Bayu, proses kreativitas Desy melalui tiga tahap, yakni: Pertama, tahap saturation, yakni pengumpulan fakta-fakta sekaligus sensasi (berkaitan dengan rasa) yang menjadi data awal untuk kemudian digunakan sebagai landasan dalam melahirkan ide-ide baru. Kedua, tahap pengendapan. Semua fakta dan sensasi kemudian diolah dan diperkaya secara instingtif, diolah di area bawah sadarnya secara intuitif. Di ruang endapan inilah tercipta komunikasi antara ide, ego dan superego Desy. Ketiga, tahap illumination. Data yang telah diolah secara mendalam tadi lantas diproyeksikan, diekspresikan melalui drawing.

Yang menarik, menurut Bayu, proses kreatif Desy Gitary ini memiliki tantangan tersendiri, yakni keberanian untuk memasuki lorong “keping-memori” personalnya yang kemudian secara lugas diekspresikan melalui bahasa visual. Dengan kata lain, lanjut Bayu, bagaimana Desy membuka/menjelajahi rangkaian “fenomena-empirik” yang telah dilalui, serta me-recall memori personal. Tinggalan “rasa” dari fenomena tersebut “dilihat-ulang” sebagai sebuah pengalaman estetis yang kemudian diproyeksikan secara estetik (bahasa rupa/visual).

'Day20 Cube Robot'. Sumber: Katalog pameran
‘Day20 Cube Robot’. Sumber: Katalog pameran
'Day16 Sakit pinggang'. Sumber: Katalog pameran
‘Day16 Sakit pinggang’. Sumber: Katalog pameran

Secara artistik, Bayu melihat karakteristik garis pada karya Desy yang selalu hadir dalam karyanya, yakni garis lekuk berganda. Garis yang dianggapnya mencerminkan kemampuan alaminya meskipun kemungkinan tercipta karena kebiasaan. Bayu mendapatkan 6 karya yang ia kelompokkan sebagai karya pokok Desy. Misalnya, ‘Day15 Kesepian’ dan ‘Day16 Sakit Pinggang’. Sedangkan 24 karya lainnya ia letakkan pada generalisasi ‘pengayaan rupa’ yang berbalut dengan imajinasi hingga item-item yang bersifat ‘naif’. Tekanannya lebih pada keselarasan visual yang nantinya diharapkan dapat menjadi cikal bahasa rupa yang “kaya”.

Bayu menilai tiga puluh karya Desy merupakan “gerak tubuh yang berbahasa”. Yakni “ekspresi jiwa yang ditarik dari sebuah pengalaman personalnya yang digubah oleh imajinasi dan diproyeksikan/dicipta/diberi bentuk visual “gerak tubuh” yang simbolis, dan sebagai bahasa ungkap yang bersifat multidimensi/multipersepsi”. Ketiga puluh karya ini kaya akan “bahasa-diri” yang melampaui persoalan bentuk/objek, bahkan menelusuk ke perkara keunikan subjek (-kreator) yang berkelindan dengan waktu.

Bagi galeri Ruangdalam, Desy dipilih untuk berpameran karena kekuatan tekadnya serta keotodidakannya yang merupakan keunikan yang sangat bernilai. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here