Makam Pahlawan Nasional Nyi Ageng Serang Berada di Bukit

0
2775
Lukisan foto diri Nyi Ageng Serang. Foto: A. Sartono
Lukisan foto diri Nyi Ageng Serang. Foto: A. Sartono

Makam pahlawan nasional Nyi Ageng Serang terletak di Dusun Beku, Kelurahan Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi makam ini dapat dijangkau melalui Perempatan Tugu Yogyakarta ke arah barat (Godean)-Perempatan Kenteng-ke arah kanan (utara/arah Muntilan). Ikuti jalan tersebut hingga ditemukan petunjuk arah ke kompleks makam. Jarak makam tersebut dengan Kota Yogyakarta kurang lebih 30 kilometer.

Nyi Ageng Serang yang memiliki nama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi dilahirkan di Serang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada tahun 1762. Sebutan Nyi Ageng Serang dikaitkan dengan desa tempat kelahirannya yaitu Desa Serang yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur (bukan kota Serang di Jawa Barat). Desa Serang menjadi terkenal, semula karena menjadi markas besar perjuangan Natapraja atau Penembahan Natapraja, yaitu rekan perjuangan Mangkubumi dalam Perang Giyanti.

Kompleks makam Nyi Ageng Serang dilihat dari depan: Foto: A. Sartono
Kompleks makam Nyi Ageng Serang dilihat dari depan: Foto: A. Sartono

Ia adalah putri bungsu dari Bupati Serang yang bernama Panembahan Natapraja yang menguasai wilayah terpencil dari Kerajaan Mataram tepatnya di Serang yang sekarang wilayah perbatasan Purwodadi-Sragen. Setelah ayahnya wafat, Nyi Ageng Serang menggantikan kedudukannya. Nyi Ageng Serang juga merupakan salah satu keturunan Sunan Kalijaga, yang juga mempunyai keturunan seorang pahlawan nasional yaitu Suwardi Suryaningrat atau Ki Hajar Dewantara.

Nyi Ageng Serang menikah dengan Pangeran Kusumawijaya. Salah satu putri mereka dinikahkan dengan putra Sultan Hamengku Buwana II dan dari perkawinan tersebut lahirlah Pangeran Aria Papak. Kelak Pangeran Aria Papak ini melanjutkan semangat dan jiwa patriotisme neneknya dengan memimpin pasukan melawan Belanda.

Nisan makam Nyi Ageng Serang di Kalibawang, Kulon Progo. Foto: A. Sartono
Nisan makam Nyi Ageng Serang di Kalibawang, Kulon Progo. Foto: A. Sartono

Pasukan Papak ini dikenal juga dengan nama Pasukan Natapraja dan berjuang di wilayah Serang Purwodadi, Gundih, Demak, Semarang, Kudus, Salatiga, Boyolali, Klaten, dan Magelang. Perjuangan mereka menjadi dukungan penting bagi Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1825-1830). Sekalipun Nyi Ageng Serang saat itu telah berusia 73 tahun namun ia tetap gigih dan semangat mendampingi dan memimpin pasukan. Ia juga menjadi penasihat perang bagi Pangeran Diponegoro.

Nisan dari kerabat dan pengikut Nyi Ageng Serang. Foto: A. Sartono
Nisan dari kerabat dan pengikut Nyi Ageng Serang. Foto: A. Sartono

Nyi Ageng Serang tutup usia pada usia 76 tahun, tahun 1828. Ia kemudian dimakamkan di Beku, sebuah dusun berbukit-bukit yang sejak awal memang telah dipilihnya untuk peristirahatan terakhirnya. Ia memilih tempat tersebut karena tanah di wilayah itu pada masa itu berbau harum. Kompleks makam Nyi Ageng Serang dipugar tahun 1983. Pada saat pemugaran inilah makam suami, ibu, cucu dan yang telah dimakamkan di desa Nglorong, Kabupaten Sragen di pindahkan di tempat ini.

Nyi Ageng Serang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden RI No. 084/TK/1974 pada tanggal 13 Desember 1974. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here