Mengenal Lebih Dekat Museum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

0
2090

Salah satu destinasi wisata di Kota Surakarta atau Solo yang biasa dikunjungi oleh para wisatawan saat liburan Natal dan Tahun Baru adalah Museum Keraton Kasunanan Surakarta. Museum ini terletak di kompleks Keraton Kasunanan, di ujung timur Jalan Brigjen Slamet Riyadi Surakarta, ke selatan menuju Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan. Setelah melewati gerbang utama keraton, tibalah di halaman depan keraton.

Pengunjung berfoto dengan prajurit jaga Keraton Surakarta. Foto: Suwandi
Pengunjung berfoto dengan prajurit jaga Keraton Surakarta. Foto: Suwandi

Para wisatawan yang hendak mengunjungi Museum Keraton Surakarta, bisa membeli tiket di sebelah barat gerbang utama dekat parkir mobil. Tiket masuk museum Rp 10.000 untuk setiap pengunjung berumur 3 tahun ke atas. Tiket masuk juga bisa dibeli di dekat museum, yang pintu masuknya berada di sisi timur keraton.

Koleksi Maklumat Sunan Paku Buwono XII usai Proklamasi Kemerdekaan RI. Foto: Suwandi
Koleksi Maklumat Sunan Paku Buwono XII usai Proklamasi Kemerdekaan RI. Foto: Suwandi

Koleksi pertama yang dipajang di museum tersebut adalah Maklumat Sunan Paku Buwana XII tertanggal 1 September 1945 yang ditujukan kepada kawula (rakyat) Kerajaan Kasunanan Surakarta. Isinya, bahwa Keraton Kasunanan Surakarta menyatakan diri bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Sementara hubungan keraton Kasunanan dengan pemerintah pusat bersifat langsung. Hal ini sama dengan yang diamanatkan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX sebagai Raja Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Kedua keraton tersebut di masa penjajahan Belanda, memiliki hak otonomi mengelola daerah kekuasaannya sendiri-sendiri.

Selain koleksi maklumat, juga dipajang foto Presiden Pertama RI Ir Soekarno, Sri Sultan Hamengkubuwana IX dan Paku Buwana XII. Di dekatnya, juga dipajang silsilah Dinasti Mataram Islam, yang diawali dari Ki Ageng Pemanahan yang menurunkan raja-raja di Kotagede, Plered, Kerta, Surakarta dan Yogyakarta, serta pangeran-pangeran yang mendirikan Puro Mangkunegaran Surakarta dan Puro Pakualaman Yogyakarta.

Sisi Lain Museum Keraton Surakarta. Foto: Suwandi
Sisi Lain Museum Keraton Surakarta. Foto: Suwandi

Sebelum melihat koleksi lainnya yang ditempatkan pada bangunan kuno megah yang berbentuk O ini, biasanya pengunjung diarahkan dulu untuk menuju halaman bangsal Sasana Sewaka. Di tempat ini, pengunjung bisa melihat kemegahan bangunan Sangga Buwana. Bangunan ini diyakini oleh masyarakat sebagai tempat semedi raja ketika hendak bertemu dengan penguasa pantai selatan. Selain itu, pengunjung juga diperlihatkan bangunan megah bangsal Sasana Sewaka, yang sering digunakan untuk menerima tamu-tamu agung di zaman kerajaan dulu. Ada juga lukisan-lukisan raja Keraton Surakarta yang menempel di dinding museum.

Konten Terkait:  Peranan Wanita Menurut Serat Dongeng Randha Darmasari
Koleksi lukisan foto diri para raja Keraton Surakarta. Foto: Suwandi
Koleksi lukisan foto diri para raja Keraton Surakarta. Foto: Suwandi
Bangunan Sangga Buwana Keraton Surakarta. Foto: Suwandi
Bangunan Sangga Buwana Keraton Surakarta. Foto: Suwandi

Setelah itu, pengunjung keluar lagi menuju ruang-ruang yang menyajikan koleksi-koleksi museum. Ruang pertama adalah ruang yang menampilkan foto-foto raja Keraton Kasunanan yang pernah berkuasa. Termasuk pula foto-foto putra Raja Sunan Paku Buwana XII yang berjumlah lebih dari 30 orang. Koleksi unik di ruangan ini adalah Sarajantra, yaitu alat penangkis senjata tikam. Senjata terdiri dari beberapa anak panah (sara), yang dapat berputar (jantra). Pada ujungnya juga ada sebuah tombak yang di kedua sisi bilah terdapat tulisan Arab berbunyi kalimat syahadat. Tulisan tersebut terukir dari bahan emas. Sementara piringan putarnya terdapat tulisan Jawa berbunyi Santasuma, juga terukir dari bahan emas. Senjata ini dibuat semasa Pakubuwana IX berkuasa.

Sementara koleksi lainnya ditempatkan di sepanjang lorong ruangan, ada yang berada di sisi kanan kiri dinding, maupun di tengah ruangan. Ada ratusan koleksi yang bisa memberi pencerahan dan inspirasi pengunjung, karena koleksi bukan hanya semasa pemerintahan Surakarta saja, tetapi juga koleksi-koleksi dari masa pemerintahan sebelumnya, yaitu zaman Keraton Kartasura. Beberapa koleksi yang pantas untuk dilihat dan diabadikan, antara lain, patung, arca, ornamen candi, kereta, senjata, prasasti, miniatur masjid, lara blonyo, peralatan upacara, wayang kulit, dan lain-lain. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here