Tiga Dalang Remaja Luar Biasa Pentas di Tembi

0
667

Tiga Dalang remaja berprestrasi mempertontonkan kemampuannya dalam mendalang wayang kulit purwa di Tembi Rumah Budaya, pada 21 Desember 2016 dengan mengusung cerita Kangsa Adu Jago. Mereka adalah; Ratnanto Adhi Putra Wicaksono siswa SMP Negeri I Pakem Sleman Klas IX, Tahta Harimurti siswa SMA 9 Yogyakarta dan Gregorius Pradana Ardyamukti siswa SMP Yohanes Don Bosco Baciro Yogyakarta. Sejak pukul 21.00 hingga pukul 03.18 mereka secara bergantian tampil maksimal di hadapan ratusan pecinta wayang.

Bersama penonton yang lain, para calon dalang cilik bertahan sampai pagi. Foto: Herjaka
Bersama penonton yang lain, para calon dalang cilik bertahan sampai pagi. Foto: Herjaka

Dalam mengemas sanggit, membawakan cerita, menyampaikan catur, memainkan sabet dan menggarap iringan, yang di ‘sutradarai’ oleh Ki Sumanto Susilomadya, ketiganya menunjukkan sebagai calon-calon dalang berkualitas. Hal tersebut sudah ditengarai dengan beberapa prestasi yang telah diraih oleh ketiganya.

Gregorius Pradana Ardyamukti sedang mengadu Bratasena dan Suratimantra. Foto: A. Barata
Gregorius Pradana Ardyamukti sedang mengadu Bratasena dan Suratimantra. Foto: A. Barata

Ratnanto Adhi Putra Wicaksono misalnya, pernah menjadi juara I Festival Dalang Anak dan Remaja tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Dalem Yudonegaran pada 2012 dan mendapat anugerah kebudayaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2016. Sedangkan Tahta Harimurti, adalah juara 1 Jogja Got Talent di Monumen Serangan Umum1 Maret dan juara 3 festival dalang anak dan remaja tingkat provinsi di Tembi Rumah Budaya tahun 2014. Demikian juga prestasi yang diraih Gregorius Pradana Ardyamukti sebagai juara I Festival Dalang Anak tingkat Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di dalem Yudonegaran dan penyaji terbaik III Festival Dalang Anak Nasional di Universitas Negeri Yogyakarta.

Maka ketika menyaksikan kiprah mereka di bawah lampu blencong yang masing-masing tampil dua kali, sesuai dengan pembagiannya, tidak ada yang tidak kagum dan bangga karenanya. Terlebih kedua orangtua masing-masing yang menunggui hingga usai. Para pemerhati, pecinta serta pelaku budaya khususnya pakeliran wayang kulit boleh berlega hati melihat calon-calon dalang andalan, pasalnya mereka adalah masa depan seni pakeliran pedalangan.

Konten Terkait:  Senirupa Dari Muria Memamerkan Karya Mereka

Lakon Kangsa Adu Jago menceritakan ambisi Kangsadewa untuk merebut tahta Mandura yang masih diduduki oleh Basudewa, ayahnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Kangsa bertekad menyingkirkan anak-anak Basudewa, yang menjadi penghalang keinginannya. Oleh karena ancaman Kangsa, para rajaputra yaitu: Kakrasana, Narayana dan Bratajaya diungsikan dan disembunyikan oleh orang tuanya di Widarakandang.

Ratnanto Adhi Putro Wicaksono, mengawali pagelaran 3 dalang. Foto: A. Barata
Ratnanto Adhi Putro Wicaksono, mengawali pagelaran 3 dalang. Foto: A. Barata

Walaupun hidup dalam pengungsian, ketiga putra raja Mandura tersebut tidak hanya bersembunyi tanpa berbuat apa-apa. Kakrasana dan Narayana justru sering pergi menjalani laku prihatin untuk mencari ilmu. Hasilnya sungguh luar biasa. Kakrasana mendapat Alugara dan Nanggala dan Narayana mendapat Cakra, Kaca Paesan dan Kembang Wijayakusuma. Pusaka-pusaka yang dikemudian hari menjadi andalan sepanjang hidup tersebut menandai buah dari prestasi yang selama ini di jalani.

Jika ketiga anak-anak Basudewa yang dijauhkan dari orangtua saja berprestasi mencapai puncak, tentu saja tidak berlebihan jika kemudian ketiga dalang yang selalu ditunggui sangat dekat serta di dukung oleh orangtua masing-masing, dalam perjalanan hidup nantinya akan mencapai prestasi puncak pula. Menjadi dalang masa depan yang sukses luar biasa, mampu memberi warna jagad pakeliran dan juga jagad yang gumelar untuk memayu hayuning bawana.

Pentas yang dihadiri oleh tamu undangan, budayawan dan pecinta wayang tersebut, merupakan program paguyuban dalang muda Sukrokasih yang bekerjasama dengan Radio MBS, Yogya TV dan Tembi Rumah Budaya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here