Para Perempuan Jawa nan Perkasa

0
548

Perempuan Jawa biasanya digambarkan sebagai perempuan yang lemah lembut, penurut, santun dan tidak boleh memilih. Baik dalam suasana bahagia maupun menderita ekspresi mereka itu tidak boleh terlalu “diperlihatkan” pada orang lain. Cukup disimpan untuk dirinya sendiri. Tetapi dalam kenyataan tidaklah demikian. Banyak perempuan yang cukup perkasa, baik yang berada di depan maupun di balik layar. Mereka bahkan dapat mempengaruhi jalannya roda suatu pemerintahan.

Buku Perempuan Perkasa di Jawa Buku ini memaparkan tentang perempuan-perempuan perkasa di Jawa pada abad XVIII-XIX, terutama dari kalangan priyayi. Jejak mereka bahkan menembus bidang yang dianggap sebagai dunia laki-laki yaitu militer dan politik. Prajurit wanita di Kadipaten Mangkunegaran, prajurit wanita pengikut Pangeran Diponegoro ataupun Nyi Ageng Serang adalah prajurit wanita yang kemampuannya tidak kalah dengan prajurit laki-laki bahkan di medan tempur sekalipun.

Sayangnya, kadang-kadang dengan kedudukan yang dimiliki, mereka melakukan tindakan untuk keuntungan diri sendiri. Misalnya sosok Ratu Kencono Wulan, permaisuri ketiga Sultan Hamengku Buwono II. Sang Ratu menjelma menjadi seorang fisrt lady yang luar biasa rakus. Dia memanfaatkan posisinya sebisa mungkin untuk meraup keuntungan. Misalnya, Ratu Kencono Wulan bersedia mempertemukan dan mempermudah negosiasi dengan sultan asal mendapat bagian atau fee dalam jumlah tertentu.

Pengaruh lain wanita tampak dalam budaya ngenger, yaitu menitipkan anak pada keluarga lain (tentu saja yang derajat sosialnya lebih tinggi) agar si anak belajar pada keluarga tersebut dan kelak mempunyai derajat yang tinggi pula. Dalam buku ini Pangeran Diponegoro adalah contoh anak yang sejak kecil sudah dititipkan pada neneknya permaisuri Hamengku Buwono I. Didikan neneknya ini sangat berpengaruh sekali pada kepribadian Pangeran Diponegoro.

Buku ini memang sangat sederhana dan singkat dalam menggambarkan perempuan-perempuan yang dianggap perkasa di Jawa abad XVIII-XX. Tapi dalam gambaran yang singkat tersebut, kita tahu bahwa perempuan pun mempunyai suatu kemandirian dan “nilai tawar” sehingga tidak dapat dianggap remeh.

  • Buku Perempuan Perkasa di Jawa Judul:
    Perempuan-perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII – XIX
  • Penulis:
    Peter Carey, Vincent Houben
  • Penerbit:
    KPG, 2016, Jakarta
  • Bahasa:
    Indonesia
  • Jumlah halaman:
    xiv + 112

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here