Mereka Menjalani Ujian yang Menyenangkan

0
721

Sanggar Tari Anak Tembi (STAT) kembali menggelar ujian dalam wujud pementasan tari oleh anak didiknya. Seperti semester sebelumnya, ujian sekaligus pementasan ini dilaksanakan di Pendapa Yudanegaran Tembi Rumah Budaya. Untuk akhir tahun 2016 ini ujian dilaksanakan hari Jumat, 16 Desember 2016.

Tari Sari Kusuma oleh para siswi STAT. Foto: A. Sartono
Tari Sari Kusuma oleh para siswi STAT. Foto: A. Sartono

Ada 90 orang siswa dari total siswa sejumlah 120 orang yang mengikuti ujian tari. Sedangkan materi atau jenis tari yang diujikan adalah Tari Prawira, Tari Bebek, Tari Turangga, Tari Kipas, Tari Yapong, Tari Sari Kusuma, dan Tari Margapati.

STAT yang mulai berdiri sejak 2010 ini diasuh oleh beberapa guru/pelatih tari yakni Made Dyah Agustina SPd MSn, Ni Luh Putu WA SPd, Nyoman Wira Swastiningrum, dan Alin Riski SPd. Mereka merupakan guru tari yang berpengalaman dan pernah melakukan pementasan tari di manca negara. Sedangkan para siswa tari STAT tidak saja berkutat di Tembi tetapi mereka juga dilibatkan dalam banyak kegiatan di luar Tembi seperti dalam Jogja International Street Performance (JISP), Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), Bantul Ekspo, berbagai lomba tari, dan lain-lain.

Para penari Tari Marga Pati dari STAT. Foto: A. Sartono
Para penari Tari Marga Pati dari STAT. Foto: A. Sartono

Ujian sekaligus pentas di Pendapa Yudanegaran Tembi oleh STAT ini merupakan ajang pengukuran terhadap penguasaan (skill) siswa atas materi tari yang mereka pelajari selama ini. Aspek proses dan progres dalam belajar atau latihan tari merupakan sesuatu yang penting sehingga pada tahapan atau proses tertentu siswa tidak lagi sekadar menghafalkan gerak tari namun menyatu dengan gerak itu. Dengan demikian siswa dapat menari dengan mengalir, hidup, dan tubuh pun menjadi lebih peka atas gerak-gerak tari yang dipelajari. Demikian antara lain sambutan Anindya Barata selaku Kepala Urusan Budaya di Tembi Rumah Budaya.

Para penari Yapong dari STAT. Foto: A. Sartono
Para penari Yapong dari STAT. Foto: A. Sartono

Ujian sekaligus pementasan ini juga merupakan ajang unjuk keberanian tampil di muka umum. Hal ini menjadi penting mengingat anak-anak umumnya malu atau kurang berani tampil di muka umum. Kekeliruan dalam menunjukkan gerak tari bukan persoalan yang perlu dirisaukan mengingat semuanya masih terus berproses dan berlatih. Lebih-lebih mereka umumnya masih kanak-kanak. Bahkan siswa termuda dari STAT ada yang masih berusia tiga tahun. Pada sisi ini pula para orang tua boleh dan sudah sepantasnya bangga atas kiprah putra-putrinya. Atas keajaiban pertumbuhan mereka dalam segala aspek yang sering tidak mereka duga.

Tari Turangga oleh siswa-siswi STAT Tembi Rumah Budaya. Foto: A. Sartono
Tari Turangga oleh siswa-siswi STAT Tembi Rumah Budaya. Foto: A. Sartono

Perlu diketahui bahwa SPP atau biaya kursus tari di STAT hanya Rp 25.000 per bulan. Harga yang ringan mendapatkan keterampilan, pengetahuan, dan pengembangan diri melalui tari. Seperti diketahui, belajar tari tidak hanya belajar gerak namun juga belajar tata rias, tata busana, tata laku, tata krama, dan lain-lain yang akan tidak saja akan membentuk struktur tubuh menjadi bagus, namun juga membentuk watak dan karakter yang baik pula. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here