Unjuk Karya Hasil Nyantrik pada Maestro Ditampilkan di Tembi

0
624

Guna mewujudkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai pusat pendidikan berbasis budaya Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY menyelenggarakan kegiatan yang disebut Belajar Bersama Maestro.

Untuk itu diseleksilah pelajar mulai dari SD-SMA/SMK. Sepuluh siswa dari berbagai sekolah kemudian diserahkan ke berbagai sanggar di DIY untuk dibina sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing. Ada sekitar 20-22 kali pelatihan yang harus mereka ikuti di berbagai sanggar tersebut. Hasil pelatihan ini kemudian dipresentasikan di Pendapa Yudanegaran, Tembi Rumah Budaya pada Rabu malam, 14 Desember 2016.

Fragmen Senggana Duta dari Siswa Siswi yang Sebelumnya Belajar Tari di Sanggar Tari Suryo Kencono. Foto: A. Sartono
Fragmen Senggana Duta dari Siswa Siswi yang Sebelumnya Belajar Tari di Sanggar Tari Suryo Kencono. Foto: A. Sartono

Penampil pertama adalah siswa-siswa yang berada di bawah pembinaan Paguyuban Tari Suryo Kencono dengan pimpinan Kadaryati Jiwandono. Mereka menampilkan fragmen tari berjudul Srikandi-Suryodewati. Basis karya ini adalah tari klasik gaya Yogyakarta.

Penampil kedua adalah siswa-siswa di bawah asuhan Sanggar Tari Anak Tembi dengan pimpinan Made Dyah Agustina. Penampil kedua mempresentasikan karya tari bertema Jogja Smart City. Basis dari tari ini adalah kreasi atau kontemporer.

Tari Jogja Smart City dari siswa-siswi yang nyantrik di Sanggar Tari Anak Tembi. Foto: A. Sartono
Tari Jogja Smart City dari siswa-siswi yang nyantrik di Sanggar Tari Anak Tembi. Foto: A. Sartono

Penampil kedua disusul penampil ketiga di bawah asuhan Sanggar Pedalangan Pengalasan Gunung Kidul di bawah pimpinan Slamet Haryadi. Siswa-siswi di bawah asuhan sanggar ini menampilkan pertunjukan wayang kulit durasi singkat dengan lakon Rebutan Kikis Tunggarana.

Penampilan siswa yang belajar di Sanggar Pengalasan Gunung Kidul. Foto: A. Sartono
Penampilan siswa yang belajar di Sanggar Pengalasan Gunung Kidul. Foto: A. Sartono

Penampil keempat di bawah asuhan Yayasan Tari Siswa Among Beksa yang dipimpin oleh KPH Pujaningrat. Mereka menampilkan karya Tari Persembahan dan Fragmen Senggana Duta. Basis dari tarian ini adalah tari klasik gaya Yogyakarta.

Penampil kelima yang berada di bawah asuhan Mila Art Dance School, yang dipimpin Mila Rosinta Totoatmojo SSn Msn menyuguhkan tari bertemakan Batik. Tari batik ini berbasiskan pada tari kreasi/kontemporer.

Tari Batik dari para siswi yang belajar di Mila Art Dance School. Foto: A. Sartono
Tari Batik dari para siswi yang belajar di Mila Art Dance School. Foto: A. Sartono

“Saya bangga karena anak-anak muda Yogyakarta mau belajar tari baik klasik maupun kontemporer. Jika bukan kita sendiri yang peduli terhadap seni budaya kita lalu siapa lagi. Jika bukan sekarang lalu kapan lagi ?” tutur Kadaryati Jiwandono ketika diminta menyampaikan kesan dan pesannya oleh MC.

Konten Terkait:  Goro-Goro Teater Koma Suarakan Segudang Pesan untuk Direnungkan Milenial

“Menyatukan gerak dan gaya tari anak-anak yang berasal dari berbagai latar belakang dan karakter bukan perkara mudah, namun dengan pelatihan ternyata hal itu bisa dilakukan,” ujar Made Dyah Agustina selaku pimpinan Sanggar Tari Anak Tembi.

Tari persembahan dari para siswi yang belajar di Sanggar Tari Suryo Kencono. Foto: A. Sartono
Tari persembahan dari para siswi yang belajar di Sanggar Tari Suryo Kencono. Foto: A. Sartono

Secara umum siswa-siswi yang nyantrik di berbagai sanggar itu mampu mempresentasikan hasil nyantriknya dengan cukup memuaskan. Kekurangan tentu ada, namun hal itu adalah bagian dari proses menuju ke kebaikan dan penyempurnaan. Langkah masih panjang. Ibarat batu akik yang baik, mereka perlu terus dibina, digosok agar lebih cemerlang lagi di masa depan.

Disdikpora DIY sendiri tidak hanya menyelenggarakan program Belajar Bersama Maestro untuk urusan seni budaya, namun juga di bidang iptek, olahraga dan lain-lain. Diharapkan dengan program-program tersebut dapat lahir generasi muda yang sungguh mumpuni di bidangnya masing-masing dan demikian semakin harum dan besarlah nama bangsa kita di mata dunia.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here