Tinta Tari # 4: Eksplorasi Gerak Tari yang Tidak Terbatas

2
972

Sebuah komunitas tari yang menamakan diri Mila Art Dance pada hari Sabtu malam, 10 Desember 2016 mempresentasikan aneka kreasi tari di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri Universitas Gadjah Mada (PKKH UGM). Mila Art Dance yang terbentuk tahun 2012 merupakan komunitas tari yang terdiri dari sekumpulan seniman wanita yang terbentuk karena adanya kesamaan visi, misi, dan tujuan yang sama, yakni berkarya sampai kapan pun dan membuka wadah berkesenian untuk siapa pun yang ingin berkarya. Sebagai bentuk apresiasi yang tinggi terhadap dunia kesenian Mila Art Dance juga membentuk sebuah wadah berkesenian yang dinamakan Tinta Tari.

Karya tari bertema Lost oleh Citra Pratiwi dalam Tinta Tari # 4 di PKKH UGM. Foto: A. Sartono
Karya tari bertema Lost oleh Citra Pratiwi dalam Tinta Tari # 4 di PKKH UGM. Foto: A. Sartono

Tinta Tari memiliki makna yakni sebuah konsepsi yang disalurkan melalui tubuh, melalui proses pencarian gerak atau ide yang diekspresikan menjadi sebuah tari sebagai media berkomunikasi. Presentasi tari dari Tinta Tari biasanya diselenggarakan enam bulan sekali. Untuk presentasi tari di PKKH UGM kali ini merupakan Tinta Tari yang ke-4.

Tinta Tari yang pertama bertemakan Tabungan Tubuh, yang ke-2 bertemakan Bergerak Dalam Diam, yang ketiga bertemakan Tubuh Tumbuh, dan yang ke-4 kali ini bertemakan Merangkai Jiwa dalam Satu Nafas. Tema keempat ini memiliki makna bahwa setiap karakter dan identitas yang berbeda yang dimiliki para seniman dapat disatukan dalam rasa dalam satu rangkaian gerak tari. Mila Art Dance percaya bahwa dengan keberagaman karakter dan identitas yang dimiliki oleh para seniman dapat menambah khasanah kebudayaan.

Karya tari bertema Wayang Tapel oleh I Putu Bagus Bang Sada Graha Saputra dalam Tinta Tari # 4 di PKKH UGM. Foto: A. Sartono
Karya tari bertema Wayang Tapel oleh I Putu Bagus Bang Sada Graha Saputra dalam Tinta Tari # 4 di PKKH UGM. Foto: A. Sartono
Penampilan tari nRatap Bumi dalam Tinta Tari # 4 di PKKH UGM. Foto: A. Sartono
Penampilan tari nRatap Bumi dalam Tinta Tari # 4 di PKKH UGM. Foto: A. Sartono

Para pengisi acara dalam Tinta Tari # 4 ini adalah Gandung Jatmiko (Yogyakarta) dengan Tari Beskalan, Qolbi (Riau) dengan judul karya tari nRatap Bumi, I Putu Bagus Bang Sada Graha Saputra (Bali) dengan judul karya tari Wayang Tapel, Mila Art Dance (Yogyakarta) dengan judul karya tari Dimensi Paralel, Citra Pratiwi (Yogyakarta) dengan judul karya tari Lost, Para Pemburu Panggung (Bandung) dengan judul karya tari Body Connection, Gandara Art Community (Solo) dengan judul karya tari Tak Lela Ledhung, SAC (Yogyakarta) dengan judul karya Tari Toy Story.

Konten Terkait:  Setelah 35 Tahun Rolland Kembali Pentas
Seluruh penampil muncul di panggung seusai acara dalam Tinta Tari # 4 di PKKH UGM. Foto: A. Sartono
Seluruh penampil muncul di panggung seusai acara dalam Tinta Tari # 4 di PKKH UGM. Foto: A. Sartono

Semua tari yang dipresentasikan, merupakan bentuk eksplorasi gerak tari kontemporer kecuali Tari Beskalan. Hal ini barangkali menjadi sesuatu suguhan tari yang begitu menarik bagi apresian mengingat apresian pertunjukan Mila Art Dance di PKKH UGM ini hampir 90 prosen terdiri dari anak-anak muda. Eksplorasi gerak tubuh yang menjadi komposisi tari dengan segala kemungkinan gerak dan cerita menjadi sesuatu yang tampak terus untuk ditemukan kemungkinan-kemungkinannya. Demikian pun dengan kostumnya. Pada sisi ini sesungguhnya dapat disimak bahwa gerak tubuh jika terus digali, dieksplorasi bisa memunculkan komposisi tari dengan segala kisahnya yang barangkali memang menjadi tidak terbatas dan tidak ada habisnya.(*)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here