Pamer Mesin Jahit dan Mode Lama: Menjahit Kenangan Masa Lalu

0
940

Bentara Budaya Yogyakarta dalam waktu-waktu tertentu selalu konsisten memamerkan benda-benda kuno sekaligus menuliskan latar belakang sosio historisnya. Untuk tanggal 3-10 Desember 2016 BBY menggelar pameran Mesin Jahit dan Mode Lama dengan tema Jahit. Ada 25 mesin jahit untuk kain dan 4 mesin jahit untuk sepatu lama serta beberapa mesin jahit mainan dan miniatur yang dipamerkan. Ada pula mesin jahit mini yang hanya berbobot 1 kilogram, tetapi ada juga yang berbobot mencapai 300 kilogram. Mesin jahit lama yang dipamerkan ini sebagian besar sudah tidak berfungsi.

Foto gadis-gadis Jawa dengan mode waktu itu (tahun 1932). Foto: A. Sartono
Foto gadis-gadis Jawa dengan mode waktu itu (tahun 1932). Foto: A. Sartono

Munculnya mesin jahit tidak terlepas dari kebutuhan manusia akan pakaian yang merupakan kebutuhan pokok kedua setelah pangan. Pada awalnya pakaian terbuat dari kulit kayu, kulit binatang, dan dedaunan. Teknologi jarum yang digunakan untuk menjahit pakaian telah ditemukan pada 20.000 tahun yang lampau. Jarum ini terbuat dari tulang binatang yang pada bagian pangkalnya dilubangi untuk memasukkan benang (tali) dan berujung runcing.

Kondo Sewing Machine DN-1 (Tahun tidak diketahui) koleksi Agus, Solo. Foto: A. Sartono
Kondo Sewing Machine DN-1 (Tahun tidak diketahui) koleksi Agus, Solo. Foto: A. Sartono

Pada abad ke-14 jarum logam ditemukan. Mulai saat itulah era jahit-menjahit dimulai. Tahun 1850-an Elias Howe menciptakan mesin jahit, maka sejak itu pakaian mulai dibuat dengan menggunakan mesin jahit. Oleh karena itu pula pada tahun 1860-an perusahaan-perusahaan mesin jahit berlomba-lomba memproduksi mesin jahit yang dipandang mudah digunakan manusia. Pada masa-masa awal mesin jahit yang disebut onthel (digerakkan dengan tangan) yang banyak diproduksi. Bentuk mesin jahit onthel adalah portable sehingga mudah dibawa.

Dalam perkembangannya muncul juga mesin jahit yang menggunakan tenaga kaki untuk menggerakkan putaran gigi mesin jahit. Pada gilirannya mesin jahit juga menggunakan daya listrik untuk menggerakkannya. Bergairahnya produksi mesin jahit memunculkan aneka merek mesin jahit. Di Indonesia setidaknya dikenal merek-merek seperti Singer, Paff, Mouser Specia, Miyake, Gritzner-Durlach, Butterfly yang diproduksi di Belanda, Jerman, dan Jepang.

Dengan pameran ini pengunjung seperti diajak mengenangkan masa lalu, bagaimana mesin-mesin itu bergerak dan kemudian menghasilkan mode pakaian para nenek dan kakek kita. Untuk itu pula pameran ini selain memajang aneka model dan ukuran mesin jahit lama juga menampilkan model-model masa lalu pada kisaran tahun 1880 dan 1949. Bagaimanapun mesin jahit dan mode pakaian tidak bisa dipisahkan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here