Siraman Alat Musik Prajurit Keraton Yogyakarta

0
1059

Upacara Garebeg merupakan puncak dari serangkaian Upacara Sekaten yang diselenggarakan oleh keraton-keraton di Jawa, salah satunya adalah Keraton Yogyakarta. Untuk menyambut Upacara Sekaten ini biasanya dirayakan atau dilengkapi dengan pasar malam, yang biasanya dilaksanakan selama sebulan penuh. Selain itu, untuk mempersiapkan prosesi gunungan dalam Upacara Garebeg, semua peralatan untuk keperluan itu disiapkan. Salah satunya adalah alat-alat musik yang akan digunakan oleh semua bregada (pasukan) prajurit Keraton Yogyakarta.

Alat musik berupa bende untuk prajurit Keraton Yogyakarta sedang dibersihkan. Foto: A. Sartono
Alat musik berupa bende untuk prajurit Keraton Yogyakarta sedang dibersihkan. Foto: A. Sartono

Pembersihan atau siraman alat musik ini biasanya dilakukan sehari sebelum acara Miyos Gangsa atau keluarnya gamelan Sekaten dari kompleks Keraton Yogyakarta menuju Pagongan Lor dan Pagongan Kidul yang terletak di depan Masjid Agung Kauman Yogyakarta. Untuk bulan Mulud ini siraman yang dimaksud dilaksanakan hari Minggu, 4 Desember 2016.

Siraman alat musik ini dilakukan di salah satu ruangan di kompleks Kantor Tepas Keprajuritan Yogyakarta. Pembersihan atau siraman alat-alat musik ini dilakukan pada pagi-siang hari dengan harapan pembersihan dapat dilakukan dengan cermat, teliti, dan alat segera kering untuk kemudian disimpan kembali dalam kondisi baik dan siap pakai di hari berikutnya.

Alat musik berupa terompet untuk prajurit Keraton Yogyakarta sedang dibersihkan. Foto: A. Sartono
Alat musik berupa terompet untuk prajurit Keraton Yogyakarta sedang dibersihkan. Foto: A. Sartono

Mengingat bahwa Upacara Garebeg dilaksanakan tiga kali setahun yakni pada tanggal 12 bulan Mulud (bulan ketiga) dalam kalender Jawa, tanggal 1 Sawal (bulan ke sepuluh), dan tanggal 10 bulan Besar, maka pembersihan atau siraman alat-alat musik ini juga dilakukan sebanyak tiga kali dalam setahun. Hal ini sebenarnya merupakan bagian dari perawatan rutin alat-alat yang digunakan oleh para prajurit keraton, utamanya alat-alat musik.

Alat musik berupa tambur untuk prajurit Keraton Yogyakarta sedang dibersihkan. Foto: A. Sartono
Alat musik berupa tambur untuk prajurit Keraton Yogyakarta sedang dibersihkan. Foto: A. Sartono

Jenis alat-alat musik yang dibersihkan tersebut yaitu tambur, bende, terompet, dan kecer. Untuk alat musik tambur biasanya akan diperiksa ikatan tali di sekeliling tabung (tubuh) tambur yang merentangkan membrannya. Membran pun diperiksa apakah masih utuh dan bisa menghasilkan bunyi yang baik atau tidak, dan logam yang menjadi tabung (tubuhnya). Untuk semua alat yang telah disebut yang semuanya terbuat dari logam akan digosok dengan obat tertentu sehingga logam menjadi mengkilat.

Pembersihan alat-alat secara rutin ini penting karena ini merupakan bagian dari perawatan. Kealpaan memeriksa alat akan mengakibatkan pekerjaan berpawai atau mengiringi prosesi kirab gunungan Garebeg maupun Boyong dan Kondur Gangsa akan mengecewakan. Bisa dibayangkan bila dalam kirab yang disaksikan ribuan orang itu tiba-tiba tali perentang membran tambur putus atau semua peralatan kelihatan kusam, kotor, dan bahkan karatan. Selain alat-alat musik yang mendapatkan siraman atau dibersihkan secara rutin, semua alat untuk prosesi juga dibersihkan dan dibenahi meskipun harinya tidak tertentu.

Kirab Prajurit Patangpuluh dengan alat musiknya di bagian depan. Foto: A. Sartono
Kirab Prajurit Patangpuluh dengan alat musiknya di bagian depan. Foto: A. Sartono

Barangkali pembersihan alat-alat semacam ini bisa dikemas pula dalam upacara tertentu sehingga bisa juga menjadi suguhan atau atraksi budaya yang bisa menarik perhatian banyak orang. Bagaimanapun alat-alat semacam itu tidak semua orang mengenalnya, tapi tidak semua orang juga tahu bagaimana cara merawat dan membunyikannya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here