Candi Banyunibo Candi Budha yang Dikelilingi Bukit

0
543

Candi Banyunibo merupakan kompleks percandian yang terletak di Dusun Cepit, Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Lokasi candi ini tepatnya berada di sisi selatan-timur kompleks Candi Ratu Boko. Candi ini didirikan di dataran yang dikelilingi oleh bukit di sisi utara, timur, dan selatan.

Candi Banyunibo dengan latar depan jembatan untuk masuk. Foto: A. Sartono
Candi Banyunibo dengan latar depan jembatan untuk masuk. Foto: A. Sartono

Candi ini ditemukan kembali dalam keadaan runtuh pada bulan November tahun 1940 yang kemudian ditindaklanjuti dengan penelitian yang berhasil menyusun kembali bagian atap dan pintu candi pada tahun 1942. Pemugaran candi dapat diselesaikan tahun 1978. Candi Banyunibo terdiri atas satu candi induk dan enam buah candi perwara. Tiga buah candi perwara berada di sisi selatan dan tiga buah yang lain berada di sisi timur candi induk.

Candi induk Banyunibo menghadap ke arah barat. Pada bagian kanan dan kiri tangga terdapat pipi tangga. Pada pipi tangga tersebut terdapat relief atau pahatan tokoh-tokoh yang belum dapat diketahui identitasnya. Pada bagian ambang pintu masuk terdapat hiasan kalamakara, sedangkan pada bagian ujung pipi tangga terdapat hiasan makara yang berakhir dengan relief seekor singa.

Puing batuan candi perwara di kompleks Candi Banyunibo. Foto: A. Sartono
Puing batuan candi perwara di kompleks Candi Banyunibo. Foto: A. Sartono

Tubuh candi berbentuk tambun dan pada bagian dinding penampil sebelah selatan terdapat relief seorang wanita yang dikerumuni anak-anak, sedangkan relief di dinding utara menggambarkan seorang pria dalam posisi duduk. Candi Banyunibo mempunyai ukuran 15,325 m x 14,25 m dengan tinggi 14,25 m. Tinggi kaki candi adalah 2,5 m. Masing-masing sudut candi terdapat jaladwara yang berfungsi sebagai saluran air hujan.

Pada masing-masing kaki candi ini terdapat panel-panel (bidang) yang berisi hiasan tumbuh-tumbuhan yang keluar dari pot-pot bunga yang berbentuk seperti sandaran lampu duduk, pinggan, wortel, dan siput yang dianggap sebagai lambang kesuburuan atau kehidupan. Di atas kaki candi terdapat selasar tanpa pagar langkan yang berfungsi sebagai jalan untuk mengelilingi candi.

Profil Candi Banyunibo dilihat dari arah barat. Foto: A. Sartono
Profil Candi Banyunibo dilihat dari arah barat. Foto: A. Sartono

Pada Candi Banyunibo terdapat pula relief-relief yang menggambarkan Hariti, yakni Dewi Kesuburan dalam agama Budha, dan Vaisravana (suaminya). Selain itu ada pula relief tokoh Kuwera.

Di dalam tubuh Candi Banyunibo terdapat bilik yang berukuran 6,875 m x 4,5 m dengan bagian dinding terdapat jendela-jendela yang pada bagian atasnya berpilaster. Atap Candi Banyunibo bagian bawah berbentuk daun bunga padma (ghanta) yang di atasnya diletakkan puncak atap berbentuk stupa terdiri dari prasadha, harmika, dan yasti, yang menandakan bahwa Candi Banyunibo adalah candi bercorak Budha.

Relief Dewi Hariti di Candi Banyunibo. Foto: A. Sartono
Relief Dewi Hariti di Candi Banyunibo. Foto: A. Sartono

Pada bagian dinding penampil sebelah selatan dipahatkan relief seorang tokoh wanita yang disebut sebagai Dewi Hariti. Relief ini menggambarkan anak-anak yang memanjat sebatang pohon dan Dewi Hariti yang dikerumuni anak-anak. Dewi Hariti dalam agama Budha dianggap sebagai manifestasi dari Dewi Kesuburan. Namun ada pula yang menganggapnya Dewi Ibu atau Dewi Kekayaan. Dewi ini selalu digambarkan dengan genital yang menonjol dan diikuti oleh anak-anaknya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here