Menakjinggo Mertikali Supaya Orang Hidup Bersih dan Jaga Lingkungan

0
950

Apa yang terjadi jika pada awal sebuah adegan penonton sudah dikondisikan pada suasana dan pengertian tertentu. Contohnya, dalam pertunjukan ketoprak komedi dengan lakon Menakjinggo Mertikali yang diselenggarakan oleh BLH DIY di Lapangan Winongo, Glondong, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Jumat, 18 November 2016.

Adegan Damarwulan berpamitan kepada Kencana Wungu dalam Ketoprak Komedi lakon Menakjinggo Mertikali. Foto: A. Sartono
Adegan Damarwulan berpamitan kepada Kencana Wungu dalam Ketoprak Komedi lakon Menakjinggo Mertikali. Foto: A. Sartono

Pada adegan awal sudah diwacanakan bahwa Damarwulan yang diutus untuk memperingatkan Menakjinggo adalah ksatria yang tampan, berbadan langsing, berkulit kuning, bertutur kata lembut halus, penuh sopan santun, dan sebagainya ternyata ketika tampil di panggung sosoknya berkebalikan dengan itu semua. Penonton tertawa karena horizon harapannya dijungkalkan dengan kenyataan bahwa Damarwulan ternyata berbadan gemuk sekali, berkulit cokelat tua, berkata halus namun amat sangat lebay, dan bertindak serba wagu (tidak luwes/pantas).

Ketoprak Komedi yang dimainkan oleh grup Angkringan TVRI dengan bintang tamu Den Baguse Ngarso (Drs. Susilo Nugroho) ini sejak awal pertunjukan sudah mengocol perut penonton. Ada pun para pemain yang terlibat dalam pertunjukan ini adalah sebagai berikut: Menakjinggo (Drs. Susilo Nugroho/Den Baguse Ngarso), Damarwulan (Wira Adritama/Prawiro), Sabdo Palon (Drs. Prigel/Dalijo), Nayagenggong (Ari Purnomo/Sentul Kenyut), Anjasmara (Herdina Anna Lutfiani/Trinil), Waita (Yuningsing/Yu Beruk), Puyengan (Rini Widyastuti), Dayun (Rio Pujangkoro/Srundeng), Nyai Dayun (Theresia Wulandari/Yu Sothil), dan Pamengger (M.Sugiyarto/Ngadino).

Menakjinggo diancam dengan gada oleh Damarwulan. Foto: A. Sartono
Menakjinggo diancam dengan gada oleh Damarwulan. Foto: A. Sartono

“Di Bantul ada wilayah yang orangnya semuanya pinter,” kata Sabdo Palon (Dalijo/Drs. Prigel) kepada Nayagenggong (Sentul Kenyut/Ari Purnomo). “Apa itu?” “Kecamatan Pundong. Pun dong.” (pun berarti sudah dan dong berarti mengerti/paham).

“Ada juga kampung yang warganya semuanya kuat,” kata Nayagenggong tidak mau kalah. “Apa itu ?” “Dongkelan. Karena setiap hari dongkel-dongkel, maka orangnya kuat-kuat.”

Menakjinggo memasuki taman untuk merayu Waita dan Puyengan. Foto: A. Sartono
Menakjinggo memasuki taman untuk merayu Waita dan Puyengan. Foto: A. Sartono

Ada sekian banyak joke dan lawakan yang mewarnai seluruh adegan sehingga semua penonton direntangkan dalam suasana tertawa dan tersenyum nyaris tanpa jeda. Iringan untuk ketoprak ini merupakan perpaduan instrumen musik barat dan gamelan. Demikan pula aransemen lagu maupun syairnya merupakan perpaduan dari keduanya. Semua pengiring juga berpakaian ala ketoprak dan sewaktu-waktu bisa tampil sebagai kawula atau prajurit.

Lakon Menakjinggo Mertikali mengisahkan tentang Raden Damarwulan yang diutus oleh Kerajaan Majapahit untuk menyadarkan Adipati Menakjinggo yang melarang semua warganya untuk membuat MCK (mandi, cuci, kakus) dan tempat sampah. Menakjinggo memerintahkan semua rakyatnya agar BAB dan buang sampah di sungai saja, karena sudah dilakukan sejak nenek moyang mereka.

Sabdo Palon dan Nayagenggong terkejut karena ternyata Damarwulan tidak seperti yang dibayangkan. Foto: A. Sartono
Sabdo Palon dan Nayagenggong terkejut karena ternyata Damarwulan tidak seperti yang dibayangkan. Foto: A. Sartono

Menakjinggo menampik peringatan Damarwulan. Oleh karena itu terjadilah perang dan Menakjinggo kalah. Kekalahan ini mengakibatkan Menakjinggo mau memathui perintah dari Majapahit. Sejak itulah kemudian warga Blambangan diminta untuk membuat sarana MCK dan bak sampah. Kesehatan warga Blambangan pun menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Lakon yang dibawakan ini memang tidak sama dengan cerita Damarwulan-Menakjinggo pada umumnya, penulis naskah berusaha membuat cerita dengan muatan-muatan aktual tentang merti kali. Arahannya agar semua bisa terhibur dan memberi penyadaran tentang kebersihan dan kelestarian lingkungan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here