Batavia Madriga Singers Sabet Juara Umum di Spanyol

0
507

Di bawah pimpinan konduktor Avip Priatna, Paduan Suara Batavia Madriga Singers (BMS) kembali menambahkan daftar prestasi sekaligus mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. BMS menjadi juara umum di ajang kompetisi paduan suara internasional 48th Tolosa Choral Contest di Kota Tolosa, Spanyol yang diadakan pada tanggal 28 Oktober – 1 November 2016.

BMS tampil membawakan lagu Benggong yang berasal dari daerah Manggarai, NTT dan lagu Hentakan Jiwa yang diaransemen oleh komposer muda Ken Steven. Tampil dengan kostum bernuansa NTT, Penampilan ini dilengkapi dengan tarian hasil koreografi dari Sonja Simanjuntak yang berhasil mendapatkan perhatian para juri. Selain Juara Umum, BMS juga berhasil meraih Juara Pertama kategori Polyphony serta Juara Pertama kategori Basque Songs & Popular Music /Folklore di ajang kompetisi tersebut.

Batavia Madriga Singer bersama Avip Priatna dan bukti prestasi mereka. Foto: image dynamics
Batavia Madriga Singer bersama Avip Priatna dan bukti prestasi mereka. Foto: image dynamics

Selain dari Indonesia, kompetisi di Tolosa tahun ini diikuti oleh 20 paduan suara dari 14 negara lain, yaitu Norwegia, Taiwan, Lituania, Kolombia, Slovenia, Italia, Jerman, Kuba, Spanyol, Hungaria, Belanda, Latvia, Inggris, Swedia. Deretan penghargaan yang berhasil diraih ini menunjukkan bahwa Indonesia telah diakui mempunyai kemampuan yang patut diperhitungkan dalam dunia paduan suara internasional.

Selain lagu-lagu Indonesia, BMS juga membawakan lagu-lagu lainnya, antara lain Canticum Novum karya Ivo Antognini, Et J’aime Uniquement karya Jesús Egiguren, Ehre Sei Gott in der Höhe karya Felix Mendelssohn, Xoxo Beltz Bat Banuen karya Karlos Gimenez dan Wade in de water karya Allen Koepke. Selain itu, BMS juga membawakan lagu Soir D’ete karya komposer Belanda Henk Badings dan medley lagu pop I love you – What a Wonderful World karya arransemen komposer Amerika Craig Hella Johnson yang mana keduanya diiringi oleh pianis Stephanie Onggowinoto.

“Saya merasa terharu karena BMS dan Indonesia bisa mengukir sejarah sebagai paduan suara Indonesia pertama yang meraih juara umum di kompetisi Tolosa ini karena untuk menjadi peserta saja, ada seleksi ketat yang ditetapkan oleh penyelenggara dan mereka tidak sembarangan dalam menerima paduan suara yang berpartisipasi pada kompetisi ini. Seluruh peserta Tolosa Choral Contest ini adalah hasil saringan terbaik dan saya tak mampu melukiskan kebanggaan saya ketika BMS berhasil mengharumkan nama Indonesia di kompetisi ini,” ujar Avip Priatna, Direktur Musik The Resonanz Music Studio dalam konferensi pers baru-baru ini di Balai Restital Kertanegara.

Prestasi yang membanggakan ini mendapat apresiasi dari Bakti Budaya Djarum Foundation yang mempunyai misi meningkatkan kecintaan dan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia, mendukung insan kreatif untuk terus berkarya, menggali potensi, mengembangkan dan melestarikan keindahan, serta keragaman budaya Indonesia.

Konten Terkait:  Saksi Bisu Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya
Penampilan BMS. Foto: image dynamics
Penampilan BMS. Foto: image dynamics

Kemenangan yang diraih oleh Batavia Madrigal Singers ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki bakat-bakat luar biasa yang mampu memukau para juri dan berhasil meraih juara umum di kompetisi 48th Tolosa Choral Contest mengalahkan negara lainnya.

“Kelompok ini menunjukkan semangat harmoni dalam keberagaman yang dilihat dari anggotanya yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, usia dan pekerjaan, seperti ibu rumah tangga, marketing manager, guru, IT programmer, mahasiswa, dan lain sebagainya. Kecintaan mereka akan musik dan semangat untuk mengharumkan Indonesia di mata internasional mempersatukan mereka sehingga mampu menorehkan prestasi di Spanyol,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Kompetisi Tolosa Choral Contest ini adalah salah satu dari kompetisi-kompetisi paduan suara tersulit di dunia yang tergabung dalam European Grand Prix in Choral Singing (EGP). Babak grand final EGP di tahun mendatang akan mempertemukan para juara umum di tahun berjalan dari enam kompetisi-kompetisi yang terafiliasi di dalamnya.

Selain kompetisi Tolosa, kompetisi internasional lain yang tergabung di dalam EGP adalah International Guido d’Arezzo Polyphonic Contest (Arezzo,Italia), Béla Bartók International Choir Competition (Debrecen, Hungaria), International Choral Competition Gallus (Maribor, Slovenia), Florilège Vocal de Tours (Tours, Perancis), dan International May Choir Competition ‘Prof G. Dimitrov’ (Varna, Bulgaria).

Kompetisi-kompetisi EGP ini menuntut standar kemampuan serta artistik yang sangat tinggi dari para calon pesertanya. Dengan kemenangan BMS sebagai juara umum, maka BMS akan bertanding kembali pada babak final EGP 2017 melawan para pemenang juara umum kompetisi-kompetisi EGP tahun ini.

BMS di panggung. Foto: image dynamics
BMS di panggung. Foto: image dynamics

Kelompok BMS memang sudah kerap lolos seleksi untuk berlaga dan kemudian berprestasi pada kompetisi-kompetisi EGP ini. Pada tahun 2001, BMS menjuarai kategori Free Program pada kompetisi Florilège Vocal de Tours di Perancis.

Selain itu pada tahun 2012, BMS juga pernah menjadi juara umum (Grand Prix) pada kompetisi International May Choir Competition ‘Prof G. Dimitrov’ yang menjadikan BMS sebagai paduan suara Indonesia pertama dan masih satu-satunya yang pernah berhasil mencapai panggung laga babak grand final EGP melawan para juara umum dari kompetisi lain.

BMS akan tampil dalam konser akhir tahun The Resonanz Music Studio (TRMS) yang bertajuk “HOLLYWOOD IN JAKARTA” bersama The Resonanz Children’s Choir (TRCC) dan diiringi oleh Jakarta Concert Orchestra (JCO). Seluruh musik dalam pertunjukan ini diarahkan dan dipimpin oleh konduktor Avip Priatna, dan akan digelar di Teater Jakarta – Taman Ismail Marzuki, Sabtu, 10 Desember 2016, pukul 19.30 WIB. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here