Jelajah Budaya Pelajar di Kawasan Candi Ijo Prambanan

0
627

Menapak Jejak Peradaban Mataram Kuno di Perbukitan Prambanan. Demikian tema yang diangkat oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY dalam acara rutin setengah tahunan bernama Jelajah Budaya Pelajar. Sampai dengan tahun 2016 ini acara tersebut telah berlangsung sebanyak 9 kali. Jelajah Budaya Pelajar II Tahun 2016 yang dilaksanakan Minggu, 6 November 2016 dibuka secara resmi di kompleks Candi Ijo di Dusun Groyokan, Sumberejo, Prambanan, Sleman. Jelajah Budaya Pelajar II Tahun 2016 berlangsung berkat kerjasama BPCB DIY dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY.

Pelajar SMA, SMK, MA se-DIY siap melakukan jelajah budaya dengan start di Candi Ijo, Prambanan. Foto: A. Sartono
Pelajar SMA, SMK, MA se-DIY siap melakukan jelajah budaya dengan start di Candi Ijo, Prambanan. Foto: A. Sartono

Acara itu di samping untuk memperkenalkan nilai-nilai penting yang terkandung di dalam peninggalan leluhur berupa candi dengan segala aspek kesejarahannya juga untuk memperingati hari Sumpah Pemuda ke-88 dan Hari Pahlawan. Kegiatan ini melibatkan pelajar (pramuka tingkat penegak se-DIY) sebanyak 200 orang. Mereka berasal dari Sleman, Gunung Kidul, Bantul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta. Baik itu dari SMA, SMK, maupun MA.

Kepala BPCB Drs. Winston Sam Dauglas Mambo meresmikan jelajah budaya dengan melepaskan burung di kompleks Candi Ijo. Foto: A. Sartono
Kepala BPCB Drs. Winston Sam Dauglas Mambo meresmikan jelajah budaya dengan melepaskan burung di kompleks Candi Ijo. Foto: A. Sartono

Untuk menandai peresmian acara ini Kepala BPCB Drs Winston Sam Dauglas Mambo diiringi panitia melakukan pelepasan burung kutilang dan derkuku di kompleks Candi Ijo. Usai itu dilanjutkan dengan penanaman pohon gaharu, kalpataru dan kepel. Kemudian acara dilanjutkan dengan penjelasan tentang Candi Ijo, pelepasan peserta Jelajah Budaya, giat prestasi yel-yel di Tebing Breksi, pelepasan benih ikan di Dam Candisari, kunjungan situs ke Candi Barong, Candi Dawangsari, dan Arca Ganesha. Acara kemudian ditutup di kompleks Candi Boko dengan acara sarasehan budaya, penanaman pohon, dan pengumuman pemenang.

Para pelajar dan panitia melepaskan benih ikan di Embung Candisari sebagai bagian dari menjaga dan melestarikan alam di kawasan percandian Prambanan. Foto: A. Sartono
Para pelajar dan panitia melepaskan benih ikan di Embung Candisari sebagai bagian dari menjaga dan melestarikan alam di kawasan percandian Prambanan. Foto: A. Sartono

Beragam tinggalan di kawasan Ciwa Plateau menunjukkan bahwa nenek moyang kita sudah mampu menjawab tantangan alam dengan mengolah sumber daya alam agar mampu bertahan hidup. Etos kerja keras dan pantang menyerah itulah yang ingin diinternalisasikan kepada generasi muda agar menjadi pribadi yang berjati diri sesuai dengan karakter bangsanya sendiri. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here