Penghargaan Sastra BBY Demi Pengutamaan Bahasa Indonesia

0
570

Penghargaan sastra yang dilakukan oleh Balai Bahasa Yogyakarta (BBY) untuk tahun 2016 ini telah menginjak yang ke-9 kalinya. Penghargaan sastra tersebut dilaksanakan pertama kali tahun 2007. Dalam penghargaan yang ke-9 ini BBY telah memberikan sekitar 30 penghargaan kepada berbagai pihak.

Kepala BBY Tirto Suwondo (kiri) bersama para pemenang dan nomine untuk kategori penggunaan bahasa Indonesia terbaik pada media luar ruang. Foto: A. Sartono
Kepala BBY Tirto Suwondo (kiri) bersama para pemenang dan nomine untuk kategori penggunaan bahasa Indonesia terbaik pada media luar ruang. Foto: A. Sartono

“Kegiatan semacam ini diharapkan masih akan terus berlangsung di tahun-tahun berikutnya. Hanya sayangnya penghargaan terhadap buku-buku sastra tidak mengalami peningkatan yang cukup berarti karena dalam setiap tahun hanya ada sekitar 20-an judul buku sastra yang diterbitkan. Selain itu, penerbitan buku kritik sastra juga jauh lebih sedikit daripada buku sastra,” kata Kepala Balai Bahasa Yogyakarta Dr Tirto Suwondo MHum dalam Malam Penghargaan Sastra 2016. Acara yang diselenggarakan tanggal 15 Oktober 2016 tersebut mengambil tempat di Aula Lantai 3 Balai Bahasa Yogyakarta, Jl I Dewa Nyoman Oka, Yogyakarta.

Penghargaan ini diberikan kepada pengguna bahasa Indonesia dalam tata naskah dinas di SLTP dan penghargaan penggunaan bahasa di media luar ruang, yaitu tempat wisata di DIY. Sedangkan penghargaan sastra diberikan untuk buku karya sastra Indonesia serius dan buku kritik sastra Indonesia. Penghargaan itu diberikan dengan maksud membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berbahasa Indonesia dalam penulisan tata naskah dinas dan pemakaian bahasa Indonesia media luar ruang.

Para pemenang dan nomine untuk kategori karya sastra Indonesia terbaik dan kritik sastra Indonesia terbaik. Foto: A. Sartono
Para pemenang dan nomine untuk kategori karya sastra Indonesia terbaik dan kritik sastra Indonesia terbaik. Foto: A. Sartono

Pada kesempatan itu penghargaan diberikan kepada masing-masing nomine dan pemenang. Untuk kategori Penggunaan Bahasa Indonesia Terbaik pada Media Luar Ruang berhasil dimenangkan oleh Taman Pintar Yogyakarta. Sedangkan penghargaan untuk nomine dimenangkan masing-masing oleh Museum Gunung Merapi Sleman dan Gunung Nglanggeran Gunung Kidul.

Untuk kategori Penggunaan Bahasa Indonesia Terbaik dalam Tata Naskah SLTP DIY berhasil dimenangkan oleh SMP Negeri I Kalasan Sleman. Sedangkan penghargaan untuk nomine masing-masing diberikan kepada SMP Negeri I Wonosari Gunung Kidul, dan SMP Budya Wacana Kota Yogyakarta.

Pembacaan puisi untuk memeriahkan Malam Penghargaan Sastra di BBY. Foto: A. Sartono
Pembacaan puisi untuk memeriahkan Malam Penghargaan Sastra di BBY. Foto: A. Sartono

Pemenang untuk kategori Buku Karya Sastra Indonesia Terbaik berhasil dimenangkan oleh Edi AH Iyubenu dengan judul “Hujan Pertama untuk Aysila” yang diterbitkan oleh Diva Press. Sedangkan penghargaan untuk dua nomine yang lain masing-masing diberikan kepada Jajak MD dengan buku karyanya yang berjudul “Kawin Muda” yang diterbitkan oleh Mitra Pustaka. Sedangkan penghargaan nomine yang lain diberikan kepada Risda Nur Widia dengan bukunya yang berjudul “Bunga-Bunga Kesunyian” yang diterbitkan oleh Gambang Buku Budaya.

Sedangkan untuk pemenang kategori buku kritik/esai sastra terbaik diraih oleh Tia Setiadi dengan judul bukunya “Petualangan yang Mustahil” yang diterbitkan oleh Penerbit Interlude. Sementara penghargaan nomine masing-masing diberikan kepada Dr Yoseph Yapi Taum dengan bukunya yang berjudul Sastra dan Politik yang diterbitkan oleh Sanata Dharma University Press serta kepada Dr Wiyatmi MHum dengan judul bukunya “Menjadi Perempuan Terdidik” yang diterbitkan oleh UNY Press. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here