Para Pedagang Pasar Tradisional Yogyakarta Berpawai Ria

0
523

Dalam cuaca yang panas terik para pedagang tradisional Yogyakarta tetap antusias untuk mengawali kegiatan kirab. Start kirab di Pasar Beringharjo dimulai pada pukul 13.00. Sedangkan rute yang ditempuh adalah Jl A Yani – Titik Nol Kilometer – Jl Ahmad Dahlan – Jl Nyai H Ahmad Dahlan – Jl Ngasem dan finish di Pasar Ngasem. Kirab yang dilaksanakan pada Kamis, 13 Oktober 2016 ini melibatkan 31 dari 33 pasar tradisional yang ada di DIY.

Gunungan pakaian dikirab para pedagang pakaian. Foto: A. Sartono
Gunungan pakaian dikirab para pedagang pakaian. Foto: A. Sartono

“Kirab ini dilaksanakan untuk mengucapkan syukur sekaligus berbagi atas semua kenikmatan dan rejeki dari pasar yang selama ini diterima oleh para pedagang,” kata Kepala Dinas Pasar Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang.

Kirab tahunan pedagang pasar tradisional kali ini merupakan yang kelima. Kegiatan ini diselenggarakan untuk mempererat tali silaturahmi antarpedagang pasar tradisional. Selain itu juga sebagai salah satu bentuk sosialisasi akan keberadaan pasar tradisional yang ada di Yogyakarta dan penguatan peran pasar tradisional bagi pemberdayaan ekonomi rakyat.

Di tengah arus globalisasi dan kehadiran pasar modern, pasar tradisional tetap eksis dan memiliki kekhasannya sendiri yang tidak didapatkan di pasar modern, misalnya interaksi langsung antarpedagang serta antara pedagang dengan konsumen. Interaksi melalui tawar-menawar ini pada sisi lain sesungguhnya juga berfungsi mempererat tali silaturahmi dan bagi masyarakat lokal bisa “menambah sedulur.”

Prosesi kirab akhirnya disambut hujan yang sangat deras di tengah perjalanan. Sekalipun awalnya mereka berkirab di bawah terik matahari kemudian diguyur hujan, hal itu tidak menyurutkan semangat mereka. Sekalipun basah kuyup mereka tidak kehilangan semangat. Mereka tetap menampilkan pilihan kesenian masing-masing sambil mengarak gunungan. Penonton yang siap memperebutkan gunungan pun tidak takut berbasah ria untuk dapat merebut gunungan yang jumlahnya puluhan itu.

Peserta Kirab Pedagang Tradisional dari Pasar Demangan tetap antusias di tengah hujan deras. Foto: A. Sartono
Peserta Kirab Pedagang Tradisional dari Pasar Demangan tetap antusias di tengah hujan deras. Foto: A. Sartono

Pasar Klitikan Kuncen Wirobrajan tidak ketinggalan juga mengarak gunungan yang terbuat dari berbagai barang dagangan yang khas di klitikan, seperti knalpot, helm, kunci pas, dan lain-lain. Ada pula gunungan yang dibentuk dari berbagai pakaian baru yang dibuat oleh para pedagang Pasar beringharjo yang dalam kesehariannya memang menjual pakaian.

Gunungan klithikan yang dikirab pedagang dari Pasar Klitikan Wirobrajan. Foto: A. Sartono
Gunungan klithikan yang dikirab pedagang dari Pasar Klitikan Wirobrajan. Foto: A. Sartono
Hujan deras tidak menjadi halangan bagi peserta Kirab Pedagang Tradisional di Yogyakarta. Foto: A. Sartono
Hujan deras tidak menjadi halangan bagi peserta Kirab Pedagang Tradisional di Yogyakarta. Foto: A. Sartono

Gunungan yang terbuat dari pakaian ini tampaknya menjadi incaran paling favorit penonton. Tidak aneh jika gunungan yang terbuat dari pakaian ini dijaga ekstra ketat oleh tim keamanan. Sekalipun demikian, sebelum acara perebutan gunungan secara resmi dilaksanakan, salah satu gunungan pakaian sudah ludes diserbu massa. Petugas keamanan pun kewalahan. Sekalipun demikian, semua tampak gembira ria di tengah guyuran hujan yang demikian deras.

Peserta kirab dari Pasar Beringharjo. Foto: A. Sartono
Peserta kirab dari Pasar Beringharjo. Foto: A. Sartono

Kirab ini terasa spesial karena di samping merupakan agenda tahunan juga bertepatan dengan HUT Kota Yogyakarta ke-260. Untuk menyemangati para pedagang dan masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional juga disampaikan tagline yang berbunyi, pasare resik rejekine apik, atine becik, sing tuku ora kecelik (pasarnya bersih rejekinya bagus, hatinya baik, yang membeli tidak kecele). Acara ini juga disponsori oleh berbagai pihak seperti Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta, Bank BRI, BPJS Ketenagakerjaan, Bank BPD DIY, dan Swiss Bel-Hotel. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here