Kirab Suran Mbah Demang Berlangsung Hingga Tengah Malam

0
1061

Ribuan sejak senja hari telah mulai menyemut di rute yang akan dilalui Kirab Suran Mbah Demang. Rute itu diawali dari Kantor Desa/Kelurahan Banyuraden – Sanggar Widya Permana-bekas Rumah Mbah Demang di Jl. Godean Km 4 Dusun Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman. Acara tahunan yang diselenggarakan setiap tanggal 7 bulan Sura itu dimulai pukul 20.00 hingga tengah malam, sekalipun rangkaian acaranya sendiri telah diselenggarakan sejak tanggal 1 Sura.

Pusaka peninggalan Mbah Demang termasuk foto dirinya yang dikirab dalam Kirab Suran Mbah Demang di Banyuraden Gamping Sleman. Foto: A. Sartono
Pusaka peninggalan Mbah Demang termasuk foto dirinya yang dikirab dalam Kirab Suran Mbah Demang di Banyuraden Gamping Sleman. Foto: A. Sartono

Berbeda dengan kirab-kirab yang lain, Kirab Suran Mbah Demang di samping mengirabkan gunungan yang dikawal puluhan bregada juga mengirabkan pusaka peninggalan Mbah Demang. Pusaka-pusaka tersebut antara lain berupa bende, Kitab Ambiya, puluhan tombak, toto Mbah Demang, dan foto Ki Juru Permana. Selain itu ada pula Gunungan Kendi Ijo.

Acara kirab ini juga dihadiri oleh Bupati Sleman Drs Sri Purnomo MSi yang mengenakan busana kejawen lengkap. Dalam kesempatan itu Bupati Sleman menyebarkan udik-udik yang diperebutkan semua warga dengan sangat antusias. Ia juga melepaskan sepasang burung merpati, sebagai simbol kemurahan hati dari Mbah Demang dan sebagai tanda diresmikannya Upacara Kirab Suran Mbah Demang.

Salah satu Ogoh-ogoh dalam Kirab Suran Mbah Demang. Foto: A. Sartono
Salah satu Ogoh-ogoh dalam Kirab Suran Mbah Demang. Foto: A. Sartono

“Upacara adat Mbah Demang ini sudah ditetapkan, di-SK-kan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai warisan budaya tak benda. Harapannya ke depan kegiatan ini bisa diserap oleh masyarakat sebagai bekal hidup yang baik. Acara ini juga telah menjadi agenda wisata unggulan dan semoga kegiatan ini juga mampu mendukung keistimewaan DIY,” kata Sri Purnomo dalam sambutannya.

Setelah kirab sampai di depan bekas rumah Mbah Demang, Murdiyanto Murdo Puspito selaku pemangku adat setempat menyerahterimakan semua pusaka dan gunungan kepada keluarga Mbah Demang. Pusaka kemudian diterima dan disimpan, sedangkan gunungan kemudian diperebutkan setelah terlebih dulu didoakan.

Konten Terkait:  Pejuang Air Ades Ajak Generasi Muda Dukung Program Konservasi Lingkungan
Kendi Ijo tak ketinggalan dikirab dalam Kirab Suran Mbah Demang. Foto: A. Sartono
Kendi Ijo tak ketinggalan dikirab dalam Kirab Suran Mbah Demang. Foto: A. Sartono

“Acara ini dilakukan untuk memperingati dan menghormati jasa baik Mbah Demang yang begitu besar kepada masayarakat Banyuraden di masa lalu,” tutur Murdiyanto Murdo Puspito.

Mbah Demang yang bernama lengkap Demang Cokrodikromo itu ketika kanak-kanak bernama Asrah. Ia adalah anak seorang bekel. Saat kecil Asrah dikenal bandel sehingga dititipkan kepada Demang Dawangan. Ketika beranjak dewasa Asrah diminta bertapa sebulan penuh oleh Demang Dawangan. Dalam bertapa itu ia mengenal banyak tokoh bijak dan kemudian ia diberi /mendapatkan beberapa pusaka, salah satunya adalah kitab yang disebut Kitab Ambiya.

Sejak itu Asrah dikenal sakti dan suka menolong. Oleh karena kesaktian dan jasa-jasanya, ia diangkat sebagai pengawas (sinder) di Pabrik Gula Demakijo. Sejak itu namanya berganti menjadi Demang Cokrodikromo.

Bregada Widya Permana dalam Kirab Suran Mbah Demang di Banyuraden Gamping Sleman. Foto: A. Sartono
Bregada Widya Permana dalam Kirab Suran Mbah Demang di Banyuraden Gamping Sleman. Foto: A. Sartono

Jasa besar Mbah Demang yang paling menonjol adalah dengan perantaraan air sumurnya banyak orang disembuhkan dari sakit, bahkan juga sakit jiwa. Banyak orang merasa dilepaskan dari berbagai penderitaan berkat air sumur yang kala itu dibagikan dengan kendi.

Air dari sumur Mbah Demang itu hingga kini dikenal sebagai Banyu Tobat ing Allah. Berdasarkan peristiwa itu, maka kirab ini tidak pernah meninggalkan kirab kendi. Tidak aneh jika kemudian banyak orang menjual kendi (gerabah) pada saat tanggal 1-7 Sura di seputaran rumah/sumur Mbah Demang. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here