Wayang Raksasa Berpawai di Yogyakarta

0
753

HUT Kota Yogyakarta ke-260 yang jatuh pada tanggal 7 Oktober 2016 dirayakan dengan sangat meriah. Salah satu bentuk perayaan itu adalah dengan gelar pawai budaya dengan tema Wayang Jogja Night Carnival.

Gatotkaca keluar dari Kawah Candradimuka ditampilkan salah satu kontingen. Foto: A. Sartono
Gatotkaca keluar dari Kawah Candradimuka ditampilkan salah satu kontingen. Foto: A. Sartono

Wayang diartikan sebagai narasi yang mengisi kehidupan semesta. Dengan demikian diharapkan mampu membuat kota Yogyakarta menjadi lebih baik serta bersama-sama membangun kemakmuran dan keselarasan. Konsep atau tema itu sendiri digagas bersama masyarakat dalam 14 kecamatan di Kota Yogyakarta.

Pawai melibatkan 1200 orang peserta yang mewakili masing-masing kecamatan di Kota Yogyakarta yang berjumlah 14 kecamatan. Jalan-jalan protokol beberapa hari sebelum acara telah dihias dengan penjor. Besarnya animo masyarakat untuk menyaksikan acara ini menyebabkan semua ruas jalan yang menjadi rute kirab telah dipadati penonton sejak pukul 17.00 sekalipun acara itu secara resmi dimulai pada pukul 18.30.

Salah satu kontingen menampilkan Arjuna memanah di atas kereta perang dalam Pawai Budaya HUT Kota Yogyakarta ke-260. Foto: A. Sartono
Salah satu kontingen menampilkan Arjuna memanah di atas kereta perang dalam Pawai Budaya HUT Kota Yogyakarta ke-260. Foto: A. Sartono

Acara yang dibuka secara resmi oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X ini menempuh rute dari Jl Jenderal Sudirman (Jembatan Gondolayu) – Jl Marga Utama – Jl Kleringan. Sri Sultan berharap kegiatan ini menjadi hiburan yang spektakuler dan mengukuhkan Yogyakarta sebagai kota berbudaya dan peradaban yang penuh toleransi.

Apa yang ditampilkan dalam pawai budaya ini memang mendasarkan diri pada konsep street art. Oleh karena itu penonton disuguhi wayang-wayang yang sudah dimodifikasi sesuai dengan pemaknaan, implementasi gagasan yang terkandung dalam bentuk visual dan isi yang serasi yang mencerminkan estetika keseluruhan pertunjukan yang diusung oleh masing-masing peserta (kontingen).

Anoman menjadi salah satu pilihan dari salah satu kontingen dalam Pawai Budaya HUT Kota Yogyakarta ke-260. Foto: A. Sartono
Anoman menjadi salah satu pilihan dari salah satu kontingen dalam Pawai Budaya HUT Kota Yogyakarta ke-260. Foto: A. Sartono
Semar juga menjadi idola dari salah satu kontingen dalam Pawai Budaya HUT Kota Yogyakarta ke-260. Foto: A. Sartono
Semar juga menjadi idola dari salah satu kontingen dalam Pawai Budaya HUT Kota Yogyakarta ke-260. Foto: A. Sartono

Ada peserta yang mengusung tokoh Anoman, Arjuna, Srikandi, Dasamuka, Bima, Gatotkaca, dan lain-lain. Semua tokoh itu dipersepsikan sesuai dengan gagasan dan olahan artistik mereka. Patung-patung tokoh wayang ini dibuat demikian besar (raksasa) dengan diiringi atau diarak oleh puluhan orang peserta (ada yang mencapai 80 orang per kontingen) yang semuanya berdandan ala wayang. Patung Arjuna memanah di atas kereta perang yang ditarik oleh 4 pasang kuda kelihatan begitu menonjol dari sisi ukuran maupun tata artistiknya, yang spontan mengundang decak kagum penonton.

“Ini adalah pesta masyarakat Yogyakarta, masyarakat bersatu padu menunjukkan rasa cintanya pada Kota Yogyakarta,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan bahwa acara ini bisa masuk menjadi agenda wisata nasional. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here