Lawatan Sejarah Gaya Disbudpar Bantul

0
661

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul, Yogyakarta, secara khusus mengajak 100 siswa-siswi SMK dan SMA se-Kabupaten Bantul dalam acara yang disebut Lawatan Sejarah. Lawatan Sejarah dilakukan dengan mengunjungi Museum Geospasial Gumuk Pasir Parangtritis, Museum Tembi Rumah Budaya, dan Museum Dirgantara TNI AU pada Rabu, 14 September 2016.

Rombongan SMA-SMK se-Kabupaten Bantul dan Dimas Diajeng Bantul dalam Lawatan Sejarah di Tembi Rumah Budaya. Foto: Indra Waskito
Rombongan SMA-SMK se-Kabupaten Bantul dan Dimas Diajeng Bantul dalam Lawatan Sejarah di Tembi Rumah Budaya. Foto: Indra Waskito

Salah satu tujuan dari kegiatan Lawatan Sejarah ini adalah memberikan informasi dan pengetahuan tentang sejarah, budaya, dan seni kepada siswa-siswi melalui sumbernya secara langsung. Acara Lawatan Sejarah ini dilaksanakan dengan pendampingan dari pihak Disbudpar Bantul yang diketuai oleh Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Disbudpar Bantul Joko Edy Purnomo BA.

Kunjungan 100 siswa-siswi SMA/SMK se-Bantul ini diterima pemandu Tembi di pendapa Yudanegaran, Tembi. Di pendapa ini mereka mendapatkan pengantar tentang sejarah berdirinya Tembi, program dan kegiatan Tembi, dan paparan mengenai beberapa koleksi yang ada di Tembi termasuk koleksi museum hidup yang diwujudkan sebagai Bale Inap.

Paparan mengenai sejarah toko kelontong yang berasal dari mainan yang dinamakan kelontong atau kelontongan membuat mereka merasa agak terkejut. Ketika mereka ditanya oleh pemandu, apakah toko kelontong pada saat ini menjual alat yang dinamakan kelontong atau kelontongan? Mereka menggeleng. Hal ini semakin menandaskan bahwa mereka ingin tahu lebih banyak tentang sejarah toko kelontong yang kemudian dipaparkan oleh pemandu. Mereka pun semakin antusias ketika masuk ke Museum Tembi yang kemudian diberi tahu mana alat yang dinamakan kelontong itu.

Rombongan SMA-SMK se-Kabupaten Bantul sedang menerima penjelasan dari pemandu di Taman Bulus Tembi Rumah Budaya. Foto: Indra Waskito
Rombongan SMA-SMK se-Kabupaten Bantul sedang menerima penjelasan dari pemandu di Taman Bulus Tembi Rumah Budaya. Foto: Indra Waskito

Kunjungan atau lawatan sejarah untuk mendalami pengetahuan sejarah, budaya dan seni menjadi relevan dan penting bagi generasi muda zaman ini mengingat sosok jati diri dan kepribadian bangsa berakar, bertumbuh, dan berbuah dari hal itu. Jika generasi muda mengalami missing link atau bahkan blank akan hal itu bisa dibayangkan generasi yang bagaimana yang akan kita dapati bagi Indonesia di masa mendatang.

Konten Terkait:  Bhe Biauw Tjoan, Orang Kaya yang Terkenal di Asia Tenggara
Pemandu Tembi diapit Dimas Diajeng Bantul dalam Lawatan Sejarah di Tembi Rumah Budaya. Foto: Indra Waskito
Pemandu Tembi diapit Dimas Diajeng Bantul dalam Lawatan Sejarah di Tembi Rumah Budaya. Foto: Indra Waskito

Kegiatan semacam ini menjadi menarik dan menyenangkan karena siswa-siswi diajak keluar kelas, sejenak lepas dari rutinitas yang mungkin terasa monoton dan menjenuhkan. Kegiatan ini menjadi kegiatan rekreatif namun sarat dengan perolehan pengetahuan yang justru tidak didapatkan di dalam kelas. Keberagaman pengetahuan yang mereka dapatkan ini pada gilirannya akan membentuk kesadaran baru, kecintaan baru, kepedulian baru akan produk-produk budaya mereka sendiri.

Tidak semua atau seluruh siswa dari semua sekolah yang bisa diajak mengikuti Lawatan Sejarah ini. Mereka adalah wakil dari sekolah masing-masing. Harapannya mereka bisa menularkan atau menyebarluaskan apa yang mereka dapatkan itu kepada teman sekolah, keluarga, masyarakat dan lingkungannya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here