Geliat Para Kartunis Pakyo di DC Café & Bar

0
943

Pada saat ini banyak media yang tidak lagi menyediakan ruang untuk kartun. Beberapa media masih bertahan menyediakan ruang untuk kartun, namun dengan imbalan atau honorarium yang kurang memadai. Hal ini berimplikasi pada kelesuan perkembangan seni kartun yang sebelumnya cukup marak pada era 1970-1990-an. Pameran kartun menjadi semakin jarang muncul. Nama-nama kartunis yang dulu sering menghiasi berbagai media mulai tenggelam. Banyak dari mereka yang harus beralih profesi untuk tetap dapat bertahan hidup.

Sebagian karya kartun dari anggota PAKYO yang dipajang di DC Milk Café & Bar Sleman. Foto: Sartono
Sebagian karya kartun dari anggota PAKYO yang dipajang di DC Milk Café & Bar Sleman. Foto: Sartono

Di tengah situasi yang demikian, PAKYO (Paguyuban Kartunis Yogyakarta) yang selama ini juga sering dianggap mati suri, berusaha kembali menggeliat dengan kegiatan perkartunan. Salah satu yang digandeng PAKYO untuk media ekspresi mereka adalah kafe.

Sekalipun mungkin konstruksi atau denah kafe tidak begitu kondusif untuk tempat pameran seni rupa, namun hal itulah yang dilakukan PAKYO. Harapannya, para pengunjung kafe bisa bersantai di kafe sambil ber-hahahehe menikmati karya kartun yang dipamerkan. Demikian kata Agoes Jumianto selaku salah satu pengurus PAKYO dan sekaligus redaktur SKH Koran Merapi.

Gambar kartun karya Ashady yang dipamerkan di DC Milk Café & Bar. Foto: Sartono
Gambar kartun karya Ashady yang dipamerkan di DC Milk Café & Bar. Foto: Sartono

Kafe untuk pameran kali ini adalah DC Café & Bar, Jl. Damai No. 5A, Sleman, Yogyakarta. Pameran berlangsung dari tanggal 17 September-17 Oktober 2016. Pameran ini melibatkan puluhan kartunis anggota PAKYO antara lain Agoes Juminato, Bagong Soebardjo, Ashady, Herpri Kartun, Gesi Goran, I Made Arya Dwita, Septa Miyosa, Jadud Soemarno, Jus Junus, Praba Pangripta, Ayun Wahyu, Grace Condronimpuno, dan Andi Pensil Terbang.

Pada pembukaan pameran yang dimeriahkan dengan pementasan Kranggan Band, Nusantara Band, dan Pentas Wayang Kartun ini juga dilakukan pemberian penghargaan kepada Pemerhati Kartun. Gagasan pameran kartun dengan pemberian penghargaan itu muncul dari bincang-bincang Agoes Jumianto, Bagong Soebardjo, dan Dewa PLO selaku pimpinan DC Milk Café & Bar.

Konten Terkait:  Pameran Trilateral “Mangsimili” ala Perupa Bambang Herras
Kartun karya Wahyudi. Foto: Sartono
Kartun karya Wahyudi. Foto: Sartono

Dalam pembukaan pameran yang dihadiri para pengunjung kafe, kartunis, dan tamu undangan itu diberikan penghargaan bagi para pemerhati kartun, yakni HM Gandung Pardiman, Herianto Kurniawan. Pembukaan pameran sendiri dilakukan dengan mencoretkan spidol di atas kertas sket oleh Herianto Kurniawan (Koh Bing) yang dilanjutkan oleh Ndara Acun (Purba Kusuma), Dewa PLO, Agoes Jumianto, dan para kartunis yang datang dalam acara tersebut.

Pengurus PAKYO Agus Joemianto memberikan penghargaan kepada Herianto Kurniawan selaku pemerhati kartun. Foto: Sartono
Pengurus PAKYO Agus Joemianto memberikan penghargaan kepada Herianto Kurniawan selaku pemerhati kartun. Foto: Sartono

Puluhan karya kartun yang dipamerkan di DC Milk Café & Bar ini mengambil tema yang beragam. Artinya memang tidak mengkhususkan diri pada tema tunggal. Ada karya yang mengulik perihal kenaikan harga dan turunnya nilai tukar rupiah. Ada karya yang menggambarkan keserakahan penguasa, ada karya yang menyitir dunia pewayangan, kemiskinan, dan sebagainya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here