Merti Bakpia 2016: Bentuk Syukur Produsen Bakpia Yogyakarta

0
706

Bakpia Day yang dimeriahkan dengan kirab gunungan bakpia kembali digelar di Pathuk, Ngampilan, Yogyakarta, tepatnya di Jl KS Tubun. Acara ini pertama kali digelar pada tahun 2011.

Suasana kirab Merti Bakpia 2016 di Patuk-Yogyakarta. Foto: Sartono
Suasana kirab Merti Bakpia 2016 di Patuk-Yogyakarta. Foto: Sartono

“Jadi, untuk tahun 2016 ini merupakan acara Bakpia Day yang kelima dan melibatkan 5 kampung yang terdiri atas 13 RW di wilayah Kelurahan Ngampilan. Sedangkan gunungan yang dikirab tidak hanya gunungan lanang (lelaki) wadon (perempuan), tetapi ditambah 3 gunungan anak yang kesemuanya menjadi 5 buah gunungan,” kata Wagiman PW, ketua panitia acara Bakpia Day kepada Tembi.

“Jumlah bakpia lanang maupun wadon yang digunakan untuk membuat gunungan mencapai puluhan ribu butir. Sedangkan untuk gunungan kecil atau anak-anak jumlahnya sekitar 3-5 ribu butir. Bakpia-bakpia tersebut merupakan buatan para pengusaha bakpia di wilayah Ngampilan yang jumlahnya mencapai lebih dari 150,” kata Bangunteki Mariyani selaku panitia pembuatan gunungan bakpia menambahkan.

Gunungan bakpia wadon yang dikirab dalam acara Merti Bakpia atau Bakpia Day 2016 di Patuk- Yogyakarta. Foto: Sartono
Gunungan bakpia wadon yang dikirab dalam acara Merti Bakpia atau Bakpia Day 2016 di Patuk- Yogyakarta. Foto: Sartono

Semua bakpia setelah dikirab mengelilingi wilayah Ngampilan dengan jarak tempuh sekitar 5 kilometer ini dibagikan atau diperebutkan gratis untuk masyarakat. Perebutan bakpia dilakukan setelah kirab yang diikuti 13 RW, 1 kelompok liong, 1 bregada Ngampilan itu usai.

Kirab dilepas dalam suasana siang yang cerah, namun ketika tiba saatnya gunungan bakpia diperebutkan, hujan turun dengan deras. Meskipun demikian antusiasme warga untuk memperebutkan bakpia tersebut tidak surut sedikit pun. Hujan tidak menjadi halangan untuk berebut bakpia dalam suasana penuh suka cita. Untuk memecah konsentrasi kerumunan, maka tiga buah bakpia diperebutkan di jalan (rute tempuh) dan dua bakpia lainnya diperebutkan di pusat penyelenggaraan kegiatan.

Kirab gunungan yang diselenggarakan dalam Bakpia Day atau Merti Bakpia 2016 merupakan bentuk ucapan syukur atas kelimpahan rezeki yang diterima para pengusaha bakpia di Ngampilan khususnya dan warga Ngampilan pada umumnya. Selain itu, juga merupakan bentuk ungkapan berbagi bagi sesama, bersuka cita, dan memohon kemurahan Tuhan untuk kehidupan yang lebih baik.

Wali Kota Yogyakarta Hariadi Suyuti dalam acara Merti Bakpia di Patuk Yogyakarta. Foto: Sartono
Wali Kota Yogyakarta Hariadi Suyuti dalam acara Merti Bakpia di Patuk Yogyakarta. Foto: Sartono

“Bakpia telah menjadi salah satu identitas kuliner Yogyakarta. Bukan hanya untuk Yogyakarta, tetapi juga untuk Indonesia. Bukan hanya untuk Indonesia, namun juga untuk dunia,” kata Wali Kota Yogyakarta Drs H Haryadi Suyuti dalam sambutannya pada acara Merti Bakpia 2016 ini.

“Yang membuat bakpia kurang lezat harus mau berguru pada yang bisa membuat bakpia lezat. Tidak perlu iri-mengiri. Kita bersaing secara sehat. Selalu guyub rukun. Maju bareng. Sugih bareng. Kerukunan harus tetap dijaga,” lanjut Haryadi Suyuti.

Wilayah Patuk khususnya dan Ngampilan pada umumnya merupakan kampung produsen bakpia. Mula-mula memang pendatang Tionghoalah yang mengenalkan jenis makanan tersebut yang kemudian juga diproduksi oleh orang-orang Jawa di wilayah itu dengan berbagai modifikasi dan kreasi.

Warga berebut bakpia usai dikirab meski hujan turun deras. Foto: Sartono
Warga berebut bakpia usai dikirab meski hujan turun deras. Foto: Sartono

Mereka bahu-membahu dan hidup berdampingan secara rukun dan saling menghargai. Tidak aneh jika kemudian backdrop yang digunakan untuk setting panggung dituliskan: Merti Bakpia 2016 Kirab Bakpia Mubeng Ngampilan-Manunggal Jati (Jawa Tionghoa). Tulisan tersebut menegaskan kemanunggalan Jawa dan Tionghoa di wilayah ini. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here