Festival Musik Tembi 2016 (1): Dibuka dengan Perarakan Budaya

0
746

Pembukaan Festival Musik Tembi ke-6 pada Kamis, 19 Mei 2016 dilakukan dengan format yang berbeda, yakni dengan perarakan kebudayaan. Start perarakan dimulai dari depan Kantor Kelurahan Timbulharjo menuju Tembi Rumah Budaya yang berjarak sekitar 800 meter. Perarakan terdiri anak-anak dan pemuda Dusun Tembi, Ikatan Duta Wisata Bantul (Dimas dan Diajeng Bantul), dan Forum Musik Tembi. Perjalanan perarakan dimeriahkan dengan bunyi-bunyian dan mainan anak-anak berupa pistol-pistolan, othok-othok, dan botol mineral yang diisi kerikil. Rombongan perarakan ini secara resmi dilepas oleh Kepala Dusun Tembi, Ibnu Sutopo.

Dalam acara pelepasan tersebut Ibnu Sutopo menyampaikan apresiasi dan harapan agar acara ini bisa terus berlanjut setiap tahun. Harapannya pula bahwa dengan demikian akan semakin banyak warga masyarakat dari pedukuhan-pedukuhan di Desa/Kelurahan Timbulharjo bisa ikut terlibat. Hal ini sejalan dengan cita-cita dari Fombi sendiri yang menginginkan bahwa event ini bisa lebih banyak melibatkan warga masyarakat sehingga mereka bisa merasa ikut memiliki dan sekaligus mencintainya.

Perarakan disambut dengan kemeriahan tarian Reog Ponorogo di depan Pendapa Tembi Rumah Budaya. Dalam kesempatan itu pula Kepala Rumah Tembi Rumah Budaya, Basmara Pradipta menyampaikan sambutan dan apresiasi. Dalam sambutannya Basmara Pradipta menyampaikan penyelenggaraan festival tersebut tidak mungkin dapat terlaksana tanpa dukungan aparat dusun, desa, kecamatan, polsek, koramil, warga masyarakat, dan lain-lain. Oleh karena dukungan dan kerjasama yang selama ini terjalinlah Tembi dapat melaksanakan acara-acara seni budaya secara terus-menerus. Festival Musik Tembi adalah salah satunya dan merupakan yang terbesar dari semua acara seni budaya tersebut.

Kwintarto Heru Prabowo, S.Sos. Camat Kecamatan Sewon, Bantul dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penyelenggaraan ini. Ia berharap Tembi Rumah Budaya dengan segala kegiatan seni budayanya termasuk Festival Musik Tembi dapat terus berlangsung. Selaku Camat Sewon ia merasa senang dan bangga atas apa yang dilakukan Tembi Rumah Budaya.

Kwintarto Heru Prabowo merasa cukup prihatin atas kondisi generasi muda sekarang yang sepertinya kehabisan waktu hanya untuk urusan bersekolah belaka. Padahal hidup sukses dan bahagia tidak bisa hanya ditentukan oleh belajar di sekolah semata. Bisa dikatakan bahwa anak-anak sekarang tidak lagi punya waktu untuk bermain, menikmati hidup, dan berkreasi serta bermain bersama teman-temannya. Anak-anak yang demikian menjadi relatif tumpul daya nalar dan saya serap seni budayanya. Identitas kebudayaannya juga tidak kuat serta mudah sekali terpengaruh kebudayaan lain yang belum tentu cocok dengan kepribadiannya sebagai warga bangsa Indonesia.

Seni budaya memberikan andil besar bagi manusia untuk kreatif, beridentitas, senang, dan bahagia. Seluruh kehidupan sesungguhnya adalah seni itu sendiri, lanjut Kwintarto Heru Prabowo. Bersuami-istri adalah seni, berpakaian adalah seni, makan-minum serta memasak adalah seni. Terjadinya kehidupan juga merupakan wujud dari seni yang agung. Jadi, menjadi aneh dan tidak masuk akal jika ada orang yang tidak bisa menghargai seni. Tembi terus hidup dan bergerak menghidupi seni budaya, itu sungguh patut diapresiasi dan diteruskan.

Naskah dan foto: a. sartono

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here