Pulang Ke Kotamu Dalam Pentas Sastra

0
677

Kali ini, Sastra Bulan Purnama edisi ke-56 tidak menyajikan puisi, melainkan cerpen, yang terkumpul dalam antologi cerpen “Pulang Ke Kotamu” karya 8 cerpenis yang semuanya perempuan. Buku yang diterbitkan oleh ‘Tonggak Pustaka’ ini memuat 16 cerpen, yand salah satunya berjudul ‘Pulang Ke Kotamu’ dipakai sebagai judul antologi. Acara ini akan digelar, Senin 23 Mei 2016, pukul 19.30 di Tembi Rumah Budaya, Bantul, Yogyakarta,

Pada launching antologi cerpen ini beberapa cerpen akan diolah menjadi pertunjukan yang dilakukan oleh Kelompok Belajar Pertunjukan Sastra (KBPS) pimpinan dan sutradara Anes Prabu, dan dramatic reading oleh Annisa Hertami dan Gendis Pawestri. Para cerpenis lainnya, akan membacakan cuplikan cerpen karyanya agar tidak membutuhkan waktu yang panjang.

Untuk kali ini, Sastra Bulan Purnama memberi ruang antologi cerpen untuk ditampilkan, agar orang tahu bahwa Sastra Bulan Purnama bukan hanya untuk puisi. Dalam pertunjukan Sastra Bulan Purnama selama ini sebenarnya cerpen sudah diberi ruang dan dipentaskan dalam bentuk pertunjukan drama, bukan hanya sekadar dibacakan seperti puisi. Bahkan selain dramatisasi cerpen dan puisi, Sastra Bulan Purnama juga memberikan ruang untuk lagu puisi dan tari puisi.

Selain pertunjukan cerpen, dalam Sastra Bulan Purnama edisi ke-56 ini akan diisi pertunjukan tari, yaitu tari topeng yang akan dipentaskan oleh Riana D.Sitharesmi, seorang mahasiswi S3 di UGM dan alumni Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogya, dan seorang penari dari Yayasan Berkebaya yang akan menyajikan nomor lain.

Para cerpenis yang karyanya tergabung dalam antologi cerpen “Pulang Ke Kotamu”, selain menulis puisi, seperti dilakukan oleh Aida Milasari, Selsa, Ardi Susanto, Ristia Herdiana, Listyaning, Umi Kulsum dan ada yang sudah menrbitkan novel seperti Endah Raharja dan Diah Rofika.

Kegiatan para cerpenis perempuan ini tidak hanya berkutat di sastra, melainkan mempunyai kegiatan lain, misalnya sebagai aktivis perempuan seperti dilakukan Aida Milasari dan Diah Rofika, dan beprofesi sebagai guru seperti dilakukan Ardi Susanti, Umi Kulsum, Listyaning dan lainnya.

Untuk menyajikan cerpen, mereka memang baru pertama kali tampil di Sastra Bulan Purnama, tetapi biasanya mereka tampil membacakan puisi karyanya.

Ons Untoro

pk1

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here