Beritabudaya » GOYANG DARI HASOE

'GOYANG' DARI HASOEPembukaan pameran seni rupa di Yogya, seringkali menampilkan pertunjukkan musik. Yang nyaris tidak pernah sepi dari arena pembukaan pameran seni rupa adalah musuk electone yang menghadirkan penyanyi dang-dut, yang tentu saja, bisa ditebak: berpakaian seksi. Katanya, penampilan electone dang-dutan ini membuat suasana pembukaan menjadi ramai dan terasa hidup.

Adalah HaSoe, sang electone itu, kependekan dari Hadi Soesanto. Ia adalah seorang perupa yang memiliki hobi main electone. Karena itu, hobinya disalurkan dalam acara-acara yang dihajat oleh para perupa. Nama belakang dari namanya ditambahi SE, kependekan dari Sarjana Electone. Maka, nama lengkapnya menjadi Hadi Soesanto Sarjanaelectone.

Sebagai pemain electone, kostum yang dipakai selalu berganti-ganti, setidaknya HaSoe berusaha ‘tampil beda’ ketika electone-nya sedang ‘peye’. Artinya'GOYANG' DARI HASOE HaSoe menyadari, bahwa penampilan dirasa perlu harus berbeda dari penampilan keseharian. Oleh karena itu, kacamata tidak pernah ketinggalan menempel dimukanya. Bukan sekedar kacamata, tapi sudah dihias dalam rupa-bentuk not balok dan lainnya. Jadi, kacamata yang dipakai ‘berhiskan’ not balok. Orang tahu dan mahfum, itu adalah kacamata asesoris belaka.

Di sejumlah ruang pamer di Yogya, misalnya di Taman Budaya, Bentara Budaya, Tujuh Bintang, Sangkring Art Space dan beberapa ruang pameran lainnya, seringkali menampilkan HaSoe ketika pembukaan pameran dilangsungkan. Di sejumlah ruang pamer itu, dengan tiga orang singers-nya, yang semuanya tampil seksi, HaSoe ‘menggoyang’ hadirin dengan lagu-lagu dang-dut. Bahkan bukan hanya dengan lagu, tetapi juga dengan guyon dan celotehan yang sifatnya, dalam bahasa Jawa, disebut sebagai ngenyek (meledek).'GOYANG' DARI HASOE

Rupanya, penampilan HaSoe bukan hanya untuk pameran. Tampaknya, order untuk acara lain diluar pembukaan pameran seni rupa, dia terima dan penampilannya sesuai dengan permintaan order. Kalau pemberi order tidak menghendaki lagu-lagu dang-dut dengan penyanyinya berpakain seksi, HaSoe akan tampil bersahaja. Tanpa memakai kostum sebagaimana biasanya dia tampil pada acara pembukaan pameran seni rupa. Hal ini pernah dilakukan, ketika HaSoe mengisi ramah tamah tamu undangan yang mengikuti pidato pengukuhan seorang guru besar di UGM. Selesai pidato pengukuhan, acara ramah tamah dilakukan di Wisma Kagama, dan disana HaSoe sudah menyambut tamu-tamu yang datang dengan lagu-lagu yang romantis. Lagu-lagu kenangan. Pendeknya jenis lagu-lagu yang tidak mengundang goyang.'GOYANG' DARI HASOE

“Eh, rupanya order tidak hanya yang seksi-seksi ya” sapa ‘Tembi’ pada HaSoe.

Dia tertawa sambil berkata: “Namanya order, pak. Ya diangkati saja”.

HaSoe dan ‘singer’-nya semakin dikenal dikalangan perupa Yogyakarta. Tampaknya, pembukaan pameran tanpa ‘menghadirkan’ HaSoe beserta ‘singer’-nya suasana pembukaan tidak ramai, atau lebih tepatnya, tidak ada ‘goyangan’. Bersama HaSoe, Pembukan pameran seni rupa di Yogya pasti penuh goyang dan hadirin tampak menikmati ‘goyangan HaSoe’ bersama dengan ‘singer’-nya.

Karena itu, pembukaan pameran seni rupa di Yogya seperti telah mempunyai cita rasa ‘goyang HaSoe’.

 

Ons Untoro