Login TeMBI Community
Email
Password
 
 | 
Sign Up TeMBI Community?
Lost Password ?
kombi
What is Kombi?



DIALOG PAPUA DI YOGYADi Yogya banyak orang Papua Tinggal. Ada yang masih belajar di Yogya. Ada juga yang memang ‘menetap’ di Yogya. Karena itu, setiap kali ada diskusi menyangkut Papua. Anak-anak muda Papua yang tinggal di Yogya menyediakan diri untuk hadir. Seperti Jum’at (26/8) beberapa waktu lalu, Lembaga Studi Demokrasi dan Budaya Politik (elsDap) menyelenggarakan satu diskusi dengan tema “Situasi Politik Papua Paska KTT International Lawyer West Papua di London’. Diskusi diselenggatakan di gedung UC UGM dengan menghadirkan pembicara semuanya orang Papua Nicholas Simion Messet (ex. Menlu OPM), Tinus Waga (Aktivis Gerakan Papua Merdeka dan Nathalsen Basna (Lembaga Intelektual Tanah Papua).

Bagi Nicholas, orang-orang Papua tidak ada pilihan lain kecuali harus membangun Papua. Karena itu, Nicholas meminta anak-anak muda Papua jangan meninggalkan tanah kelahirannya. Karena, bagi Nicholas hanya orang Papua yang tahu apa yang perlu untuk dilakukan.

Sedang, Tinus Waga, seorang aktivis gerakan Papua Merdeka, melihat, bahwa Papua perlu terus diperjuangkan untuk merdeka. Dalam diskusi ini ia menuliskan diawal makalahnya seperti bisa kita baca berikut:

“Sejak Pemberitahuan tentang akan digelarnya Conference West Papua-The Road to Freedom (konfrensi Papua Barat-Jalan menuju Kemerdekaan), merupakan momentum bersejarah bagi rakyat Papua dalam tahapan gerakan DIALOG PAPUA DI YOGYAperjuangan West Papua Merdeka sejak 40 tahun yang lalu hingga kini bangsa Papua akan terus berjuang merebut kembali hak kedaulatan politik pada 1 Desember 1961. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, bahwa solidaritas internasional yang mendorong perjuangan kemerdekaan bagi bangsa Papua bukan hayalan politik semata namun kemerdekaan telah dibuktikan secara konkrit dengan kerja-kerja nyata dilapangan oleh pejuang anak-anak bangsa”.

Bagi Tinus, sebuah proses sedang dimulai, walaupun proses itu dimulai dari nol, dari sebuah proses yang dihina dan diremehkan oleh banyak orang, itu tidaklah penting. Yang penting, demikian Tinus, ialah bahwa perjuangan ini telah memakan banyak korban harta benda, waktu, tenaga, dana, dan lebih-lebih nyawa orang Papua.

“Jadi, tidak akan pernah dihentikan, apalagi dihapuskan oleh individu siapapun, entah pendukung dialog, pecinta NKRI dan bentuk-bentuk lainnya” kata Tinus Waga.

Dari sisi yang lain Natalsen Basna melihat sejumlah pendekatan yang telah dilaklukan di Papua, pada dasarnya bukan sebagai solusi. Pendakatan keamanan, telah memunculkan aksi kekerasan militer yang memicu lahirnya kebijakan gelar operasi keamanan di Papua. Pendekatan keuangan, melalui keuangan otsus, yang, menurut Natalsen, rata-rata hanya satu trilyun lebih setiap tahun disalurkan ke Papua sebagai solusi, padahal uang bukan DIALOG PAPUA DI YOGYAsolusi, melainkan uang berpotensi menghancurkan orang Papua.

“Uang berpotensi menciptakan konflik antara masyarakat dengan kalangan birokrasi orang Papua. Kenyataannya uang otonomi khusus yang disalurkan dari pusat ke Papua bukan untuk orang Papua melainkan uang tersebut hanya tersendat dikalangan birokrasi dan kalangan pengusaha kelas atas yang statusnya dikuasai oleh saudara-saudara bukan non Papua” kata Natalsen.

Natalsen juga melihat, pemekaran wilayah sebagai suatu pendekatan, telah menjamur di Papua, dan bukan menjadi salah satu solusi, melainkan sebagai jembatan dalam mengabaikan hak-hak kemanusiaan sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang mulia.

“Pemekaran mendatangkan ketidaknyamanan masyarakat melalui pemicuan konflik horizontal antara masyarakat dengan masyarakat dan masyarakat dengan pejabat lokal, sedangkan pusat lipat tangan.” Ujar Natalsen

Bagi Natalsen, pemekaran menurut masyarakat dapat menguntungkan saudara-saudara non Papua. Pemekaran terkesan dipaksakan oleh oknum-oknum tertentu dan pusat sebagai salah satu solusi, padahal pemekaran bukan solusi, melainkan pemekaran telah merusak tatanan sosial masyarakat sebagai ciptaan yang mulia.

 

Ons Untoro



Advertise
Penghargaan Sapta Pesona 2010

Museum TeMBI Rumah Budaya menerima penghargaan Sapta Pesona 2010








Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004

Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004






Cipta Award 2011

TeMBI rumah budaya
sebagai
Finalis
Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional






TeMBI Resorts.

Get the beautiful moment and beautiful viewing in rural






   

Sa' Unine
String Orchestra

Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
08561152733 atau 021-7253410 / 021-7203055

Klik Disini Untuk Mendengarkan






PITUTUR LUHUR LELUHUR

Baru Terbit !!!

PITUTUR LUHUR LELUHUR
Buku kumpulan pepatah Jawa yang diterbitkan Tembi Rumah Budaya untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan kondisi kekinian.

Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004

Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410

Harga Rp 35.000,-






Kidung Malam

Novel KIDUNG MALAM terbitan terbaru dari Tembi Rumah Budaya, merupakan cerita bersambung karya Herjaka HS yang memaparkan sebagian jalan hidup yang ditempuh Durna hingga periode Kurawa dan Pandawa di Hastinapura.

Durna termasuk tokoh yang jarang dikisahkan secara tunggal, baik dalam novel maupun pertunjukan wayang. Karenanya penerbitan novel ini sekaligus melengkapi dunia novel wayang yang akhir-akhir ini semakin semarak.

Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004

Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410

Harga Rp 35.000,-







Sa' Unine
String Orchestra
Buaian Sepanjang Masa

Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
085782989824 atau 021-7253410 / 021-7203055

Klik Disini Untuk Mendengarkan






PENGUMUMAN HASIL SELEKSI

FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI

“MUSIK TRADISI BARU 2012”






FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012

TeMBI Rumah Budaya - foMbi (forum Musik teMbi) mempersembahkan:
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012

KAMIS, 24 MEI 2012
PERTUNJUKAN MUSIK
Pk. 19.00 WIB

JUMAT, 25 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Elemen Tradisi Dalam Lagu Pop”
oleh FRANS SARTONO “Wartawan Musik Harian Kompas”
Pk. 13.00 WIB

SABTU, 26 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Pengkaryaan VS Empiristik” oleh PURWANTO “Kua Etnika”
Pk. 14.00WIB

PASAR MUSIK
24, 25, 26 Mei 2012 - Pk. 16.00 WIB