Peribahasa Jawa di atas secara harfiah berarti dalang tidak ke-(kurang)-an lakon. Lakon adalah unsur-unsur pernaskahan atau bahan baku dari cerita (skenario) tentang apa yang akan dipentaskannya dalam pakeliran. Dalam setiap tanggapan umumnya konsumen atau penanggap meminta lakon tertentu kepada dalang. Entah itu lakon Rama Tambak, Duryudana Gugur, Rabine Abimanyu, dan sebagainya. Sekalipun demikian, sering juga penanggap meminta lakon yang tidak atau kurang lazim berlaku dalam dunia pewayangan. Mungkin saja penanggap meminta lakon Gareng Dadi Ratu, Semar Mantu, atau lakon yang memang sama sekali tidak pernah ada di dalam dunia pewayangan. Dalam kondisi seperti ini ada semacam pantangan bagi dalang untuk menolak permintaan penanggap. Sejauh mungkin dalang akan memenuhi permintaan penanggap. Ada semacam anggapan bahwa dalang yang tidak bisa mementaskan lakon seperti yang diminta penanggap adalah dalang yang belum mumpuni, dalang tidak cerdas, dalang tidak kreatif, dan seterusnya.
Untuk itulah dalang dituntut untuk selalu bisa menciptakan lakon. Sekalipun permintaan tentang lakon itu kadang-kadang tidak lazim, aneh, dan bahkan janggal, dalang sebagai dalang tetap harus bisa mementaskannya.
Pepatah atau peribahasa di atas sesungguhnya ditujukan untuk memberikan semangat kepada siapa pun yang tengah mendapatkan tanggung jawab atau pekerjaan yang berat atau dipandang sulit sekalipun. Artinya, sesulit apa pun tanggung jawab atau pekerjaan yang mesti diemban oleh seseorang, seseorang tersebut tidak boleh putus asa. Seseorang tersebut dituntut untuk mencari cara, dukungan, kreativitas, gagasan, untuk menyelesaikannya. Tidak kekurangan lakon sama artinya dengan tidak kekurangan cara atau upaya untuk menyelesaikannya.
a.sartono
Museum TeMBI Rumah Budaya menerima penghargaan Sapta Pesona 2010
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Cipta Award 2011
TeMBI rumah budaya
sebagai
Finalis
Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional
TeMBI Resorts.
Get the beautiful moment and beautiful viewing in rural
Sa' Unine
String Orchestra
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
08561152733 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Baru Terbit !!!
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Buku kumpulan pepatah Jawa yang diterbitkan Tembi Rumah Budaya untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan kondisi kekinian.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Kidung Malam
Novel KIDUNG MALAM terbitan terbaru dari Tembi Rumah Budaya, merupakan cerita bersambung karya Herjaka HS yang memaparkan sebagian jalan hidup yang ditempuh Durna hingga periode Kurawa dan Pandawa di Hastinapura.
Durna termasuk tokoh yang jarang dikisahkan secara tunggal, baik dalam novel maupun pertunjukan wayang. Karenanya penerbitan novel ini sekaligus melengkapi dunia novel wayang yang akhir-akhir ini semakin semarak.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Sa' Unine
String Orchestra
Buaian Sepanjang Masa
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
085782989824 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
“MUSIK TRADISI BARU 2012”
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
TeMBI Rumah Budaya - foMbi (forum Musik teMbi) mempersembahkan:
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
KAMIS, 24 MEI 2012
PERTUNJUKAN MUSIK
Pk. 19.00 WIB
JUMAT, 25 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Elemen Tradisi Dalam Lagu Pop”
oleh FRANS SARTONO “Wartawan Musik Harian Kompas”
Pk. 13.00 WIB
SABTU, 26 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Pengkaryaan VS Empiristik” oleh PURWANTO “Kua Etnika”
Pk. 14.00WIB
PASAR MUSIK
24, 25, 26 Mei 2012 - Pk. 16.00 WIB

Indonesia
English











