
Dewa Bayu, dalam bentuk wayang kulit buatan Kaligesing Purworejo,
koleksi Tembi Rumah Budaya (foto: Sartono)
Dewa Bayu
Bayu, Batara atau Dewa Bayu adalah anak Batara Guru dengan Dewi Uma. Dewa Bayu bertubuh gagah perkasa lebih besar dibandingkan dengan dewa-dewa yang lain. Ia memiliki kuku pusaka yang bernama Kuku Pancanaka, dan mengenakan kain bermotif kothak-kothak berwarna-warni, yang disebut kampuh Poleng Bang Bintulu Aji. Dewa Bayu dikenal sebagai dewa yang berkuasa atas angin, oleh karenanya ia juga disebut Hyang Maruta. Maruta artinya angin. Karena kekuasaannya itu, Ia mempunyai aji Sepi Angin yang memungkinkan dirinya dapat bergerak sangat cepat seperti gerakan angin.
Dewa Bayu pernah ditugaskan oleh Batara Guru untuk mengasuh anak Dewi Anjani yang bernama Anoman. Di bawah asuhan Dewa Bayu, Anoman yang adalah seekor kera putih, tumbuh menjadi ksatria perkasa yang sakti. Anoman mengenakan kain Kampuh Poleng Bang Bintulu Aji dan pusaka Kuku Pancanaka, sama seperti Dewa Bayu. Sebagai asuhan Dewa Bayu atau Sang Hyang Maruta, Anoman juga mampu bergerak sangat cepat seperti gerakan angin dan mendapat sebutan Maruti.
Dalam cacatan yang lain, Dewa Bayu pernah dimohon oleh Kunthi, istri Pandudewanata untuk memberikan keturunannya. Karena semenjak dikutuk oleh Resi Kimindama, Pandudewanata tidak dapat memberikan keturunan. Maka kemudian dari Dewa Bayu itulah Kunthi melahirkan anak nomor dua yang diberi nama Bima. Secara fisik Bima tidak berbeda dengan Dewa Bayu. Gagah perkasa, suaranya besar menggelegar, mempunyai Kuku Pancanaka, mengenakan kain Kampuh Poleng Bang Bintulu Aji. Walaupun badannya berat dan besar, Bima dapat bergerak secepat angin. Nama lain Bima adalah Bayuputra, Bayusiwi, Bayusunu yang artinya anak Bayu.
Walaupun Bima tidak berada dalam asuhannya, pada saat saat tertentu Dewa Bayu membantu apa yang dibutuhkan anaknya. Seperti misalnya, ketika bayi Bima mengalami kesulitan memecah bungkus, Dewa Bayu mengirim Gajah Sena, untuk membantu memecah bungkus Bima. Juga ketika Bimasena sedang mencari Tirta Amerta, Dewa Bayu berusaha menguji niat Bima dan memberikan bekal ilmu, dengan cara menjelma menjadi seorang raksasa bernama Rukmakala di hutan Tikbrasara.
Selain Anoman dan Bimasena, Dewa Bayu mengasuh empat anak yang lahir dari Istrinya yang bernama Dewi Sumi, yakni Batara Sumarna, Batara Sudarma, Batara Sangkara, dan Batara Bismakara. Bersama Dewi Sumi dan keempat anaknya Dewa Bayu tinggal di Kahyangan Panglawung. Nama lain dari Batara Bayu atau Sang Hyang Maruta adalah Sang Hyang Margana dan Sang Hyang Pagulingan.
herjaka HS
Museum TeMBI Rumah Budaya menerima penghargaan Sapta Pesona 2010
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Cipta Award 2011
TeMBI rumah budaya
sebagai
Finalis
Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional
TeMBI Resorts.
Get the beautiful moment and beautiful viewing in rural
Sa' Unine
String Orchestra
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
08561152733 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Baru Terbit !!!
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Buku kumpulan pepatah Jawa yang diterbitkan Tembi Rumah Budaya untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan kondisi kekinian.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Kidung Malam
Novel KIDUNG MALAM terbitan terbaru dari Tembi Rumah Budaya, merupakan cerita bersambung karya Herjaka HS yang memaparkan sebagian jalan hidup yang ditempuh Durna hingga periode Kurawa dan Pandawa di Hastinapura.
Durna termasuk tokoh yang jarang dikisahkan secara tunggal, baik dalam novel maupun pertunjukan wayang. Karenanya penerbitan novel ini sekaligus melengkapi dunia novel wayang yang akhir-akhir ini semakin semarak.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Sa' Unine
String Orchestra
Buaian Sepanjang Masa
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
085782989824 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
“MUSIK TRADISI BARU 2012”
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
TeMBI Rumah Budaya - foMbi (forum Musik teMbi) mempersembahkan:
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
KAMIS, 24 MEI 2012
PERTUNJUKAN MUSIK
Pk. 19.00 WIB
JUMAT, 25 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Elemen Tradisi Dalam Lagu Pop”
oleh FRANS SARTONO “Wartawan Musik Harian Kompas”
Pk. 13.00 WIB
SABTU, 26 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Pengkaryaan VS Empiristik” oleh PURWANTO “Kua Etnika”
Pk. 14.00WIB
PASAR MUSIK
24, 25, 26 Mei 2012 - Pk. 16.00 WIB

Indonesia
English











