Rasanya, ini bukan permintaan, melainkan ajakan. Menikahi dunia, yang terkadang tidak melihatnya sebagai satu bagian dari kehidupan. Komunitas difabel, yang tergabung dalam ‘diff.com’ melakukan pertunjukan, yang dikemas laiknya orang melakukan pesta pernikahan. Judul pertunjukkannya pun menunjukkan orang yang sedang punya hajat: Pernikahan.
Pesta ini dilakukan selama dua hari, 7-8 Desember lalu di Tembi Rumah Budaya. Pada pesta pertama yang mereka sebut sebagai pre wedding, laiknya orang punya hajat, diisi dengan melakukan pelatihan/workhsop membuat ‘othok-othok’ satu permainan anak tradisional yang sekarang, barangkali sudah dilupakan, dan anak-anak balita sekarang, boleh jadi tidak mengenali jenis permainan itu.
Workhsop pembuatan ‘othok-othok’’ diikuti oleh orang dewasa, yang ternyata juga kelihatan asing dalam proses pembuatan, tetapi semua kelihatan bersemangat mengikuti workshop, dan semua bisa menghasilkan permainan anak tradisional itu, dan segera untuk dibunyikan: othok…othok…othok… Pada pesta akad nikah, dipertunjukkan suatu dramatisasi puisi yang mengetengahkan cerita ‘nota kesepahaman’. Para pemain penuh ekspresif, dan Dan akhirnya, mereka mengajak dunia untuk menikah. Keduanya saling berpadu untuk mengisi kehidupan, tidak membedakan dari yang lain. Perbedaan adalah anugareh, bukan musibah atau sumber masalah. “ Begitulah ending puisi dari ‘nota kespahaman, untuk meminang ‘dunia’ agar bersatu, dan karena itu, setelahnya, hanya ada ‘kita’. Pada resepsi pernikahan, keduanya telah menjadi ‘kita’. Karena itu, pestanya penuh kebahagiaan, tidak lupa ada pentas musik, tentu saja ada nyanyi-nyanyi. Warga dari ‘kita, dipersatukan, misalnya dengan dorprize, atau juga menikmati karya-kaeya dunia yang telah dijalani, misalnya dokumentasi foto pertunjukan, karya kerajinan dan lainnya. Pendekanya, dunia, dalam resepsi ini bukan sebagai sesuatu yang jauh, melainkan telah menyatu menjadi ‘kita’. Justru yang ada hanyalah ‘kita’, maka, sebenarnya merupakan ajakan untuk tidak berhenti berkarya. Karena, dunia hanya akan memiliki makna, apabila orang yang ada didalamnya memaknai dan menghidupkan dunia itu. Akan menjadi masalah, apabila salah satu diantaranya ‘menggantungkan’ hidupnya dari dunia. ‘Pernikahan’ dari diff.com ini, agaknya adalah upaya untuk menunjukkan kepada ‘dunia’, bahwa komunitas mereka tidak berhenti berkarya, serta tidak hanya merenungi nasibnya. Mereka terus berusaha memaknai dunia, agar apa yang disebutnya sebagai ‘kita; akan memberi makna.
kelihatan menjiwai peran yang diberikan. Didalam ruang tertutup, sebut saja ‘dunia yang terpisah’ mereka seperti hendak dijauhkan, atau malah menjauhkan diri dari ‘dunia’ yang menghidupi kehidupan. Mereka seperti terjebak, seolah ‘dibohongi’ untuk tenggelam dalam dunianya dan merenungi nasibnya, dan tidak perlu memasuki dunia lain yang lebih luas dan tidak menolak kehadirannya.
Lalu di rentang bulan madu nanti, kekasih
pasti bersemi aneka bunga kesenyawaan
setelahnya, mungkin ada yang layu mati
demikian kita semai tunas-tunas berpuitik sari cinta
enggan lagi sesiapa mengusik
sebab tak ada lagi kau-kalian
tak ada lagi dia-mereka
yang ada
hanya
kita”
Ons Untoro
Museum TeMBI Rumah Budaya menerima penghargaan Sapta Pesona 2010
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Cipta Award 2011
TeMBI rumah budaya
sebagai
Finalis
Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional
TeMBI Resorts.
Get the beautiful moment and beautiful viewing in rural
Sa' Unine
String Orchestra
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
08561152733 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Baru Terbit !!!
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Buku kumpulan pepatah Jawa yang diterbitkan Tembi Rumah Budaya untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan kondisi kekinian.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Kidung Malam
Novel KIDUNG MALAM terbitan terbaru dari Tembi Rumah Budaya, merupakan cerita bersambung karya Herjaka HS yang memaparkan sebagian jalan hidup yang ditempuh Durna hingga periode Kurawa dan Pandawa di Hastinapura.
Durna termasuk tokoh yang jarang dikisahkan secara tunggal, baik dalam novel maupun pertunjukan wayang. Karenanya penerbitan novel ini sekaligus melengkapi dunia novel wayang yang akhir-akhir ini semakin semarak.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Sa' Unine
String Orchestra
Buaian Sepanjang Masa
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
085782989824 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
“MUSIK TRADISI BARU 2012”
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
TeMBI Rumah Budaya - foMbi (forum Musik teMbi) mempersembahkan:
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
KAMIS, 24 MEI 2012
PERTUNJUKAN MUSIK
Pk. 19.00 WIB
JUMAT, 25 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Elemen Tradisi Dalam Lagu Pop”
oleh FRANS SARTONO “Wartawan Musik Harian Kompas”
Pk. 13.00 WIB
SABTU, 26 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Pengkaryaan VS Empiristik” oleh PURWANTO “Kua Etnika”
Pk. 14.00WIB
PASAR MUSIK
24, 25, 26 Mei 2012 - Pk. 16.00 WIB

Indonesia
English











