Ini ada satu pameran yang menarik, bukan pameran seni rupa seperti selama ini sering kita lihat, tetapi merupakan pameran ‘cerita bergambar’ karya dari Abdulsalam, yang kini telah tiada. Ini merupakan kisah bersejarah yang dibuat cerita bergambar, karena itu ada tokoh-tokoh pejuang seperti Bung Karno, Bung Hatta dan seterusnya. Wajah para pejuang digambar dan visualnya bisa dikenali sebagai tokoh yang kita kenal.
Pameran yang diberi tajuk “Merdeka!’ ini diselenggarakan di Bentara Budaya Yogyakarta mulai tanggal 1-10 Juli 2011. Gambar yang dipamerkan berasal dari buku ‘cerita bergambar: Perjuangan Menuju Kemerdekaan RI’dan ‘Kisah Pendudukan Jogja 19 Desember 1948-29 Djuni 1949’. Selain itu lukisan karya Abdulsalam, dan juga disain mata uang pada jaman itu.
Dikalangan perupa pada jamannya, Abdulsalam bukanlah ora Upaya Bentara Budaya Yogya untuk ‘menampilkan’ seniman tua yang dilupakan, kiranya bisa untuk memberi informasi pada generasi yang jauh lebih muda, bahwa pada jaman pergerakan ada seniman lukis yang cukup dikenal bernama Abdulsalam, tetapi namanya jarang, atau bahkan mungkin, tidak pernah disebut. Cerita bergambar mengenai perjuangan kemerdekaan, sebenarnya merupakan kisah sejarah yang ditulis secara lain, dan tidak menggunakan teori sejarah. Pengalaman subyektif Abdulsalam yang dipakai sebagai dasar untuk menulis cerita bergambar. Misalnya, pada jaman Jepang, Abdulsalam membuat cerita bergambar yang berjudul ‘Gerakan 3 A’, selain menampilkan visual berupa gambar para tokoh, ada kisah cerita yang disertakan seperti ditulis dalam katalognya. Sima “GERAKAN 3-A Karena hangatnya sambutan rakyat ketika mereka mendarat, Jepang menyangka bahwa nasionalisme Indonesia tidak perlu dihiraukan banyak. Gerakan 3-A yang dibentuk oleh Jepang untuk membantu usaha peperangannya (dibawah pimpinan Mr. Samsudin), ternyata tidak banyak menarik perhatian, melempem, terlalu Jepang-sentris. Karena itu gerakan tersebut terpaksa gulung tikar. Setelah menyadari kekeliruannya ini barulah orang-orang Jepang mengajak tokoh-tokoh nasional kelas berat ikut serta dalam badan barunya yang diberi nama Gerakan PUTRA (Pusat Tenaga Rakyat), di bawah pimpinan empat serangkai: Bung Karno, Ki Hajar dan Kiai Mansur. Gerakan ini ternyata lebih menarik lagi bagi bangsa Indonesia, lebih-lebih karena Putera bergerak lebih banyak untuk kepentingan bangsa daripada untuk kepentingan Dai Nippon. Karena takut kalau-kalau senjata makan tuan, maka Putera dibubarkan oleh Jepang dan diganti dengan’Jawa Hokokai’ (Kebaktian Jawa), di mana gerak-gerik Bung Karno/Bung Hatta sangat dipersempit”. Cerita bergambar yang dipamerkan ini memang Di jaman kini, kita memang bisa (dan mudah) menemukan cerita bergambar. Hanya saja banyak cerita bergambar hasil terjemahan, bukan jenis cerita bergambar yang mengambil setting sejarah bangsa kita. Barangkali, dengan intensi yang berbeda, bangsa kita kini sedang menuju kemerdekaan berikutnya, seperti kisah cerita bergambar dari Abdulsalam: “Perjuangan Menuju Kemerdekaan RI’.
ng baru. Ia memang sejak kecil memang berniat untuk menjadi seniman. Pada masa itu Abdulsalam bergabung dengan S.Soedjojono, S. Tutur, Agus Djaya dan seniman Batavia lainnya di Persagi (Persatuan Ahli Gambar Indonesoa). Generasi kini, mungkin sekali tidak mengenali Abdulsalam, bukan karena dia sudah tiada tahun 1986 lalu, tetapi karena karya-karyanya juga tidak terpublikasikan.
k teks cerita itu:
menyerupai komik, setidaknya dari segi tekniknya, tetapi dari segi cerita, merupakan ‘pelajaran sejarah’ bagi khalayak dan mudah untuk dicerna. Dari kalangan anak-anak sampai dewasa, kiranya tidak sulit menerima informasi sejarah melalui ‘cerita bergambar’ ini. Dari pameran ini, kita menjadi tahu, pada masa lalu, buku cerita bergambar sudah mulai ditulis. Barangkali, Abdulsalam bukan satu-satunya orang yang menulis cerita bergambar.
Ons Untoro
Museum TeMBI Rumah Budaya menerima penghargaan Sapta Pesona 2010
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Cipta Award 2011
TeMBI rumah budaya
sebagai
Finalis
Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional
TeMBI Resorts.
Get the beautiful moment and beautiful viewing in rural
Sa' Unine
String Orchestra
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
08561152733 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Baru Terbit !!!
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Buku kumpulan pepatah Jawa yang diterbitkan Tembi Rumah Budaya untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan kondisi kekinian.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Kidung Malam
Novel KIDUNG MALAM terbitan terbaru dari Tembi Rumah Budaya, merupakan cerita bersambung karya Herjaka HS yang memaparkan sebagian jalan hidup yang ditempuh Durna hingga periode Kurawa dan Pandawa di Hastinapura.
Durna termasuk tokoh yang jarang dikisahkan secara tunggal, baik dalam novel maupun pertunjukan wayang. Karenanya penerbitan novel ini sekaligus melengkapi dunia novel wayang yang akhir-akhir ini semakin semarak.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Sa' Unine
String Orchestra
Buaian Sepanjang Masa
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
085782989824 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
“MUSIK TRADISI BARU 2012”
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
TeMBI Rumah Budaya - foMbi (forum Musik teMbi) mempersembahkan:
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
KAMIS, 24 MEI 2012
PERTUNJUKAN MUSIK
Pk. 19.00 WIB
JUMAT, 25 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Elemen Tradisi Dalam Lagu Pop”
oleh FRANS SARTONO “Wartawan Musik Harian Kompas”
Pk. 13.00 WIB
SABTU, 26 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Pengkaryaan VS Empiristik” oleh PURWANTO “Kua Etnika”
Pk. 14.00WIB
PASAR MUSIK
24, 25, 26 Mei 2012 - Pk. 16.00 WIB

Indonesia
English











