Di tengah kota Yogyakarta ternyata ada sebuah candi. Candi ini letaknya di Kampung Kumetiran Kidul, Kalurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedong Tengen, Yogyakarta. Tepatnya berada di sisi barat tikungan Jl. Jogonegaran (lanjutan dari Jl. Bhayangkara). Kompleks candi secara keseluruhan dibangun dengan menggunakan bahan baku berupa batu bata yang diplester dan diaci. Candi ini dicat dengan perpaduan cat warna merah, hitam, putih. Menurut Suparmin (80) penduduk setempat sekaligus perawat candi yang dimaksud, candi ini dibangun pada tahun 1939. Candi di tengah kota ini dinamakan Candi Donotirto (Danatirta). Sumber setempat juga menerangkan bahwa candi ini dibangun atas prakarsa dari Sri Sultan Hamengku Buwana IX.
Candi ini dinamakan Candi Donotirto karena dimaksudkan sebagai dana (sumbangan) air dari Sri Sultan Hamengku Buwana IX kepada masyarakat (kota Jogja). Candi Donotirto adalah sebuah tempat yang dimaksudkan untuk MCK bagi warga kota di wilayah yang bersangkutan. Tidak jelas benar mengapa fasilitas untuk MCK ini justru dibuat seperti bentuk candi. Mungkin saja candi dibuat ini dimaksudkan agar mirip dengan petirtaan pada candi-candi Hindu/Buda. Barangkali juga dengan hal semacam itu bangunan yang disebut Candi Donotirto itu akan mudah diingat dan dikenali. Bentuknya yang berbeda dengan semua bangunan yang ada di tengah kota menjadikannya unik dan berbeda sehingga mudah dikenali.
Kompleks Candi Donotirto dibagi dalam dua kamar atau ruang. Satu ruang untuk kaum laki-laki dan ruang lainnya untuk kaum perempuan. Pintu masuk candi dibuat mirip dengan pintu masuk candi dengan gapura bergaya bentar. Jadi siapa pun yang memasuki Candi Donotirto seperti merasa memasuki sebuah candi, khususnya petirtaan. Melihat kondisinya yang demikian, mungkin sekali pembangunan Candi Donotirto dibangun dengan mengacu pada konsep petirtaan.
Oleh karena merupakan MCK, maka Candi Donotirto dilengkapi dengan saluran-saluran air mirip kran-kran air dan sistem penggelontoran. Akan tetapi jangan berpikir tentang kloset karena di tempat ini tidak ada kloset. Untuk buang air besar memang disediakan sebuah lubang khusus. Lubang khusus ini kalau dilihat sepintas mirip dengan kalen (kali kecil). Sehingga jika Anda buang air besar, maka kotoran yang Anda buang akan hanyut oleh adanya kalen itu.
Suplai air yang dialirkan ke Candi Donotirto ini diambilkan dari Sungai Winongo. Demikian sumber setempat menerangkan. Air ini diambil dari air Sungai Winongo di daerah Pingit yang disebut pintu air atau sumber Bendo Lole. Bendo Lole ini memiliki keletakan di sisi utara Pasar Pingit pada jarak sekitar 1 kilometer. Dengan demikian, jika debit air dari Sungai Winongo ini berkurang, maka suplai air ke Candi Donotirto pun akan berkurang. Jika hal ini terjadi maka kalen yang berfungsi untuk menghanyutkan kotoran dari orang yang buang hajat pun tidak akan mengalir.
Siapa pun yang menggunakan Candi Donotirto entah itu untuk buang air kecil, buang air besar, mencuci, atau mandi disarankan untuk memberikan sumbangan berupa uang. Hal ini penting untuk pengelolaan Candi Donotirto agar tetap bisa terjaga kebersihannya. Anda tertarik mengunjungi candi di tengah kota Jogja ? Datang saja ke Candi Donotirto.
a.sartono
Museum TeMBI Rumah Budaya menerima penghargaan Sapta Pesona 2010
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Cipta Award 2011
TeMBI rumah budaya
sebagai
Finalis
Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional
TeMBI Resorts.
Get the beautiful moment and beautiful viewing in rural
Sa' Unine
String Orchestra
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
08561152733 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Baru Terbit !!!
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Buku kumpulan pepatah Jawa yang diterbitkan Tembi Rumah Budaya untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan kondisi kekinian.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Kidung Malam
Novel KIDUNG MALAM terbitan terbaru dari Tembi Rumah Budaya, merupakan cerita bersambung karya Herjaka HS yang memaparkan sebagian jalan hidup yang ditempuh Durna hingga periode Kurawa dan Pandawa di Hastinapura.
Durna termasuk tokoh yang jarang dikisahkan secara tunggal, baik dalam novel maupun pertunjukan wayang. Karenanya penerbitan novel ini sekaligus melengkapi dunia novel wayang yang akhir-akhir ini semakin semarak.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Sa' Unine
String Orchestra
Buaian Sepanjang Masa
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
085782989824 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
“MUSIK TRADISI BARU 2012”
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
TeMBI Rumah Budaya - foMbi (forum Musik teMbi) mempersembahkan:
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
KAMIS, 24 MEI 2012
PERTUNJUKAN MUSIK
Pk. 19.00 WIB
JUMAT, 25 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Elemen Tradisi Dalam Lagu Pop”
oleh FRANS SARTONO “Wartawan Musik Harian Kompas”
Pk. 13.00 WIB
SABTU, 26 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Pengkaryaan VS Empiristik” oleh PURWANTO “Kua Etnika”
Pk. 14.00WIB
PASAR MUSIK
24, 25, 26 Mei 2012 - Pk. 16.00 WIB

Indonesia
English
















