Bunker sebagai tempat darurat untuk penyelamatan diri yang di bangun di seputaran kaki Gunung Merapi memang dimaksudkan sebagai tempat perlindungan bagi manusia jika Gunung Merapi memuntahkan isi perutnya. Bunker-bunker ini dibangun di beberapa tempat. Di antaranya di Sela-Boyolali, Tunggularum-Sleman, Kaliurang-Sleman, dan Kaliadem-Sleman. Namun demikian, bunker-bunker ini pada akhirnya tidak direkomendasikan sebagai tempat perlindungan lagi mengingat tragedi Bunker Maut di Kaliadem tahun 2006.
Kala itu Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan awan panas (wedhus gembel) beserta material panas lain. Dua orang relawan yang mencoba berlindung di dalam Bunker Kaliadem justru tewas secara mengenaskan karena bunker justru berubah menjadi oven raksasa ketika material sangat panas dari Gunung Merapi menimbunnya.
Bunker di Kaliadem telah rusak dan 85 prosen terkubur material Gunung Merapi. Sementara beberapa bunker masih berdiri utuh. Salah satu bunker yang masih berdiri utuh adalah Bunker Tunggularum, Turi, Sleman. Bunker ini menghadap ke timur. Arah hadapnya berlawanan dengan arah hadap gardu pandang yang berdiri di depannya. Jadi arah hadap gardu pandang dan Bunker Tunggularum berlawanan, namun keduanya sama-sama menghadap ke jalan besar yang menjadi jalan utama Dusun Tunggularum. Bunker Tunggularum dilengkapi juga dengan atap beton dan trap (tangga), pintu baja, dinding beton berlapis baja, dan atap dalam dari beton berlapis baja pula. Luas ruangan dalam Bunker Tunggularum sekitar 10 m x 8 m. Ketinggian atapnya sekitar 4 m.
Bunker-bunker tersebut dulunya dibangun oleh Belanda untuk tempat perlindungan darurat jika Gunung Merapi meletus. Kini, bunker-bunker tersebut tidak dianjurkan lagi digunakan sebagai tempat perlindungan mengingat demikian berbahayanya letusan Gunung Merapi. Tewasnya dua relawan tahun 2006 ketika berlindung di Bunker Kaliadem menjadi petunjuk bahwa bunker memang tidak bisa diandalkan sebagai tempat perlindungan (sekalipun disebut sebagai darurat).
Kini keberadaan bunker-bunker itu nyaris kehilangan fungsi utamanya. Meskipun demikian, di Bunker Tunggularum setidaknya orang bisa menikmati bagaimana kira-kira rasanya jika orang masuk ke dalamnya. Tembi pun berkesempatan masuk pada pertengahan April 2011. Ada nuansa seram-seramnya juga rupanya. Maklum, Tembi hanya seorang diri masuk ke tempat itu. Ketika berada di dalam bunker terasa benar rasa sumpek dan pengap. Ruang gerak kita terasa tiba-tiba menyempit dan gelap.
Bunker Tunggularum ini menjadi salah satu objek wisata di tempat itu di samping objek-objek wisata lain yang ada di dusun itu. Bagi orang yang belum pernah melihat bunker objek ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Setidaknya mengundang rasa penasaran. Ingin tahu dan merasakan bagaimana masuk bunker ? Silakan datangi berbagai bunker yang ada di kaki Gunung Merapi. Salah satunya adalah Bunker Tunggularum, Turi, Sleman.
a.sartono
Museum TeMBI Rumah Budaya menerima penghargaan Sapta Pesona 2010
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Cipta Award 2011
TeMBI rumah budaya
sebagai
Finalis
Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional
TeMBI Resorts.
Get the beautiful moment and beautiful viewing in rural
Sa' Unine
String Orchestra
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
08561152733 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Baru Terbit !!!
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Buku kumpulan pepatah Jawa yang diterbitkan Tembi Rumah Budaya untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan kondisi kekinian.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Kidung Malam
Novel KIDUNG MALAM terbitan terbaru dari Tembi Rumah Budaya, merupakan cerita bersambung karya Herjaka HS yang memaparkan sebagian jalan hidup yang ditempuh Durna hingga periode Kurawa dan Pandawa di Hastinapura.
Durna termasuk tokoh yang jarang dikisahkan secara tunggal, baik dalam novel maupun pertunjukan wayang. Karenanya penerbitan novel ini sekaligus melengkapi dunia novel wayang yang akhir-akhir ini semakin semarak.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Sa' Unine
String Orchestra
Buaian Sepanjang Masa
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
085782989824 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
“MUSIK TRADISI BARU 2012”
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
TeMBI Rumah Budaya - foMbi (forum Musik teMbi) mempersembahkan:
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
KAMIS, 24 MEI 2012
PERTUNJUKAN MUSIK
Pk. 19.00 WIB
JUMAT, 25 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Elemen Tradisi Dalam Lagu Pop”
oleh FRANS SARTONO “Wartawan Musik Harian Kompas”
Pk. 13.00 WIB
SABTU, 26 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Pengkaryaan VS Empiristik” oleh PURWANTO “Kua Etnika”
Pk. 14.00WIB
PASAR MUSIK
24, 25, 26 Mei 2012 - Pk. 16.00 WIB

Indonesia
English

















