Login TeMBI Community
Email
Password
 
 | 
Sign Up TeMBI Community?
Lost Password ?
kombi
What is Kombi?



Brahala
Brahala dalam bentuk wayang kulit,
karya Bp. Ngatiman dari Gendeng Bangunjiwa Bantul,
koleksi Tembi Rumah Budaya (foto: Sartono)

Brahala

Brahala adalah sosok raksasa sebesar gunung yang berwajah sangat menakutkan. Ia mempunyai tangan seribu maka disebut pula Balasrewu, yang masing-masing tangannya memegang senjata sakti. Digambarkan pula, kedua matanya melotot menyeramkan. Brahala, di dalam bahasa Jawa merupakan kerata basa dari kata bubrah dan ala yang artinya rusak dan jelek. Sesungguhnya Brahala ini adalah penjelmaan suatu kesaktian yang dimiliki oleh orang yang menjadi titisan Dewa Wisnu. Ada beberapa orang yang menjadi titisan Dewa Wisnu, namun hanya dua orang yang dapat menjelma menjadi Brahala yaitu Harjuna Sasrabahu raja Maespati dan dan Kresna raja Dwarawati.

Proses untuk menjadi Brahala disebabkan oleh dua hal yang pertama adalah karena kemarahan besar yang disebut dengan tiwikrama. Tiwikrama yang kemudian mengantar Harjuna Sasrabahu menjadi Brahala terjadi dua kali, yang pertama ketika Prabu Harjuna Sasrabahu marah karena ditantang Sumantri Patihnya. Dan yang kedua saat Harjuna Sasrabahu berhadapan dengan Dasamuka raja Alengka. Demikian pula Kresna, ia melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Harjuna Sasrabahu. Dua kali Kresna tiwikrama berubah menjadi Brahala. Yang pertama ketika mencuri Dewi Rukmini dan yang ke dua ketika sebagai duta di Negara Hastinapura. Ketika menjadi duta untuk menagih bumi Hastinapura yang menjadi haknya para Pandawa, sresna sangat marah dikarena dirinya dipermainkan dan di ingkari oleh Duryudana, maka kemudian ia tiwikrama menjadi Brahala, mengamuk dan merobohkan beteng kedaton kraton Hastinapura, hingga menewaskan Destarastra dan Gendari.

Namun tidak selalu kemarahan Harjuna Sasrabahu dan Kresna akan menjelnma menjadi Brahala. Seperti yang terjadi ketika Sesaji Raja Suya, Kresna tidak menjelmakan dirinya menjadi Brahala walau pada waktu itu Kresna sangat marah kepada Sri Supala dan bahkan sampai membunuhnya.

Selain Tiwikrama (amarah), proses untuk menjadi brahala dapat terjadi karena yang bersangkutan (Harjuna Sasrabahu dan Kresna ) memang berniat mengeluarkan kesaktiannya dengan mengetrapkan mantra sakti dibarengi tiga kali melangkahkan kaki yang disebut dengan Triwikrama. Tri artinya tiga sedangkan krama artinya patrap atau keadaan tubuh.

Triwikrama ini dilakukan oleh Harjuna Sasrabahu saat menuruti permintaan Dewi Citrawati isterinya untuk bersenang-senang di sungai Gangga. Pada waktu itu Harjuna Sasrabahu tidak sedang marah, tetapi sengaja mengubah dirinya menjadi Brahala untuk membendung sungai demi kepentingan permaisurinya.

herjaka HS



Advertise
Penghargaan Sapta Pesona 2010

Museum TeMBI Rumah Budaya menerima penghargaan Sapta Pesona 2010








Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004

Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004






Cipta Award 2011

TeMBI rumah budaya
sebagai
Finalis
Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional






TeMBI Resorts.

Get the beautiful moment and beautiful viewing in rural






   

Sa' Unine
String Orchestra

Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
08561152733 atau 021-7253410 / 021-7203055

Klik Disini Untuk Mendengarkan






PITUTUR LUHUR LELUHUR

Baru Terbit !!!

PITUTUR LUHUR LELUHUR
Buku kumpulan pepatah Jawa yang diterbitkan Tembi Rumah Budaya untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan kondisi kekinian.

Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004

Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410

Harga Rp 35.000,-






Kidung Malam

Novel KIDUNG MALAM terbitan terbaru dari Tembi Rumah Budaya, merupakan cerita bersambung karya Herjaka HS yang memaparkan sebagian jalan hidup yang ditempuh Durna hingga periode Kurawa dan Pandawa di Hastinapura.

Durna termasuk tokoh yang jarang dikisahkan secara tunggal, baik dalam novel maupun pertunjukan wayang. Karenanya penerbitan novel ini sekaligus melengkapi dunia novel wayang yang akhir-akhir ini semakin semarak.

Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004

Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410

Harga Rp 35.000,-







Sa' Unine
String Orchestra
Buaian Sepanjang Masa

Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
085782989824 atau 021-7253410 / 021-7203055

Klik Disini Untuk Mendengarkan






PENGUMUMAN HASIL SELEKSI

FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI

“MUSIK TRADISI BARU 2012”






FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012

TeMBI Rumah Budaya - foMbi (forum Musik teMbi) mempersembahkan:
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012

KAMIS, 24 MEI 2012
PERTUNJUKAN MUSIK
Pk. 19.00 WIB

JUMAT, 25 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Elemen Tradisi Dalam Lagu Pop”
oleh FRANS SARTONO “Wartawan Musik Harian Kompas”
Pk. 13.00 WIB

SABTU, 26 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Pengkaryaan VS Empiristik” oleh PURWANTO “Kua Etnika”
Pk. 14.00WIB

PASAR MUSIK
24, 25, 26 Mei 2012 - Pk. 16.00 WIB