Login TeMBI Community
Email
Password
 
 | 
Sign Up TeMBI Community?
Lost Password ?
kombi
What is Kombi?



BERJUANG MELALUI MUSIKRasanya hanya sedikit musisi yang ‘meninggalkan’ industri musik, untuk memasuki wilayah lain, yang oleh kebanyakan musisi tidak terlalu ‘didekati’. Meski masih di jalur musik, tetapi bukan semata-mata untuk kepentingan bisnis, melainkan menempuh apa yang disebut sebagai perjuangan. Bukan berjuang untuk mencari posisi, melainkan berjuang untuk membangun negara yang bersih, adil dan demokratis. Musisi ini kita kenal dengan nama Franky Sahilatua, yang Rabu (20/4) lalu pergi meninggalkan kita untuk selamanya.

Sebelumnya, kita mengenal Franky sebagai penyanyi Balada. Lagu-lagunya, seperti ‘Bis Kota’ tahun 1970-an dikenal secara luas. Suaranya yang khas, bersama adiknya, Jane Sahilatua dan dikenal sebagai ‘Franky and Jane’ memberi warna lain diblantikan musik di era tahun 1970-an. Orang, kapan mendengarkan lagu-lagu Franky dan Jane, seperti mendengarkan ‘kisah’ kehidupan, yang sehari-hari dijalani bersama, seperti kalimat dalam lagunya:

“Bis kota sudah, miring ke kiri
oleh sesaknya penumpang
aku terjepit disela-sela, ketiak para penumpang
yang bergantungan
………………………. “

Kisah-kisah keseharian yang dijalani warga masyarakat mudah sekali ditemukan dalam lagu-lagu Franky pada masa itu. Lagu yang lain misalnya, “Lelaki dan Rembulan’ selain berkisah menyangkut asmara dengan pilihan kata yang puitis membuat orang yang mendengarnya memiliki imajinasi duka dan bahagia menyangkut kisahnya.

Namun lagu-lagu itu sudah menjadi masa lalu bagi Franky. Meski masih ‘enak’ untuk di dengarkan bagi penggemarnya, namun tidak lagi ‘diteruskan’ olehnya. Franky lebih memilih ranah lain. Dia memiliki ‘kehendak’ berpolitik melalui lagu-lagunya, Karena itu, Franky merasa tidak perlu memasuki partai. Melalui lagu-lagu yang diciptaknnya, misalnya ‘Kemesraan’ Franky memberi inspirasi pada pendengarnya.

BERJUANG MELALUI MUSIKBerpolitik bagi Franky, bukan untuk mencari kedudukan, juga bukan untuk mengejar kekayaan. Berpolitik, bagi Franky, tampaknya adalah upaya untuk membangun masyarakat yang baik, terbuka, adil dan demokratis. Nilai-nilai demokrasi, dia suarakan melalui lagu-lagunya, Ketidakadilan dia sentuh dengan lagu-lagunya sehingga orang yang mendengar merasakan keteduhan akan pesan-pesan yang disampaikan.

Karena pilihannya, membuat teman-teman Franky berasal dari kalangan yang beragam. Bukan hanya dari kalangan musisi, melainkan seniman dari disiplin lain, bersahabat denganya. Politisi partai, aktivis politik, aktivis LSM, aktivis anti koruposi, aktivis pro demokrasi, kelompok agamawan sampai pejabat, menjadi sahabat Franky. Ini menunjukkan, sesunguhnya, Franky diterima oleh beragam kalangan.

Namun kini, Franky telah pergi. Pastilah bangsa kita kehilangan seorang pejuang yang baik hati, merelakan diri untuk tidak berlimpah harta. Dalam kata lain, hidup Franky ‘diserahkan’ untuk membangun bangsa ini. Mesti dia tahu, bahwa negaranya tidak pernah bersih dari korupsi. Tidak pernah jauh dari kekerasan, dan sangat dekat dengan ketidakadilan. Tetapi Franky tetap mencintai negerinya sambil berlagu untuk mengingatkan semuanya, terumata para penguasa. Bahkan, sebelum dia meninggal, masih sempat menciptakan lagu untuk Indonesia yang berjudul ‘Pancasila Rumah Kita Bersama’.

Saya membayangkan, bagaimana galaunya Franky terhadap keadaan negerinya, sehingga dia menunjuk rumah yang sudah lama ‘dimiliki’, tetapi malah ditinggalkan. Dan rumah yang diatunjuk, dikenal oleh semua warga negara, dari anak kecil sampai orang tua. Apalagi, anak-anak SD sampai sekarang masih diminta untuk menghafal butir-butir Pancasila. Namun celakanya malah dilupakan. Karena itu, Franky menunjuk, ‘Pancasila’ adalah rumah kita.

Mudah-mudah dengan kepergian Franky, kita bersedia kembali ke rumah yang sudah ditunjukkan oleh Franky.

Selamat jalan Franky, perjuanganmu melalui musik tidak akan terlupakan.

Ons Untoro



Advertise
Penghargaan Sapta Pesona 2010

Museum TeMBI Rumah Budaya menerima penghargaan Sapta Pesona 2010








Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004

Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004






Cipta Award 2011

TeMBI rumah budaya
sebagai
Finalis
Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional






TeMBI Resorts.

Get the beautiful moment and beautiful viewing in rural






   

Sa' Unine
String Orchestra

Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
08561152733 atau 021-7253410 / 021-7203055

Klik Disini Untuk Mendengarkan






PITUTUR LUHUR LELUHUR

Baru Terbit !!!

PITUTUR LUHUR LELUHUR
Buku kumpulan pepatah Jawa yang diterbitkan Tembi Rumah Budaya untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan kondisi kekinian.

Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004

Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410

Harga Rp 35.000,-






Kidung Malam

Novel KIDUNG MALAM terbitan terbaru dari Tembi Rumah Budaya, merupakan cerita bersambung karya Herjaka HS yang memaparkan sebagian jalan hidup yang ditempuh Durna hingga periode Kurawa dan Pandawa di Hastinapura.

Durna termasuk tokoh yang jarang dikisahkan secara tunggal, baik dalam novel maupun pertunjukan wayang. Karenanya penerbitan novel ini sekaligus melengkapi dunia novel wayang yang akhir-akhir ini semakin semarak.

Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004

Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410

Harga Rp 35.000,-







Sa' Unine
String Orchestra
Buaian Sepanjang Masa

Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
085782989824 atau 021-7253410 / 021-7203055

Klik Disini Untuk Mendengarkan






PENGUMUMAN HASIL SELEKSI

FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI

“MUSIK TRADISI BARU 2012”






FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012

TeMBI Rumah Budaya - foMbi (forum Musik teMbi) mempersembahkan:
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012

KAMIS, 24 MEI 2012
PERTUNJUKAN MUSIK
Pk. 19.00 WIB

JUMAT, 25 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Elemen Tradisi Dalam Lagu Pop”
oleh FRANS SARTONO “Wartawan Musik Harian Kompas”
Pk. 13.00 WIB

SABTU, 26 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Pengkaryaan VS Empiristik” oleh PURWANTO “Kua Etnika”
Pk. 14.00WIB

PASAR MUSIK
24, 25, 26 Mei 2012 - Pk. 16.00 WIB