Hari Sabtu (24/9) sore lalu, Tembi Rumah Budaya kelihatan lebih ramai ketimbang hari-hari biasanya. Di sore itu, ada 100 lebih kontestan pembatik yang berjajar-jajar dan bergerombol di sepanjang koridor dekat galeri. Bahkan sebagian menempati ruang latihan tari. Namun kontestan pembatik kali ini bukanlah kontestan pembatik ulung, namun pembatik amatiran yang baru belajar membatik di Tembi. Bahkan sebagian besar, mereka baru pertama kali ini melakukan kegiatan membatik. Baru pertama kali mereka memegang canting, mencelupkan di wajan berisi malam, dan menorehkan cairan malam di kain batik. Umumnya, tanggapan mereka sangat senang bisa melakukan langsung kegiatan membatik, seperti yang pernah dilihat di televisi atau koran. Walaupun media membatik yang dipakai masih cukup sederhana dan kecil, tetapi mereka sangat senang. Motif-motif batik yang hendak dibatik beragam, ada gambar hewan, bunga, pepohonan, dan lainnya.
Mereka mengenakan kaos berseragam putih. Mereka campur baur, ada yang ibu-ibu, bapak-bapak, remaja, bahkan anak-anak. Selagi mereka membatik, dari kejauhan terdengar gending “Kebo Giro” dari pendopo Yudonegaran. Padahal, saat itu, di pendopo
Yudonegaran tidak ada pahargyan panggih pengantin. Gending tersebut, memang biasanya dipakai untuk mengiringi panggih pengantin. Ternyata, di pendopo juga dipakai untuk berlatih karawitan dari rombongan yang sama. Memang kebetulan, gending yang dipakai latihan salah satunya adalah gending Kebo Giro. Meskipun belum begitu merdu dan harmoni, tetapi sayup-sayup gending itu bisa terdengar dengan jelas.
Itulah dua di antara banyak kegiatan budaya yang selalu disajikan ke Tidak hanya itu, mereka juga menikmati keindahan suasana Tembi yang dibikin nuansa “desa”. Mereka juga menikmati koleksi-koleksi museum budaya Jawa, dan sebagian dari mereka ikut menginap di rumah-rumah inap Tembi yang bergaya rumah desa, dengan papan gebyog/dinding kayu. Sempurna sudah, kunjungan mereka di Tembi, bisa merasakan suasana desa, menu makanan desa, dan yang terpenting, belajar budaya dari warisan nenek moyang yang telah diakui dunia internasional, di antaranya membatik.
pada semua pengunjung Tembi. Kebetulan Sabtu itu yang belajar budaya berasal dari rombongan keluarga besar PT. PLN Indramayu, Jawa Barat yang sedang berkunjung ke Yogyakarta, dengan salah satu tujuan wisatanya adalah Tembi Rumah Budaya. Tidak hanya belajar budaya, mereka bersama dengan keluarganya yang berjumlah sekitar 200 orang, tua muda, juga mencoba merasakan kehangatan di Tembi dengan menikmati acara “dinner” atau makan malam dengan menu-menu tradisional dari serat Centhini. Di antara kegiatan itu, diselingi dengan acara-acara hiburan dan pembagian doorprize. Suasana begitu hangat.
Suwandi
Foto: Sartono
Museum TeMBI Rumah Budaya menerima penghargaan Sapta Pesona 2010
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Cipta Award 2011
TeMBI rumah budaya
sebagai
Finalis
Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional
TeMBI Resorts.
Get the beautiful moment and beautiful viewing in rural
Sa' Unine
String Orchestra
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
08561152733 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Baru Terbit !!!
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Buku kumpulan pepatah Jawa yang diterbitkan Tembi Rumah Budaya untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan kondisi kekinian.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Kidung Malam
Novel KIDUNG MALAM terbitan terbaru dari Tembi Rumah Budaya, merupakan cerita bersambung karya Herjaka HS yang memaparkan sebagian jalan hidup yang ditempuh Durna hingga periode Kurawa dan Pandawa di Hastinapura.
Durna termasuk tokoh yang jarang dikisahkan secara tunggal, baik dalam novel maupun pertunjukan wayang. Karenanya penerbitan novel ini sekaligus melengkapi dunia novel wayang yang akhir-akhir ini semakin semarak.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Sa' Unine
String Orchestra
Buaian Sepanjang Masa
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
085782989824 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
“MUSIK TRADISI BARU 2012”
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
TeMBI Rumah Budaya - foMbi (forum Musik teMbi) mempersembahkan:
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
KAMIS, 24 MEI 2012
PERTUNJUKAN MUSIK
Pk. 19.00 WIB
JUMAT, 25 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Elemen Tradisi Dalam Lagu Pop”
oleh FRANS SARTONO “Wartawan Musik Harian Kompas”
Pk. 13.00 WIB
SABTU, 26 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Pengkaryaan VS Empiristik” oleh PURWANTO “Kua Etnika”
Pk. 14.00WIB
PASAR MUSIK
24, 25, 26 Mei 2012 - Pk. 16.00 WIB

Indonesia
English











