Judul : Batik Bantul
Penulis : Riyantono, dkk
Penerbit : Pemda Bantul, 2010, Bantul Yogyakarta
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : 108
Ringkasan isi :
Bantul adalah sebuah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di daerah selatan Yogyakarta. Batik yang berkembang di wilayah Bantul jelas tidak bisa dipungkiri merupakan perkembangan batik Kraton Yogyakarta. Sebab awal mulanya tradisi membatik berasal dari kraton yang kemudian berkembang di wilayah sekitarnya. Beberapa wilayah di Bantul yang menjadi pusat kerajinan batik adalah daerah Imogiri, Pandak, Jetis dan Pajangan.
Dalam perkembangannya batik Bantul termasuk jenis batik petani atau batik rakyat serta batik saudagaran yang muncul setelah batik kraton. Jenis batik ini muncul karena pada masa dahulu ada larangan rakyat biasa memakai batik yang polanya sama dengan kraton. Untuk mengantisipasinya rakyat membuat pola baru, hingga muncul jenis batik tersebut.
Daerah Bantul merupakan pusat batik petani/rakyat terbesar di Yogyakarta yang menurut polanya dapat dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama kelompok daerah dengan pola-pola asli batik kraton, karena pembatiknya meniru ketrampilan putri dan abdi dalem kraton. Selain itu juga memodifikasi pola sehingga berbeda dengan aslinya bahkan dengan perkembangan komunikasi antar daerah melalui perdagangan oleh para pedagang masuk pengaruh pola dari daerah lain. Kelompok ini meliputi Desa Wukirsari, Girirejo dan Wijirejo. Kedua, batik kidulan gabungan dari batik rakyat /batik petani dengan batik saudagaran, kelompok daerah yang membuat batik-batik dengan pola utama sebagai latar pola, seperti parang lereng, atau isen latar seperti galaran, gringsing atau cecek kepyur yang dipadukan dengan ragam hias yang menggambarkan alam sekitar petani dalam kesehariannya seperti tumbuhan dan binatang. Batik ini dihasilkan di daerah Sanden, Pandak dan sekitarnya. Ketiga kelompok daerah yang menggunakan pola nitik sebagai pola produk batiknya, yang pada awalnya di daerah Pleret. Pola nitik merupakan pola tiruan dari pola tenunan kain “patola/cinde” yang berasal dari Gujarat India. Pola nitik yang berkembang di Bantul maupun luar Bantul sebagian besar diberi nama bunga seperti kembang kanthil, kembang waru atau dipadupadankan dengan pola lain seperti parang, kawung dan lain-lain sehingga muncul nama seperti nitik tambal, nitik cakar ayam dan lain-lain. Berdasarkan teknik pembuatannya batik dapat dibedakan menjadi batik tulis, batik cap, batik kombinasi tulis dan cap serta batik lukis. Berdasarkan golongan atau status sosial dapat dibedakan menjadi batik kraton, batik saudagaran dan batik petani/ rakyat. Berdasarkan motifnya dapat dibedakan menjadi batik tradisional/klasik dan kreasi baru/modern. Motif-motif batik Bantul muncul karena percampuran batik di luar Bantul dengan batik Bantul, diciptakan masyarakat Bantul sendiri bersumberkan ide dari lingkungan hidupnya dan karya yang tumbuh dari kreatifitas dan inovasi seniman batik Bantul. Contoh motif batik asli Bantul hasil dari pengembangan antara lain motif kembang kenanga, motif tambal, motif sekar jagad, motif klabang. Contoh-contoh motif asli batik Bantul adalah motif naga kuluk, motif manggar urai, motif suket/rumput dan motif kembang kamboja. Wilayah persebaran batik Bantul antara lain meliputi kecamatan Imogiri terutama desa Wukirsari dan Girirejo, kecamatan Jetis (desa Trimulyo), kecamatan Pandak (desa Wijirejo, Triharjo, Caturharjo, Gilangharjo), kecamatan Pajangan (desa Sendangsari). Pengrajin-pengrajin batik di daerah tersebut memproduksi batiknya dengan teknik batik tulis, cap atau kombinasi. Untuk pewarnaannya menggunakan warna alami atau sintetis. Di kecamatan Pajangan, batik tidak hanya dibuat di atas kain, tetapi juga memakai media kayu. Untuk belajar tentang batik, selain di pusat-pusat usaha batik juga bisa mendatangi museum batik. Di Bantul terdapat sebuah museum batik bernama Joglo Cipto Wening, beralamat di Ketandan Tengah, Wukirsari, Imogiri, Bantul.
Teks : Kusalamani
Museum TeMBI Rumah Budaya menerima penghargaan Sapta Pesona 2010
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Cipta Award 2011
TeMBI rumah budaya
sebagai
Finalis
Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional
TeMBI Resorts.
Get the beautiful moment and beautiful viewing in rural
Sa' Unine
String Orchestra
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
08561152733 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Baru Terbit !!!
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Buku kumpulan pepatah Jawa yang diterbitkan Tembi Rumah Budaya untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan kondisi kekinian.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Kidung Malam
Novel KIDUNG MALAM terbitan terbaru dari Tembi Rumah Budaya, merupakan cerita bersambung karya Herjaka HS yang memaparkan sebagian jalan hidup yang ditempuh Durna hingga periode Kurawa dan Pandawa di Hastinapura.
Durna termasuk tokoh yang jarang dikisahkan secara tunggal, baik dalam novel maupun pertunjukan wayang. Karenanya penerbitan novel ini sekaligus melengkapi dunia novel wayang yang akhir-akhir ini semakin semarak.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Sa' Unine
String Orchestra
Buaian Sepanjang Masa
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
085782989824 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
“MUSIK TRADISI BARU 2012”
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
TeMBI Rumah Budaya - foMbi (forum Musik teMbi) mempersembahkan:
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
KAMIS, 24 MEI 2012
PERTUNJUKAN MUSIK
Pk. 19.00 WIB
JUMAT, 25 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Elemen Tradisi Dalam Lagu Pop”
oleh FRANS SARTONO “Wartawan Musik Harian Kompas”
Pk. 13.00 WIB
SABTU, 26 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Pengkaryaan VS Empiristik” oleh PURWANTO “Kua Etnika”
Pk. 14.00WIB
PASAR MUSIK
24, 25, 26 Mei 2012 - Pk. 16.00 WIB

Indonesia
English











