Anak-anak Sekolah Dasar itu segera berlari-lari secara bergerombol mendatangi seorang guru wanita yang baru saja datang dengan sepeda ontelnya. Mereka segera mencium tangan gurunya dan berebut untuk menuntun sepeda gurunya itu ke tempat parkir. Beberapa di antara mereka juga ada yang berebut untuk membawakan tasnya untuk ditaruh di meja guru. Betapa bangganya guru SD di zaman dulu, yang mendapat perhatian penuh dari anak didiknya. Setelah itu, ketika bel masuk berbunyi, anak-anak segera berbaris masuk ruang kelas masing-masing. Itulah cuplikan film dokumenter berdurasi sekitar 20 menit yang disajikan oleh Museum Pendidikan Indonesia (MPI) UNY kepada setiap pengunjung museum mengenai suasana sekolah SD di zaman dulu. Sayang, situasi
seperti itu sudah tidak muncul lagi saat ini karena perkembangan dan tuntutan zaman.
Sekarang sudah tidak ada lagi guru yang ngontel ke sekolah. Jika pun ada sangat jarang, terutama di kota besar. Tidak ada lagi anak sekolah sekarang yang membawa sabak dan grip ke sekolah. Namun, sebaliknya yang dibawa tentu sudah buku-buku bagus dan mahal. Bahkan tidak jarang anak-anak sekolah SD sekarang membawa HP dan laptop ke sekolah. Namun, ternyata fasilitas lengkap di zaman sekarang belum tentu mengalahkan minat belajar dan bersekolah seperti anak-anak di zaman dulu. Begitu pula dengan guru-gurunya. Jika menjadi guru di zaman dulu, lebih banyak panggilan jiwa, namun menjadi
guru sekarang lebih banyak panggilan kebutuhan.
Museum Pendidikan Indonesia UNY lahir dari gagasan dan ide. Museum yang baru berumur 3 tahun ini juga sebagai sarana pendidikan, setidaknya untuk mengetahui perkembangan pendidikan di Indonesia sejak zaman pra kemerdekaan. Diharapkan, museum ini dapat membuka wawasan kepada pelajar Indonesia yang berkunjung ke museum ini, bahwa dengan fasilitas belajar sederhana namun bisa menghasilkan kualitas pendidikan yang baik, tidak kalah dengan jebolan siswa di zaman sekarang, yang sebagian besar sudah dilengkapi dengan fasilitas lengkap dan canggih. Demikian antara Di Museum Pendidikan Indonesia ini, yang merupakan satu-satunya museum pendidikan di Indonesia, banyak disimpan dan dipamerkan koleksi-koleksi yang berkaitan dengan pendidikan, khususnya di zaman dulu. Beberapa koleksi di antaranya: sabak, grip, papan tulis dan meja tulis model lama, globe kayu kuno, foto-foto tokoh pendidikan, mesin Acara ramah-tamah antar pengelola museum di Yogyakarta itu hanya merupakan salah satu agenda kegiatan dalam Senam Bersama Barahmus. Agenda utamanya adalah senam. Namun, kali ini kegiatan senam di MPI diganti jalan sehat dengan mengitari sebagian lokasi kampus-kampus di UNY. Kegiatan senam diganti jalan sehat, karena pihak UNY pada acara pagi sebelumnya, sebelum pukul 08.00 WIB sudah menggelar senam di rektorat yang baru. Rute jalan sehat, antara lain melewati Fakultas MIPA, Fakultas Usai jalan sehat, para peserta senam Barahmus beramah tamah sambil melihat-lihat koleksi Museum MPI di tiga ruangan yang ada. Setelah itu dilanjutkan dengan beramah tamah di ruang audio visual, yang disuguhi dengan film dokumenter seperti di atas. Hadir dalam acara tersebut, para Pengurus Harian Barahmus, termasuk Ketua Umum Barahmus, KRT. Thomas Haryonagoro, Ketua I , Dra. Sri Ediningsih, M.Hum., Ketua II, RM. Donny Surya Megananda, S.Si., M.Si., Sekretaris Umum, Asroni, S.IP., kepala-kepala museum anggota Barahmus, dan pengelola museum lainnya.
lain disampaikan oleh Prof. Dr. Herminarto Sofyan, Wakil Rektor III UNY dan Drs. Sardiman, M.Pd, pengelola MPI saat menerima kunjungan anggota Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY, saat acara senam bersama Barahmus berlokasi di UNY, Jumat (21/10) lalu.
ketik, sepeda onthel, rontal (lontar), dan lain sebagainya. Lokasi museum sendiri merupakan gedung bekas rektorat IKIP Karangmalang (sekarang bernama UNY).
Bahasa dan Seni, Pendopo Tejokusumo, serta Unit Produksi Kompos UNY.
Suwandi
Museum TeMBI Rumah Budaya menerima penghargaan Sapta Pesona 2010
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Cipta Award 2011
TeMBI rumah budaya
sebagai
Finalis
Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional
TeMBI Resorts.
Get the beautiful moment and beautiful viewing in rural
Sa' Unine
String Orchestra
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
08561152733 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Baru Terbit !!!
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Buku kumpulan pepatah Jawa yang diterbitkan Tembi Rumah Budaya untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan kondisi kekinian.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Kidung Malam
Novel KIDUNG MALAM terbitan terbaru dari Tembi Rumah Budaya, merupakan cerita bersambung karya Herjaka HS yang memaparkan sebagian jalan hidup yang ditempuh Durna hingga periode Kurawa dan Pandawa di Hastinapura.
Durna termasuk tokoh yang jarang dikisahkan secara tunggal, baik dalam novel maupun pertunjukan wayang. Karenanya penerbitan novel ini sekaligus melengkapi dunia novel wayang yang akhir-akhir ini semakin semarak.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Sa' Unine
String Orchestra
Buaian Sepanjang Masa
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
085782989824 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
“MUSIK TRADISI BARU 2012”
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
TeMBI Rumah Budaya - foMbi (forum Musik teMbi) mempersembahkan:
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
KAMIS, 24 MEI 2012
PERTUNJUKAN MUSIK
Pk. 19.00 WIB
JUMAT, 25 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Elemen Tradisi Dalam Lagu Pop”
oleh FRANS SARTONO “Wartawan Musik Harian Kompas”
Pk. 13.00 WIB
SABTU, 26 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Pengkaryaan VS Empiristik” oleh PURWANTO “Kua Etnika”
Pk. 14.00WIB
PASAR MUSIK
24, 25, 26 Mei 2012 - Pk. 16.00 WIB

Indonesia
English











