
Penurunan minat masyarakat terhadap seni tari berbasis tradisi semakin terlihat seiring perkembangan jaman, akibatnya kreativitas dan apresiasi sangat kurang bagi mereka yang menekuni dunia tari tradisional. Tembi Rumah Budaya yang dimotori oleh Tembi Dance Company, kelompok tari kontemporer yang didirikan di Jogjakarta awal tahun 2009 ini, membuat pagelaran bertajuk Apresiasi Tari Tembi 2011, sebuah pagelaran tari pertama kali yang bertujuan untuk memfasilitasi kreativitas kaum muda yang menekuni dunia tari, menjadi ‘ajang gaul’ dan saling belajar antar penari lokal maupun mancanegara.

Apreasiasi Tari Tembi yang berlangsung selama tiga hari (15-17 Juli 2011) kemarin berlangsung ramai dan Tembi Rumah Budaya berhasil menjadi ruang apresiasi bagi para kreator-kreator muda khususnya dunia tari. Menariknya, acara ini tak hanya menampilkan tarian-tarian berbasis tradisi, tetapi ada juga seni pertunjukkan teater Ryuzanji dari Jepang yang menampilkan dua judul karyanya, juga kolaborasi bersama Tembi Dance Company.

Hari pertama Apresiasi Tari Tembi 2011 dibuka oleh pertunjukkan teater Ryuzanji dengan karyanya yang berjudul ‘Hanafuda Denki karya Shuji Terayama. Meski cerita dan dialog yang digunakan pemain menggunakan bahasa Jepang, penonton yang hadir merasa terhibur dengan pertunjukkan dari Ryuzanji karena kelompok teater ini mencoba membuat sinopsis dan teks yang menggiring penonton untuk bisa sedikit mengerti karya yang mereka tampilkan. Hari kedua, ATT semakin ramai, selain pertunjukkan tari dari Institut Seni Indonesia (ISI) dan Universitas Negri Yogyakarta (UNY) meramaikan ATT di malam kedua, ada juga pertunjukkan dari Komunitas Lereng Gunung Merapi.

Pagelaran hari kedua, dibuka oleh komunitas Lereng Merapi yang membawakan karya berjudul Merapi Masih Tersenyum. Cerita ini menggambarkan keadaan anak-anak yang kemarin menjadi korban bencana erupsi maupun banjir lahar sampai akhirnya mendapat pertolongan dari berbagai pihak dan berhasil bangkit dan kembali menata cita-cita. Dengan dukungan properti seadanya pementasan komunitas Lereng Merapi berhasil menghibur dan memberikan energi positif untuk kembali bangkit. Suguhan tari karya anak-anak tari ISI dan UNY juga tak kalah menarik, pagelaran malam kedua di tutup oleh kolaborasi Tembi Dance Company dengan kelompok teater Ryuzanji.

Apresiasi Tari Tembi 2011 hari terakhir, di tutup oleh pagelaran teater Ryuzanji dengan karyanya berjudul Sotoba Komachi karya Yukio Mishima. Sama dengan karyanya yang pertama, kali ini karyanya diterima penonton dengan sangat baik, begitu juga tarian ciptaan Tembi Dance Company yang menutup pagelaran ATT malam itu. Apresiasi Tari Tembi 2011 berjalan baik dan sangat diapresiasi dengan baik, sekiranya tahun-tahun berikutnya pagelaran serupa dapat kembali dilaksanakan dan menjadi lebih baik di tahun mendatang.
Natalia Sitorus
Foto-foto: a.Sartono
Museum TeMBI Rumah Budaya menerima penghargaan Sapta Pesona 2010
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Cipta Award 2011
TeMBI rumah budaya
sebagai
Finalis
Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional
TeMBI Resorts.
Get the beautiful moment and beautiful viewing in rural
Sa' Unine
String Orchestra
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
08561152733 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Baru Terbit !!!
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Buku kumpulan pepatah Jawa yang diterbitkan Tembi Rumah Budaya untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan kondisi kekinian.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Kidung Malam
Novel KIDUNG MALAM terbitan terbaru dari Tembi Rumah Budaya, merupakan cerita bersambung karya Herjaka HS yang memaparkan sebagian jalan hidup yang ditempuh Durna hingga periode Kurawa dan Pandawa di Hastinapura.
Durna termasuk tokoh yang jarang dikisahkan secara tunggal, baik dalam novel maupun pertunjukan wayang. Karenanya penerbitan novel ini sekaligus melengkapi dunia novel wayang yang akhir-akhir ini semakin semarak.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Sa' Unine
String Orchestra
Buaian Sepanjang Masa
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
085782989824 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
“MUSIK TRADISI BARU 2012”
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
TeMBI Rumah Budaya - foMbi (forum Musik teMbi) mempersembahkan:
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
KAMIS, 24 MEI 2012
PERTUNJUKAN MUSIK
Pk. 19.00 WIB
JUMAT, 25 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Elemen Tradisi Dalam Lagu Pop”
oleh FRANS SARTONO “Wartawan Musik Harian Kompas”
Pk. 13.00 WIB
SABTU, 26 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Pengkaryaan VS Empiristik” oleh PURWANTO “Kua Etnika”
Pk. 14.00WIB
PASAR MUSIK
24, 25, 26 Mei 2012 - Pk. 16.00 WIB

Indonesia
English











