Login TeMBI Community
Email
Password
 
 | 
Sign Up TeMBI Community?
Lost Password ?
kombi
What is Kombi?



12 DALANG CILIK UNJUK GIGI DI UNYYogyakarta tidak pernah jeda dari kegiatan budaya setiap harinya, termasuk kegiatan budaya tradisional wayang kulit dalam bentuk festival. Bahkan, dalang yang tampil dalam setiap pagelaran wayang kulit tidak harus didominasi oleh orang dewasa. Anak-anak, sebagai penerus sebuah kebudayaan, termasuk budaya Jawa, juga turut andil mewarisi tradisi wayang kulit. Dan itu masih terus berjalan dan dilakukan di masyarakat budaya Jawa.

Seperti baru-baru ini, sebuah perhelatan akbar Festival Dalang Cilik (FDC) 2011 baru saja usai diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 7 Mei 2011 lalu. Festival yang 12 DALANG CILIK UNJUK GIGI DI UNYberlangsung 3 hari sejak tanggal 5 Mei tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Dies Natalis UNY ke-47, digelar di pendopo belakang Gedung Pusat kompleks kampus Karangmalang, Yogyakarta. Festival dalang cilik digelar dengan tujuan utama memberi motivasi pendidikan dan kecintaan anak terhadap potensi seni budaya tradisional, khususnya wayang kulit.

Pada FDC kali ini, diikuti oleh 12 dalang cilik dari berbagai daerah di Jawa (DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur), dengan menampilkan berbagai lakon yang menarik. Para peserta tersebut adalah: 1. Raka Alfirdaus Hikmatyar (Sukoharjo) membawakan lakon Gathutkaca Jedhi; 2. 12 DALANG CILIK UNJUK GIGI DI UNYCendekia Ismatuka S (Surakarta), dengan lakon Bima Bungkus; 3. Hanan Wisma Dwi Atmaja (Bantul), dengan lakon Senggana Duta; 4. Galih Wahyu Sejati (Wonosobo), dengan lakon Antasena Winisudha; 5. Fajar Tri Nugroho (Klaten), dengan lakon Wahyu Tri Marga Jaya; dan 6. Bimo Anggoro (Nganjuk), dengan lakon Wahyu Cakraningrat.

Sementara peserta selanjutnya adalah: 7. Sigit Tri Purnomo (Bantul), dengan lakon Kangsa Adu Jago; 8. Prasetyo Banar Wicaksono (Sleman), dengan lakon Aji Narantaka; 9. Wahyu Catur Pamungkas (Bantul), dengan lakon Aji Narantaka; 10. Sulthan Dzaky Trisnaji (Cilacap), dengan 12 DALANG CILIK UNJUK GIGI DI UNYlakon Bratasena Ngaji; 11. Dipa Bagas Mahardika (Surakarta), dengan lakon Anoman Duta; dan 12. Vicky Wahyu Hernawan R. (Surakarta), dengan lakon Cupu Manik Astagina.

Semua peserta tampil pada pagi hingga sore hari. Masing-masing peserta diberi waktu tampil sekitar 1,5 jam untuk mementaskan lakon yang dibawakannya. Peserta nomor urut 1—4 tampil pada hari pertama (5/5), nomor 5—8 tampil pada hari kedua (6/5), dan nomor 9—12 tampil pada hari terakhir (7/5). Setiap peserta diberi kesempatan untuk membawa niyaga sendiri. Namun, panitia juga sudah menyediakan niyaga (penabuh) lengkap termasuk sinden, sehingga peserta tinggal tampil.

12 DALANG CILIK UNJUK GIGI DI UNYLakon-lakon yang ditampilkan sesuai dengan usia mereka, yakni lakon yang banyak mengandung ajaran budi pekerti, pesan-pesan moral, dan pendidikan karakter positif, seperti anak harus menuruti pesan dan ajaran orang tua, berbudi pekerti baik, tidak boleh jahat, saling menolong sesama, mengutamakan kejujuran, dan sebagainya. Demikian kata Dekan FISE, Sardiman AM MPd, selaku penanggung jawab festival.

Pada acara festival ini, penampilan mereka dinilai oleh para Juri, yang terdiri dari: Prof. Dr. Suminto A. Sayuti (Guru Besar UNY), ML Suteja, dan Muh. Mukti, M.Hum. Dari hasil penampilan mereka, Juri mengambil 3 terbaik sebagai Juara I, II, dan III, yakni: Bima Anggoro (Nganjuk, Jawa Timur), Sigit Tri Purnomo (Bantul, DIY), dan Cendekia Ismatuka S. (Surakarta, Jawa Tengah). Sementara Juara Harapan I dan II, disabet oleh Dipa Bagas Mahardika (Surakarta, Jawa Tengah) dan Raka Alfirdaus Hikmatyar (Sukoharjo, Jawa Tengah).

 

Suwandi



Advertise
Penghargaan Sapta Pesona 2010

Museum TeMBI Rumah Budaya menerima penghargaan Sapta Pesona 2010








Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004

Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004






Cipta Award 2011

TeMBI rumah budaya
sebagai
Finalis
Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional






TeMBI Resorts.

Get the beautiful moment and beautiful viewing in rural






   

Sa' Unine
String Orchestra

Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
08561152733 atau 021-7253410 / 021-7203055

Klik Disini Untuk Mendengarkan






PITUTUR LUHUR LELUHUR

Baru Terbit !!!

PITUTUR LUHUR LELUHUR
Buku kumpulan pepatah Jawa yang diterbitkan Tembi Rumah Budaya untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan kondisi kekinian.

Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004

Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410

Harga Rp 35.000,-






Kidung Malam

Novel KIDUNG MALAM terbitan terbaru dari Tembi Rumah Budaya, merupakan cerita bersambung karya Herjaka HS yang memaparkan sebagian jalan hidup yang ditempuh Durna hingga periode Kurawa dan Pandawa di Hastinapura.

Durna termasuk tokoh yang jarang dikisahkan secara tunggal, baik dalam novel maupun pertunjukan wayang. Karenanya penerbitan novel ini sekaligus melengkapi dunia novel wayang yang akhir-akhir ini semakin semarak.

Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004

Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410

Harga Rp 35.000,-







Sa' Unine
String Orchestra
Buaian Sepanjang Masa

Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
085782989824 atau 021-7253410 / 021-7203055

Klik Disini Untuk Mendengarkan






PENGUMUMAN HASIL SELEKSI

FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI

“MUSIK TRADISI BARU 2012”






FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012

TeMBI Rumah Budaya - foMbi (forum Musik teMbi) mempersembahkan:
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012

KAMIS, 24 MEI 2012
PERTUNJUKAN MUSIK
Pk. 19.00 WIB

JUMAT, 25 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Elemen Tradisi Dalam Lagu Pop”
oleh FRANS SARTONO “Wartawan Musik Harian Kompas”
Pk. 13.00 WIB

SABTU, 26 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Pengkaryaan VS Empiristik” oleh PURWANTO “Kua Etnika”
Pk. 14.00WIB

PASAR MUSIK
24, 25, 26 Mei 2012 - Pk. 16.00 WIB